Bejiharjo Kerahkan Orang Pintar Untuk Menangkal Pencuri
Sabtu, 19 November 2016 | 18:52 WIBKarangmojo, (Pastvnews.com) – Isue pencuri yang meresahkan Desa Bejiharjo, Karangmojo, bukan isapan jepol belaka, beberapa warga juga tidak menampik tentang kejadian yang sangat meresahkan warga tersebut.
Seperti yang diungkapkan Udin( 27thn) warga Grogol II sebagai penjual soto ayam dipinggir jalan ini menceritakan, bahwa belum lama ini di daerahnya kemasukan pencuri tepatnya dirumah Sugiyo, warga Grogol II.
“Belum lama ini di daerah saya Grogol II tepatnya di rumah Sugiyo juga kemasukan maling, tetapi hanya mengacak-acak barang saja, mungkin akan mencari perhiasan atau uang tidak ketemu,”ujar Udin.
Hal senada diungkapkan Gito (43) warga Sokoliman, pencuri yang meresahkan warga memang sudah lama berkeliaran diwilayahnya bahkan di dusun-dusun tidak hanya ditempatnya.
Setiap sore hingga malam, cerita Gito, warga banyak yang berburu pencuri ditengah baon (hutan), tetapi anehnya tidak ada satu pun pencuri yang tertangkap, pencuri tersebut tidak sembarang pencuri karena bisa menghilang.
“Pencurinya tidak sembarang pencuri biasa, karena setiap dikepung warga tahu-tahu lenyap, hilang, tidak tahu kemana, kejadian ini sudah berulang kali,”ujarnya.
Bahkan lanjut Gito, belum lama ini di daerah Gunungbang, ketika pencurinya naik motor dan warga mengejar pencuri tersebut, tetapi anehnya motor dan pencurinya juga hilang.
Kasus pencurian dan teror yang benar-benar meresahkan warga Bejiharjo tersebut dibenarkan oleh Yanto, Kepala Desa Bejiharjo, Sabtu, 19/11/2016 pagi. Ia mengakui terror pencuri dari wujud babi, pencuri wanita, dan pencuri yang menggunakan topeng yang berkeliaran di wilayahnya.
“Masalah warga resah karena terror pencuri memang, ya, saya akui, tetetapi saat ini sudah mulai reda setelah bulan Suro ini, yang tadinya hampir tiap malam pasti warga kita disibukan dan dihebohkan oleh pencuri ,” tutur Yanto.
Menurut Yanto, kasus pencurian selama 1 bulan lebih ada 15 orang yang kehilangan, dan rata-rata dari 15 kasus itu yang hilang berupa perhiasan dan uang, serta kejadianya siang hari, tidak ada hewan sapi atau kambing yang hilang.
Kalau kasus pencuri yang malam, belum pernah ada yang kehilangan, sepertinya hanya meneror membuat keresahan warga, karena hanya mengacak-acak isi rumah kemudian pergi, dan anehnya pencuri itu bisa menghilang walaupun sudah dikepung oleh warga. Kasus yang paling banyak terjadi hampir di seluruh wilayah Bejiharjo, khususnya daerah yang dekat wisata pindul, seperti di Dusun Gelaran I dan II, Gunungbang dan sekitarnya, jelas Yanto.
Untuk mengantisipasi pencegahan pencurian terus menerus, lanjutnya, secara fisik warga dengan polsek karangmojo secara bersama-sama melakukan ronda keliling setiap malam, dan ia pun tidak munafik mengerahkan orang pintar untuk mengusir pencuri yang berkeliaran di wilayahnya.
“Saya akui, saya tidak munafik, selain mengerahkan warga untuk ronda setiap malam, saya juga mengggunakan kejawen, mengerahkan orang pintar tidak cukup 3 atau 4 orang, pokoknya banyak, karena pencuri ini tidak sembarangan, mereka bisa menghilang, makanya saya juga mengimbangi,”ujarnya.
Di sinyalir pencuri ini hanya mencoba ilmu, karena kebetulan bulanya Suro, tetapi setelah bulan Suro ini pencuri sudah mulai reda, yang tadinya setiap malam sekarang setiap seminggu sekali, masih kata Yanto.
Dan ia berharap kejadian ini warga bisa lebih berwaspada menjaga wilayahnya dan Bejiharjo bisa hidup tentram seperti sedia kala, pungkasnya.W. Joko Narendro

Video Terkait
- Kesenian Wayang Orang Di Tepus Muncul Kembali
- Asal Usul Upacara Adat Tradisi Apeman Yaqowiyo Klaten
- Ribuan Warga Jatinom Klaten Merayah 5000 Apem Dalam Yoqowiyu
- 4 Orang TPK Pelaksana Proyek Dana Desa Dari APBN di Semoyo Tidak Blereng Uang '
- TPK Desa Semoyo Patuk Gunungkidul Berani Pasang Rincian RAB Patut Di Acungi Jempol





