Kembali Ke Index Video


Amnesty International Desak Pemerintah Cina Bertanggung Jawab atas Penahanan Etnis Uighur ACT Segera Kirimkan Tim Kemanusiaan untuk Uighur

Minggu, 23 Desember 2018 | 20:46 WIB
Dibaca: 979
Amnesty International Desak Pemerintah Cina Bertanggung  Jawab atas Penahanan Etnis Uighur ACT Segera Kirimkan Tim Kemanusiaan untuk Uighur
salah satu etnis uighur di cina yang banyak di sorot dunia internasional

Redaksi media pastvnews.com, warta nasional dan internasional Protes PBB atas dugaan penahanan sekitar satu juta muslim Uighur kembali menjadi perhatian belahan dunia.

Derasnya desakan Amnesty International yang menuntut  Pemerintah Cina bertanggung jawab atas penahanan massal etnis Uighur di kamp-kamp interniran di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, akan terus mengemuka.

DOK FOTO SAAT MEMBANTU ETNIS UIGHUR

Sejumlah media internasional melaporkan, sekitar satu juta orang yang diduga berasal dari etnis Uighur itu ditahan dengan dalih reedukasi.

Memang tercatat, beberapa tahun belakangan, otoritas Cina mengeluarkan sejumlah peraturan yang mendiskriminasi kebebasan individu Uighur dalam beragama, seperti melarang masyarakat muslim Uighur menjalankan puasa Ramadan atau mengenakan burka.

Tingginya represi yang diterima etnis Uighur di Xinjiang membuat sejumlah muslim Uighur di sana mengungsi ke negara-negara yang berbatasan langsung dengan Xinjiang, seperti Kirgistan dan Turki.

Senior Vice President  Aksi Cepat Tanggap Syuhelmaidi Syukur mengungkapkan, pasang surut krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Uighur telah terjadi puluhan tahun silam.

Krisis semakin memuncak dengan adanya pembatasan HAM terhadap masyarakat Uighur, seperti pelarangan untuk beribadah. ACT saat ini berikhtiar penuh merespons dalam bentuk bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Uighur.

Sejak dua tahun lalu, tepatnya Januari 2017, ACT memberikan bantuan pendidikan kepada sejumlah mahasiswa Uighur di Turki. Di tahun yang sama, kurban dari masyarakat Indonesia juga ditunaikan bagi pengungsi Uighur di Turki.

Dalam waktu dekat, ACT akan memberangkatkan tim untuk memberikan bantuan dan meninjau langsung sejumlah pengungsi Uighur.

“Insyaallah kita akan memberangkatkan tim dalam beberapa fase. Selain di Xinjiang, banyak diaspora Uighur tersebar di berbagai negara seperti Turki dan Kirgistan. Dalam minggu ini kami akan memberangkatkan Tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Uighur I,” jelas Syuhelmaidi, Selasa (18/12).

ETNIS MUSLI EIGHUR DI CHINA

Sejumlah bantuan akan disampaikan kepada pengungsi Uighur, khususnya anak-anak yatim Uighur.

Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk bantuan pendidikan, modal usaha, dan kebutuhan musim dingin. Hal ini disampaikan oleh Direktur Global Humanity Response (GHR) ACT Bambang Triyono.

“Semua program akan segera diinisiasi. Selain itu, negara-negara yang akan kita kunjungi dalam keadaan musim dingin, bantuan yang diberikan juga berupa kebutuhan musim dingin,” tandas  Bambang.

Selain Turki, Aksi ini akan menyapa pengungsi Uighur di tiga negara yang secara geografis berdekatan dengan wilayah domisili terbesar mereka  Xinjiang.

Ketika negara tersebut meliputi Kirgistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Tim diperkirakan akan berangkat sebelum Januari 2019.

Di samping itu, Bambang menyampaikan, isu kemanusiaan Uighur akan tetap menjadi perhatian Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI). “GHR yang diberikan mandat soal ini sekuat tenaga pastilah merespons di mana pun ada isu-isu kemanusiaan yang ada di negara-negara SKDI.

Termasuk Uighur, jelas tidak menutup kemungkinan kita segera menyapa warga Uighur di tempat asalnya,” jelas Bambang.

Dari dalam negeri, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau Din Syamsuddin mengecam penindasan muslim Uighur di Xinjiang.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Antara, Din mengatakan, penindasan yang dilakukan kepada muslim Uighur di Cina telah melanggar hak asasi manusia.

Etnis Uighur merupakan suku minoritas muslim yang menjadi penduduk mayoritas di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, Cina bagian barat laut.

Dilansir dari berbagai sumber, sensus populasi etnik yang ditulis Departemen Statistik Populasi, Sosial, Sains dan Teknologi, Biro Statistik Nasional Tiongkok tahun 2000 menyebutkan, 45,84 persen penduduk di Xinjiang adalah suku Uighur.

Beberapa bulan terakhir di tahun 2018 ini, sejumlah media internasional memberitakan adanya kamp indoktrinasi untuk warga etnis Uighur dari Pemerintah Cina.

Sebagai bentuk respon atas diskriminasi dan persekusi yang terjadi terhadap etnis muslim Uighur di Xinjiaang, ACT DIY bersama organisasi massa muslim lan beserta elemen masyarakat DIY dengan menggelar aksi di Jogja. Tim act/di edit tim editor pastvnews.




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi