Kembali Ke Index Video


Tahlilan Adat Trdisi Ala Kraton Pakualaman, Ketika Sunuwun Sedho

Jumat, 4 Desember 2015 | 07:48 WIB
Dibaca: 2250
Tahlilan Adat Trdisi Ala Kraton Pakualaman, Ketika Sunuwun Sedho
TAHLILAN KRATON PAKUALAM YOGYAKARTA MEMPERINGANTI SINUWUN PAKUALAM KE IX 2015

PAKUALAMAN-PASTVNEWS.COM, Kalimah Toyibbah tahlil dan tahmid menggema, sahdu dan  trenyuh mengawali  peringatan   genap tujuh hari wafat Paku  Alam IX, sesekali bau asap  kemenyan  Arab menyeruak diantara  sela-sela santri-santri yang melantunkan kalimah kalimah  toyyibah. Tradisi Pakulaman ini di lakukan ketika Sinuwun atau pimpinannya telah wafat atau sedho.

Tahlilan yang digelar  malam itu mendapat sambutan luar  biasa, tamu  undangan   memenuhi bangsal Sewatama, Puro Pakualaman. Para abdi dalem penghulu dengan mengenakan  pakaian  serba putih,  dan abdi dalem denganberpakaian  Jawa pranakan  lengkap menempati  bangsal Sewatama.

Dengan latar belakang  foto  almarhum  dan  meja berisi makanan dan sesaji yang konon menjadi kesukaan almarhum. Hadir  dalam acaratah;lilan,  diantara  KPH Indrokusumo,  BPH  Hario Seno,  BPH  Hari Danardono dan beberapa kerabat Puro Pakualaman.

Tahlilan dalam rangka memperingati   wafatnya, genap 7  hari  yang di gelar di Bangsal Sewatama,mendapat perhatian  masyarakat yang datang  ingin mendoakan almarhum.

Satu tradisi yang sudah turun temururn, sebagaimana diungkapkan  KRMT Mangunkusumo, ( Drs.Tamdaru) . Setelah  pemakaman  pihak keluarga  Kadipaten Pakualaman mengadakan  acara  peringatan  3, 7 ,40,100 hari, 1 tahan, 2 tahun, dan  1000 hari.

Acara peringatan   1000 hari dikenal dengan  istilah nyewu.Peringatan  nyewu biasanya  dilaksanakan  di Puro  Pakualaman pada malam hari di Bangsal Sewatama dengan acara  pembacaan doa,tahlil dan tahmid, dengan harapan almahum  diampuni segala dosa  dan diterima  amal kebaikan selama di dunia.

 

Pembacaan  doa dipimpin oleh penghulu Mesjid Besar  Pakualaman. Perlengkapan yang disiapkan adalah foto almarhum.Rangkaian bunga, dan meja  panjang  yang digunakan  untuk meletakkan  beberapa   jenis makanan  dan minuman  kesukaan almarhum.

Selain itu,dipersiapkan pula sesaji berupa pisang sanggan,kembang  setaman, rasulan dan lima macam minuman,yakni rujak degan,  teh  manis, teh pahit,kopi manis,kopi pahit. Maejan yang akan dipasang keesokan hari  juga diletakkan  di Bangsal  Sewatama. Acara  utama peringaten  Sedan, adalah pembacaan  doa.

 

 

Setelah  selesai pembacaan doa, dilanjutkan   dengan acara  makan bersama khusus yang dihadiri  para  kerabat.Acara makan  bersama antara  kerabat itu,  menyantap  hidangan yang  telah dipersiapkan di meja  panjang.

 

 Hal tersebut  untuk mengenang   almarhum Tahlillan serupa dalam rangka  peringatan 40 hari wafatnya PA IX  juga akan digelar  di tempat yang sama, pada Senin,malam   28 Desember  2015.( san/juk)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi