Bangunan Dam Irigasi Ngrandu Katongan Gunungkidul 'Jomplang Bakal Kena Gempur ?
Senin, 30 Mei 2016 | 15:19 WIBNglipar - pastvnews lintas kasus Dinas pertanian pangan dan holtikultura kabupaten Gunungkidul dalam rangka meningkatan sektor pertanian mersepon serta meladeni warga Ngrandu Katongan Nglipar Gunungkidul dengan membuat dam serta parit irigasi untuk memperlancar kegiatan pertanian di sekitar lokasi.
Kegiatan pengelolaan air irigasi pertanian dengan tahun anggaran terkininya memang pada tanggal 25 mei 2016 hampir selesai.
Sayangnya dalam pembangunan terlihat asal –asalan yang boleh di kata sangat minim dalam memperhitungkan debit airnya jika pada musim penghujan tiba atau saat deras derasnya air datang.
Dugaan Asal asalan di paparkan warga setempat sebab ketinggian bendungan dengan tanah hampir seimbang selisih 30 cm sehingga bisa membahayakan warga lain pemilik lahan di baratnya
Pantauan media bangunan bendungan terlihat jomplang sehingga di kawatirkan warga terdekat jika saat banjir datang atau air sedang pasang akan berimbas tergenangi pemukiman penduduk sehingga merugikan warga’
Menurut Gino warga terdekat di sisi barat DAM pembangunan ini asal asalan, oleh sebab itu saya protes kepada pemborong karena akan berdampak, papar Gino.
Lebih di perjelas Gino Jomplang yang di maksud adalah seharusnya kerendahan sisi barat dan timur bangunan beda banyak, lah ini setelah di ukur selisihnya hanya 30 cm, seharusnya 1 meter atau lebih.
Dengan demikian soo pasti jika hujan dan banjir pasti akan meluap ke barat dan sampai ke tanah dan pemukiman rumah saya, bahkan saya yakin tanah dan badan jalan kampung di sisi selatan bangunan akan tergenang air.
Saya sudah kasih saran selisih ketinggian timur dengan barat harus beda dan memperhatikan lingkungan di sektor barat 'tapi nyatanya tak di gubris
lantas saya bilang jika besuk musim penghujan berdampak terhadap tanah dan bangunan saya ‘maka bangunan Dam utama akan saya bodemi (runtuhkan) ‘papar bapak yang barusan pulang dari dinas yang mengaku dari kesatuan keamanan tersebut.
Pokok persoalannya bangunan dan tanah sisi barat dan timur sekali lagi hampir sama tingginya selisi 30 cm, maka jelas akan meluber arinya saat musim hujan,
nah dengan kondisi seperti itu seharusnya sisi barat di buat tanggul tingginya sama yang di buat sedang panjang kisaran 20 meter, jika ini ndak di gubris yaa buktikan ‘tegasnya,
Di akhir perbincangan dengan awak media saya sangat mendukung pembangunan tetapi harus yang baik baik perhatikan nasip orang lain jangan asal untung nilainya 199.150.000 apa tak cukup untuk membuat tanggul sejauh 20 meter ? ‘ tanya Dia seolah geram.
Di waktu yang sama, kabar yang di olah serta terima awak media ini kelompok tani yang yang semula mengajukan bangunan merasa di tinggal, sebab pemohon selaku ketua tidak menerima dan justru penerima proyek berbeda, Sedang pelaksana proyeknya dalah CV Wiranantia Siyono logandeng
Dengan demikian ada dugaan pengalihan lokasi baik soal irigasi maupun bendungan yang di ajukan sehingga menimbulkan pro kontra. Hingga di unggahnya berita ini sangat hangat di pergunjingkan warga katongan dan ngrandu.
Lurah desa setempat saat tim awak media berupaya untuk di mintai info terhadap proyek DAM selaku pemangku wilayah justru dia seolah sudah tahu, tetapi saat mau di temui mengajak hanya kapan kapan
” simak berita selanjutnya dalam artikel terkait 'tim red

Video Terkait
- Hasil Proyek Dam Ngrandu Katongan Gunungkidul 'Serius Dipergunjingkan Petani 'Dinas Baru Mau Ngecek ?
- Lha Rak Tenan Tho Hujan Tak Deras Talut Dam Ngrandu Katongan Belum Serah Terima Terancam Jebol ?
- Jelang Puasa Ramadhan 1437 H/2016 Masjid Banyak di Percerah.
- PAN Kota Yogyakarta Usung Dua Kadernya Maju Pilkada 2017
- Inilah Peninggalan Prabu Browijoyo Asal Majapahit Yang Masih Di Lestarikan Warga Ngalang
- LSP Pariwisata Siap Tingkatkan Sumber Daya Manusia Di Bidang Kepariwisataan
- Air kedung wali banyak di cari 'airnya bening konon bisa sembuhkan penyakit di mana itu ?
- Peserta Kemah Kesurupan 'Rambutnya Menjadi Gimbal dan Mengeeras ?
- Peserta Kemah Separohnya Kesurupan 'Apa Kata Pak Guru ?




