Kembali Ke Index Video


Hasil Proyek Dam Ngrandu Katongan Gunungkidul 'Serius Dipergunjingkan Petani 'Dinas Baru Mau Ngecek ?

Kamis, 9 Juni 2016 | 05:17 WIB
Dibaca: 2068
Hasil Proyek Dam Ngrandu Katongan Gunungkidul 'Serius Dipergunjingkan Petani 'Dinas Baru Mau Ngecek ?
SALAH SATU SUDUT PONDASI YANG KENA GELONTORAN AIR KECIL PONDASINYA MENGELUPAS

Gunungkidul-media pastvnews.com, sepantasnya jika keinginan memiliki fasilitas yang di butuhkan untuk sarana pertanian, sebagai petani setelahnya menjadi gembira karena bisa memanfatkan hasil proyek.

Proyek DAM irigasi yang akan di fungsikan oleh petani seperti halnya di Katongan justru di pandang kurang efektif dan akhirnya jadi bahan gunjingan yang tidak henti-hentinya.

Hingga di unggahnya berita ke tiga ini, proyek Dam serta Parit, di Ngrandu, Katongan, Nglipar, Gunungkidul, yang didanai dari DAK Pertanian sebesar hampir 199.150.000 juta, justru pasca pembangunannya terancam tidak berfungsi dengan masimal, bahkan bisa-bisa hanya terbengkelai atau mangkrak dan tidak bisa digunakan oleh para petani, Sehingga tidak sesuai dengan harapan para petani yang pada saat itu mengajukan bendungan/DAM untuk mengaliri sawahnya.

PLAKAT PROYEK DAM DAN PARIT

Kenapa demikian, karena diduga oknum dinas pertanian yang tidak mau berkoordinasi dengan  kelompok tani di wilayah tersebut, sebelum pembangunan  tak berkoordinasi dahulu dengan warga, tetapi justru hanya menerima masukan yang sebenarnya dan tidak dengan orang -orang yang menjadi anggota kelompok tani.

Sehingga dari pembuatan sampai finishing menjadi pergunjingan warga masyarakat, khususnya oleh kelompok tani yang dulu pernah mengajukan proposal ke Dinas Tanaman Pangan dan Hotikultura, Kabupaten Gunungkidul.

Yang dipermasalahkan karena letak DAM Parit tidak sesuai dengan kehendak kelompok tani yang mengajukan proposal, sehingga yang dibangun sekarang tunjukan orang yang bukan anggota kelompok tani.

Terpantau memang parit cabang yang seharusnya bisa di aliri ke selatan atau di parit baru justru lebih tinggi dari parit lama sehingga otomatis air tidak akan bisa mengalir dan hanya kembali ke sungai.

Selain itu pergujingan yang di beredar jauh dari persawahan juga menghamburkan uang terlalu banyak,  ujar SJ, anggota dan pengurus serta warga masyarakat di sekitar bendungan. di mengatakan, “yang jelas bangunan itu tidak efektif, bisa-bisa tidak digunakan alias mangkrak, LHo ” jelasnya kembali.

Menurut pantauan dilapangan memang selain tekesan pengerjaanya asal jadi, juga mengabaikan saran dan pendapat masyarakat yang mau menggunakan. Seakan dinas memberikan bantuan yang penting sudah diberikan dan dibangunakan, tidak memperhatikan factor dampak lingkungan dan lain-lain

“tidak ada musyawarah kok, mas, tidak memperhatikan tanah yang sekitar DAM nanti kena dampaknya apa tidak, blas tidak ada rembukan,” imbuh SJ.

Selain itu diduga pemborong dalam melakukan pekerjaannya tidak sesuai dengan bestek, dilihat dari pondasi yang kena gontoran hujan sekali sudah ambrol.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada kepala Dinas Tanaman pangan dan Hotikultura, Kabupaten Gunungkidul, Ir Asman, mengatakan dirinya dalam waktu dekat akan mengechek ke lapangan.

“setetelah ada laporan seperti ini saya akan chek dan temui kelompok tani tadi dengan secepatnya agar dapat mengetahui keluhan warga tersebut ,” pungkas Ir Asman mengakhiri perbincangan dengan awak media 8 juni 2016 'WJN




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi