Kembali Ke Index Video


Sumur Wakaf: Ikhtiar Memutus Krisis Air Bersih di Dusun Dringo-Gunungkidul

Selasa, 4 Desember 2018 | 10:15 WIB
Dibaca: 82
Sumur Wakaf: Ikhtiar Memutus Krisis Air Bersih di Dusun Dringo-Gunungkidul
PEMBUATAN SUMUR MEREKAYASA KESULITAN AIR DI GUNUNGKIDUL

Yogyakarta-media pastvnews.com, warta daerah akhir November 2018 air hujan mulai  turun, dan kini kini warga Gunungkidul sudah merasa lega sehingga warga masyarakat petani penggarap ladang bisa mengerjakan lahannya.

Dari hasil pantauan media ini, di wilayah di Gunungkidul saat ini telah memasuki musim penghujan namun, bukan berarti masalah sulitnya mendapatkan air bersih di wilayah tersebut lantas teratasi semuanya. 

Nyatanya seperti Dusun Dringo, Desa Girijati, Kecamatan Purworsari-Gunungkidul, walaupun hujan telah mengguyur beberapa kali dalam sebulan terakhir ini, sumur-sumur disekitaran rumah warga masih belum terisi oleh air, sehingga warga setempat masih harus berburu air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari baik untuk mencuci memasak dan untuk minum ternak, sumber tersebut menjadi andalannya.

Satu-satunya sumur yang masih memiliki sumber mata air adalah sumur Sendang Kalijambu yang jaraknya cukup jauh, biasanya masyarakat sini harus jalan terjal kebawah dulu untuk ambil air, atau membeli air bersih dari truk tangki” ujar Yuniswanto selaku ketua RT 05 Dusun Dringo, minggu (2/12).

Kondisi yang menghawatirkan inilah yang membuat Global Wakaf-ACT DIY berupaya memutus permasalahan mendasar di Gunungkidul. Program pembangunan sumur wakaf menjadi fokus utama untuk menyelesaikan masalah kekeringan di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya.

Penanggung jawab program Sumur Wakaf Kharis Pradana menyampaikan “Saat ini sudah ada 16 titik sumur wakaf di sekitaran DIY, 13 diantaranya telah dibangun di Kabupaten Gunungkidul, untuk sumur wakaf yang ke-16 di Dusun Dringo saat ini masih proses pengeboran” ujarnya pada minggu (2/12).

Wahyu yang mengetuai tim pengeboran juga menyampaikan “Sumur Wakaf yang berada di Dusun Dringo ini mulai di bor pertama kali sejak jum’at (30/11), dan hari ini kedalamannya sudah mencapai 50 meter, rata-rata pengeboran di wilayah Gunungkidul memang cukup lama karena tekstur tanah yang didominasi bebatuan, jadi tanahnya sulit ditembus mata bor” paparnya.

“Walau sudah masuk musim penghujan, keberadaan Sumur Wakaf sebagai sumber air bersih untuk warga sangat penting karena kita ketahui, Gunungkidul merupakan wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan ketika musim kemarau.

Harapannya ketika memasuki musim kemarau tahun depan, warga sudah tidak mengalami kekurangan air bersih lagi" tutup Kharis. Dinact




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi