DIY Memiliki Potensi Sumber Daya Air Baku Yang Melimpah
Selasa, 11 Oktober 2016 | 08:34 WIBYogyakarta-media pastvnews.com, Sebagai daerah yang berada di lereng perbukitan seribu yang rimbun, Wukirsari Imogiri Bantul menyimpan berbagai potensi, termasuknya di dalamnya potensi air baku. Sehingga dalam bulan-bulan tertentu Wukirsari kelebihan air.
Air sebagai sumber kehidupan yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup harus senantiasa dijaga kelestariannya. Akan tetapi karena tidak adanya tempat yang dapat menampung melimpahnya air dan seringkali air hanya terbuang mengalir menyatu dengan sungai terdekat.
Melihat potensi air yang melimpah dan setelah melakukan survei di lapangan Dinas PUP dan ESDM DIY, dalam hal ini bidang Sumber Daya Air (SDA), mengadakan Sarasehan dan Kampanye Pengelolaan Sumber Daya Air di mana kegiatan ini merupakan salah satu program terkait rencana pembangunan embung di wilayah Wukirsari.
Sarasehan yang dipusatkan di Joglo Jatirejo dibuka oleh Asekda II, Sunarto SH mewakili Bupati Bantul, menghadirkan nara sumber dari KASI SDA DIY, Tito Asung Kumoro Wicaksono ST, M.Eng, Dr Ing. Agus Maryono dengan instalasi pemanen air hujan dari UGM, Drs. Agus Hartono yang merupakan praktisi lingkungan, Ir. Tri Budi Utama komunitas Sungai Tambakbayan serta Sri Wahyuningsih atau yang akrab disapa Yu Ning dengan managemen pengolahan Air Siap Minum yang berasal dari air hujan (air hujan yang disetrum).
Kepala Seksi Perencanaan Sumber Daya Air Bidang SDA DPUP dan ESDM DIY, Tito Asung Kumoro Wicaksono ST, M.Eng mengatakan dengan adanya embung di Wukirsari akan menambah ketersediaan air baku, di sekitar Wukirsari atau Imogiri.
Karena adanya embung ini nantinya akan dapat menampung air, utamanya air yang berasal dari air terjun banyunibo sehingga air yang ada tidak begitu saja terbuang percuma namun akan ditampung masuk ke dalam embung.
Ketersediaan air baku ini, sambung Tito, memiliki banyak manfaat yang selalu dibutuhkan masyarakat. Seperti untuk irigrasi, air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan untuk skala besar, indutri tergantung pada ketersediaan airnya.
“Potensi air yang ada di Wukirsari ini harus dapat dijaga kelestariannya dan jangan sampai mengalir begitu saja, di mana selama ini air yang ada di Wukirsari mengalir ke sungai Celeng dan Opak. Kalau bisa ditampung, dengan membangun embung, ke depan air di Wukirsari akan dapat memenuhi kebutuhan air di wilayah ini” sebutnya
Lebih jauh Tito menjelaskan berdasarkan RPJMD SDA DIY, DPUP – ESDM DIY dalam program selalu menargetkan adanya tambahan ketersediaan air baku setiap tahunnya. Dipaparkannya, di tahun 2012 target yang dicanangkan sebanyak 600 liter perdetik dan
Sedangkan di tahun 2013 dari target 700 liter perdetik riilnya bisa 767,60 liter perdetik. Sementara untuk tahun 2014 dapat tercapai 1018,53 liter perdetik yang semula ditargetkan sebanyak 900 liter perdetik.
“Dan di tahun 2015 target kita 1.200 liter perdetik riilnya dapat mencapai 1.272,40 liter perdetik. Sedangkan di tahun ini, 2016 targetnya sebesar 1.600 dan kalau melihat trend yang ada tidak menutup kemungkinan target kembali tercapai” pungkasnya. Angka target dan capaian tersebut di atas adalah angka komulatif tiap tahunnya. anjar

Video Terkait
- Hasil tes balon lurah desa Wukirsari jadi bola panas ' tes akademik sesuai perda hanya sebagai tambahan
- Suharsono: ‘Air Kebutuhan Utama Bagi Seluruh Mahluk Hidup
- Pemerintah Kabupaten Bantul Dukung Pembangunan Embung Pucung Wukirsari
- Menjaga Kelestariaan Sumber Air Dan Hutan, Pokdarwis Pucungrejo Tanam Pohon
- Paidi Nahkodai Partai Golkar Bantul
- MPM PP MUHAMMADIYAH : KAMPANYE PUBLIK SELAMATKAN HUTAN ATASI KEMISKINAN





