Kembali Ke Index Video


MPM PP MUHAMMADIYAH : KAMPANYE PUBLIK SELAMATKAN HUTAN ATASI KEMISKINAN

Jumat, 7 Oktober 2016 | 23:33 WIB
Dibaca: 1884
MPM  PP MUHAMMADIYAH  : KAMPANYE PUBLIK  SELAMATKAN  HUTAN ATASI KEMISKINAN

MEDIA ONLINE PASTVNEWS.COM, KERUSAKAN  hutan  di Indonesia  makin parah jika tidak diselamatkan. Di Kabupaten  Berau, Kalimantan  Timur kerusakan hutan mencapai  lebih dari  24.000 hektar hutan pertahun, terutama  dari pembalakan  yang tidak  ramah lingkungan.

Sekitar 40 % wilayah Berau kosesi hutan yang jika ingin lestari  harus menerapkan  tebang pilih. Pengelola  lahan ,pemanenan dan perencanaan  yang buruk  akan mendorong lajunya deforestasi dan degradasi hutan  yang pada akhirnya  akan menyebabkan emisi berlebihan.

Penebangan illegal,lemahny tata  kelola  kawasan menyebabkan  penebangan liar terjad di hampir  di semua  zona, menyebabkan jumlah emisi 4% menjadi  9%  tahun 2000 hingga  2008.Rata-rata  jumlah karbon yang lebih rendah  dibandingan  hutan alam, dan pembangunan  tiga hutan  tanaman  di Berau.Sebesar  74 hektar hutan primer  dan sekunder  yang masih dibebani  izin  hutan  tanaman  akan terus menghasilkan  emisi di masa depan.

”Yang menjadi persoalan  ekosistem seperti penebangan illegal,perladangan berpindah bisa  menjadi   salah satu penghambat   terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Ungkap Gunawan Budiyanto,Konsultan Ahli Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dalam konfrensi pers dalam kampanye Publik Program Restorasi Ekosistem Hutan Tropis

 Melalui  Pengembangan  Hasil Hutan  Non Kayu Untuk  Meningkatkan  Pendapatan  Masyarakat dan Pengurangan Emisi Karbon (restorasi) Kabupaten Berau,Kalimantan Timur di Kantor  PP Muhammadiyah (5/10).

 Menurutnya,pengurangan  jumlah emisi karbon  dari sector  kehutanaan  selain  dapat membatasi  terjadinya  peningkatan  suhu bumi, juga  memberikan manfaat  bagi kepentingn  masyarakat dan keanekaragaman hayati.

Berbagai aksi nyata dan dkungan kampanye public telah dilakukan guna  penguranaan  eisis karom, di tingkat nasonal maupun  provonsi dan kota  abuoaten  di Indonesia melalui program Reducing  Emissions  from  Deforetation  and  Forest  Degradation (REDD).

Sementara itu,   rusaknya hutan  sebagaiman a diungkapkan,  DR.HM Busyro Muqoddas sejak  pemerintahan   orde baru. Sedangkan  Ketua  MPM PP Muhammadiyah,  M Nurul Yamin, menilai  pentingnya  penyediaan oksigen bagi manusia.

Namun rusaknya hutan menjadikan  makin berkurangnya  oksigen. Dalam kesempatan tersebut dideklarasikan dan dan dilanjutkan  penanda  tanganan Deklarasi  kampanye Publik  Program  Restorasi  Ekosistem  Hutan Tropis. Isan/Anjar  




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi