MPM PP MUHAMMADIYAH : KAMPANYE PUBLIK SELAMATKAN HUTAN ATASI KEMISKINAN
Jumat, 7 Oktober 2016 | 23:33 WIBMEDIA ONLINE PASTVNEWS.COM, KERUSAKAN hutan di Indonesia makin parah jika tidak diselamatkan. Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur kerusakan hutan mencapai lebih dari 24.000 hektar hutan pertahun, terutama dari pembalakan yang tidak ramah lingkungan.
Sekitar 40 % wilayah Berau kosesi hutan yang jika ingin lestari harus menerapkan tebang pilih. Pengelola lahan ,pemanenan dan perencanaan yang buruk akan mendorong lajunya deforestasi dan degradasi hutan yang pada akhirnya akan menyebabkan emisi berlebihan.
Penebangan illegal,lemahny tata kelola kawasan menyebabkan penebangan liar terjad di hampir di semua zona, menyebabkan jumlah emisi 4% menjadi 9% tahun 2000 hingga 2008.Rata-rata jumlah karbon yang lebih rendah dibandingan hutan alam, dan pembangunan tiga hutan tanaman di Berau.Sebesar 74 hektar hutan primer dan sekunder yang masih dibebani izin hutan tanaman akan terus menghasilkan emisi di masa depan.
”Yang menjadi persoalan ekosistem seperti penebangan illegal,perladangan berpindah bisa menjadi salah satu penghambat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Ungkap Gunawan Budiyanto,Konsultan Ahli Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dalam konfrensi pers dalam kampanye Publik Program Restorasi Ekosistem Hutan Tropis
Melalui Pengembangan Hasil Hutan Non Kayu Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat dan Pengurangan Emisi Karbon (restorasi) Kabupaten Berau,Kalimantan Timur di Kantor PP Muhammadiyah (5/10).
Menurutnya,pengurangan jumlah emisi karbon dari sector kehutanaan selain dapat membatasi terjadinya peningkatan suhu bumi, juga memberikan manfaat bagi kepentingn masyarakat dan keanekaragaman hayati.
Berbagai aksi nyata dan dkungan kampanye public telah dilakukan guna penguranaan eisis karom, di tingkat nasonal maupun provonsi dan kota abuoaten di Indonesia melalui program Reducing Emissions from Deforetation and Forest Degradation (REDD).
Sementara itu, rusaknya hutan sebagaiman a diungkapkan, DR.HM Busyro Muqoddas sejak pemerintahan orde baru. Sedangkan Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin, menilai pentingnya penyediaan oksigen bagi manusia.
Namun rusaknya hutan menjadikan makin berkurangnya oksigen. Dalam kesempatan tersebut dideklarasikan dan dan dilanjutkan penanda tanganan Deklarasi kampanye Publik Program Restorasi Ekosistem Hutan Tropis. Isan/Anjar






