Belajar Implementasi UU Desa “Lurah Sleman Studi Banding Ke Bali
Jumat, 5 Desember 2014 | 17:20 WIBMedia online pastvnews.com, warta daerah menjelang pelaksanaan Undang-Undang Desa, sebanyak 84 kepala desa sekabupten Sleman melakukan studi banding ke Bali.
Dengan studi banding ini diharapkan seluruh kepala desa di Sleman akan mendapatkan ilmu dalam menjalankan UU Desa nantinya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Menurut Kepala Desa Purwomartani Kalasan, H Tugiran, sebelum ada UU Desa, pemerintah desa di Bali telah menunjukkan kesejahteraan karena seluruh perangkat pemerintahan desa, staf hingga kepala desa, di Bali telah menerima gaji pemerintah daerah.
Sehingga ketika UU Desa dilaksanakan pada 2015 seluruh desa di Bali telah siap. Apalagi pemerintah desa memiliki kekayaan dari pendapatan desa yang tinggi.
“Sumbangan dari pihak ke tiga terhadap perkembangan desa tiap tahun cukup tinggi. Rata-rata pertahun dari pihak tiga memberikan kontribusi sebesar Rp 1,7 miliar.
Dan bila ditambah dari ADD kabupten dan propinsi bisa mencapai Rp 4 miliar.Sehingg desa memiliki kekayaan yang besar guna melaksanakan pembangunan di desa” sambung Tugiran.
Ditambahkannya dengan adanya sumbangan pihak ke tiga kepala desa atau kalau di Bali disebut Perbekel setiap bulan mendapatkan gaji sebesar Rp 3.060.000,- ditambahkan tunjangan operasional sebanyak Rp I juta. Sedangkan setingkat Kaur memperoleh gaji Rp 1,9 juta dan kepala dukuh atau kepala Banjar mendapat gaji Rp 1,6 juta.
Selain adanya gaji dengan kekayaan yang tinggi desa-desa di Bali bisa memiliki fasilitas mobil, seperti mobil pengangkut sampah, mobil keamanan hingga mobil kepala desa. Kekayaan desa tersebut tidak lepas dari sumbangan dari pihak ke tiga, seperti para pengrajin, pengusaha resort dan villa maupun pengusaha hotel.
”Dengan sumber daya yang ada di Bali hal ini tentu tidak bisa ditiru di Sleman. Namun begitu ada pelajaran yang bagus dalam memacu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ke depan saya akan mengumpulkan perusahaan yang ada di Purwomartani” imbuh Tugiran.
Tugiran pun menyebutkan rencana untuk mengumpulkan semua pimpinan perusahaan yang berada di Purwomartani. Nantinya mereka akan diajak membahas bersama bagaimana bisa mengentaskan kemiskinan di Purwomartani.
Selain itu diharapkan setiap tahun sekali perusahaan tersebut bersedia member santunan seperti santunan anak yatim piatu hingga program bedah rumah. anjar

Video Terkait
- Dinas Kebudayaan DIY Sosialisasilkan Pembentukan Badan Pengelola Cagar Budaya Kotegede
- Presiden RI ke 6 Sby "Berikan Sinyal Tinggalkan KMP Perintahkan PD Merapat ke KIH "
- Jamu Indonesia Kalah Bersaing Dengan Jamu Tiongkok ?
- Wuiicch dinginnya air terjun ini kurang dari 20 drajat celcius ?
- Sejak Kapan Jogja Istimewa ? "Ini ceritanya "di Paparkan Ki Bekel Joyo Supriyanto
- Kohbing atau Herianto Kurniawan "Mari Mengetahui Pendiri facebook
- Hutang Indonesia membengkak 87 triliun target pajak minus 100 triliun ?
- Tahun 2015 AKBP Suharsono Mantap Menuju Bantul 1
- Amien Rais di Ruwat Mbah Sukir
- Siapa Pahlawan Nasional Indonesia Etnis Thionghoa ?




