Kembali Ke Index Video


TRADISI SANGJIT ( PASOK TUKON ) DI KALANGAN WARGA TIONGHOA

Kamis, 30 April 2015 | 20:31 WIB
Dibaca: 2633
TRADISI SANGJIT ( PASOK TUKON ) DI KALANGAN WARGA TIONGHOA
dok.foto ilustrasi asok tukon

Media online PASTVNEWS.VOM, Dalam prosesi pranikah adat cina yang biasa dilakukan sebelum pernikahan, acara ini berupa acara penyerahan sejumlah barang dan uang sebagai simbol setelah melakukan proses lamaran atau yang di sebut  Sangjit.

Berikut ini di kupas Oleh Kohbing atau Herianto Kurniawan yang di kenal pemilik dari toko mas kranggan Jogja kepada media  PASTV NEWS.COM,

 Di dalam adat Jawa proses ini disebut pasok tukon atau uang susu sebagai ucapan terimakasih kepada mertua karena telah membesarkan anaknya sejak kecil sampai besar yang sekarang di pinang oleh calon mempelai pria. Hari penentuan tanggal yang di percaya mempunyai pengaruh yang baik menurut hari tanggal yang cocok menurut ahli ramal yang di sebut Khuamia ( Gua Mia ).

Ahli kalau disini sering oleh para orang tua yang nasehatnya di percaya seperti kyai atau romo, pendeta. Sangjit itu biasanya dilakukan pada siang hari antara jam 09.00 – 13.00 WIB karena menurut secara acara itu para tamu dipersilahkan makan – makan sebelun pulang.

Marilah kita melihat apa saja yang dipersiapkan untuk melakukan upa cara Sangjit ini. Pertama tama dipersiapkan 12 nampan ( tempan meletakkan barang ). Barang apa yang perlu diberikan sekarang dirundingkan dalam 2 keluarga ini yang akan disatukan dengan sebuah perkawinan.

Menurut kebiasaan juga bila barang yang diserahkan ini sebagian dikembalikan lagi kepada pengantin pria. Bila keluarga pengantin wanita mengambil seluruh barang yang ada dapat diartikan mereka menyerahkan pengantin wanita sepenuhnya pada keluarga pengantin pria dan tidak ada lagi hubungan antara pengantin wanita dan keluarganya.

Namun bila keluarga pengantin wanita dan keluarganya mengembalikan separuh dari barang tersebut ke pihak pengantin pria dapat diartikan keluarga pengantin wanita masih punya hak untuk turut campur dalam kelangsungan kehidupan dalam perkawinan kedua mempelai itu.

Menurut perkembangan jaman upacara Sangjit ini di buat sederhana yaitu terdiri dari :

Seperangkat perhiasan, alat kecantikan dan sepatu satu set.Pakaian untuk mempelai wanita yang pantas dipakai untuk pesta atao kondangan.Angapao terdiri dari uang susu, ini biasa diambil dari uang pesta / uang Sangjit, ini biasanya di ambil sebagian saja.Nampan berisi buah apel, jeruk dan pear yang jumlahnya 8, 18, 28, unsur 8 mengandung unsur keberuntunganLilin merah besar 2 pasang berhias naga dan burung hong yang diikat pita merah untuk menghalau unsur negatif.Makanan kaleng, bisa berupa kaki babi dan kalengan kacang polong.Kue mangkok merah 18 buah sebagai lambang keberuntungan.Arak, champagne atau wine yang berjumlah 4 botol, ini bisa ditukar dengan 2 botol untuk keluarga pria dan 2 botol untuk keluarga wanita.

Nomor 3 dan nomor 7 dianjurkan diambil sebagian saja sisanya di bawa pulang oleh keluarga mempelai pria. Sebagai gantinya keluarga mempelai wanita juga memberikan seperangkat pakaian kepada mempelai pria berikut dompet supaya calon suaminya banyak rejeki, disertai permen atau coklat ( manis ).

Nampan dari pihak laki – laki yang menerima adalah ibu dari mempelai wanita dan si ibu juga memberi angpao sebagi lambang biar hoki ( lancar rejeki ).

 Adat kebiasaan ini biasa dilakukan oleh keluarga mempelai yang langkah – langkahnya menjadi buadaya yang dilestarikan sampai sekarang. Harapannya mempelai dapat langgeng perkawinannya sering di sebut BAI NIAN JIEK LAU ( PAI NIEN CIEK LAU ) artinya ratusan tahun dipersatukan oleh Tuhan. "red

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi