Diskusi Peringatan Serangan Oemom 1 Maret 2017' Yang Kaya Makin Kaya Yang Miskin Terus
Kamis, 2 Maret 2017 | 08:30 WIBMedia pastvnews.com, politik dan hukum Jogjakarta salah satu daerah dan memiliki tokoh penting dalam negara Indonesia terutama di saat melawan penjajah Belanda, tentu manusia di dalam sejarah ini mereka hidupnya tidak ada yang sempurna, kalau kita tidak berjuang, berjuang untuk kepentingan yang lebih besar.
Untuk memotivasi pesan Pak Harto, agar mereka sesudah saya benar benar menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Kita yang masih hidup ini kita berhutang terhadap sejarah yang mencapai cita –cita itu siapa, ya kita2 dari yang sudah tua kita masih punya hutang sejarah.
Kita membawa bangsa ini mencapai cita-cita dalam alenia ke dua bisa kita baca, cita-cita bangsa yaitu kita sebagai Negara merdeka bersatu, berdaulat, adil dan makmur apapun boleh, Bhineka Tunggal Ika boleh, toleransi boleh tapi harus berkedaulatan, Indonesiamu Indonesiaku boleh tapi harus berdaulat.
BERBICARA toleransi, kita kurang apa toleransi, kalau kedaulatan kita diambil orang terus emoh, terus mengenai stablitas, stabilitas itu tidak perlu beli macem-macem ,asal kita dapat mengerjakan keadilan itu pasti stabilitas.
Pertumbuhan perekonomian 15 persen boleh tapi harus adil.Yang kaya kaya terus, yang miskin miskin terus. Itu yang harus diperjuangkan, jadi ini pesan Pak Harto yang harus diperjuangkan dan harus kita pahami, hayati dan mengerti, amalkan. Ya tentara ya polisi.Itu pandangan hidup.” tegas mantan Pangdam. Menurutnya pandangan hidup itulah ,setelah pensiun sebagai Jenderal ia memilih aktif sebagai aktivis, bahkan ketika jadi aktivis pernah diperiksa polisi.
Saya pernah diperiksa polisi dan kalau ditahan saya senang, sebentar lagi saya jadi jenderal di dunia aktivis “ guraunya saat menjadi nara sumber dalam seminar Serangan Oemoem 1 Maret yang berlangsung di Ruang Rektorat, Universitas Mercu Buana, Sedayu, Bantul (Rabu,1 /3).
Hadir dalam Peringatan dan Seminar Serangan Oemoem 1 Maret antara lain Titiek Suharto,mantan Menteri, TNI/Polri , Veteran,seniman, mahasiswa.
Menurutnya, mantan Panglima yang pernah menjabat sebagai Danrem 072/Pmk tahun 1989 , menilai ada kesenjangan perekonomian, kesenjangan sosial di Indonesia yang begitu tinggi, situasi perpolitikan di Indonesia ada upaya untuk memecah belah TNI, ketidak stabilan perpolitikan salah satunya dipicu karena tidak ditegakkannya keadilan.
Hukum tumpul ke atas , tajam ke bawah. Ini yang tidak boleh,” ungkap Djoko Susilo. Ada beberapa yang harus dilakukan dalam mempertahankan NKRI, di antaranta mengingatkan kewaspadaan nasional, memilih pemimpin yang Pancasilais, religius, dan cerdas serta rekonstruksi konsitusi.
Dikatakan, ketika dalam mempertahankan kemerdekaan, ada pesan yang sangat konstektual, dari Jenderal Sudirman,dikatakan ketika Jenderal Sudirman turun dari gunung, setelah memberi pesan setelah kedaulatan diserahkan, yang bunyinya : Kemerdekaan yang telah kita miliki pertahankan jangan sekali-sekali dilepaskan dan diserahkan kepada siapapun yang akan menjajah dan menindas kita.
Jangan lengah kita harus waspada.Kita harus kuat. Waspada jangan lengah, kelengahan mengakibatkan kelemahan, kelemahan mengakibatkan kekalahan,kekalahan menimbulkan penderitaan. San /Njar

Video Terkait
- Batu Akik Bermanfaat Untuk Menandai Jenis Kelamin Perkutut
- Waoo di kawasaan malioboro akses internet gratis dan terpasang wifi
- PDB meningkat, dari 54,69 persen (2012) dan naik menjadi 55,82 persen (2013).
- Rakorda-Bkkbn DIY Harapan-Hidup-Manusia-Boming Lansia
- Pameran dan Musyawarah Agung Perkerisan Berakhir Ini Pengurusnya Hingga Tahun 2021
- Musyawarah senopati nusantara tampilkan keris koleksi zaman kerajaan mataram kuno
- Rekapitulasi KPU Jogja Pasca Pilkada 2017 Massa FPDI Protes
- Surat Edaran Mendikbud Tentang Ujian Nasional Turun Gunungkidul Berupaya Laksanakan UNBK Dengan IT




