MENGOLAH POTENSI ALAM MEMANFAATAN AIR HUJAN UNTUK PENGHIDUPAN
Rabu, 12 Oktober 2016 | 06:42 WIBMedia online pastvnews.com, berangkat dari rasa keprihatinan, dan kepedulian, Yuningsih tidak segan-segan untuk terjun langsung berbaur dengan masyarakat, merasakan keluhan masyarakat yang jauh dari ketidakberdayaan mendapatan air sebagai kehidupan dan penghidupan keseharian.Meski, ia rela untuk mengorbankan sedikit waktu untuk mencari solusi terbaik.
Sementara Yu Ning sendiri harus memenuhi kebutuhan hdup berjualan gatot tiwul, dari rumahnya di Sardonoharjo, Ngaglik Sleman menuju Pasar Godean untuk berjualan makanan tradisional, gatot tiwul.
Meski dengan keuntungan pas-pas yang kadang harus nombok untuk menunjang kegiatan pemanfaatan air hujan. Yu Ning tetap tegar dan bangga dengan aktivitas sebagai bentuk kepedulian.
Karena ketidak berdayaan, akibat sumber air bersih yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di desa, di samping karena lokasi yang jauh di atas pegunungan sementara keterbatasan sarana dan prasarana, inilah yang mengetuk hati, perempuan usia baya ini untuk menekuni profesi dan menggali potensi yang ada di masyarakat.
Dengan bermodalkan peralatan sederhana, di rumah ia mencoba memanfaatkan air hujan sebagai sumber air yang tak kalah manfaatnya dengan air sumur, ledeng dsb.Bahkan air hujan dapat digunakan untuk memasak setelah terlebih dulu melalui proses penampungan,penyaringan dan diionisasi/elektrolisa.
Sebagaimana pengakuan, Yu Ning yang ketua komunitas Tarub, ini menga ku, untuk mendapatkan air siap minum dari bahan baku air hujan.
Air hujan pertama kita biarkan untuk menghanyut kandungan kotoran tikus,burung dsb, baru hujan ke dua airnya kita tampung, disaring dan diionisasi siap dikonsumsi. ” ungkapnya.
Wajar jika di rumahnya Sardonoharjo, banyak ember plastik tempat penampung air hujan dan bebarapa peralatan sederhana. Peralatan sederhana, kemarin diperagakan dihadapan peserta sarasehan dan kampanye air di Desa Wisata Pucung rejo, Wukirsari, Imogiri,Bantul.
Meski pemaparan, ia menjadi “gong” dalam Sarasehan dan Kampanye Air dengan tema : Air Sumber Penghidupan, Ayo Jaga Kelestariannya, namun banyak masyarakat yang berminat untuk mengikuti sampai tuntas, bahkan beberapa warga mengusulkan agar sarasehan dan kampanye serupa juga diadakan di beberapa desa sekitarnya.
Beberapa nara sumber, al. Tito Asung Kumoro Wicaksono,ST M. (Kasie SDA DIY), Dr.Ing. Dr. Agus Maryono UGM,Drs. Agus Hartono Praktisi lingkungan hidup,Ir.Tribudi utama, dan Yu Ning Praktisi Pengolahan Air Siap Minum, Moderator (Pembina desa Wisata Pucungrejo). Isan riyanto.

Video Terkait
- DIY Memiliki Potensi Sumber Daya Air Baku Yang Melimpah
- Air sumber penghidupan Ayo jaga kelestariannya
- DPRD Soroti Pelayanan yang buruk, IKM Menurut Unit Layanan di RSUD Sangat Baik
- Suharsono: ‘Air Kebutuhan Utama Bagi Seluruh Mahluk Hidup
- Pemerintah Kabupaten Bantul Dukung Pembangunan Embung Pucung Wukirsari




