Kembali Ke Index Video


MENGOLAH POTENSI ALAM MEMANFAATAN AIR HUJAN UNTUK PENGHIDUPAN

Rabu, 12 Oktober 2016 | 06:42 WIB
Dibaca: 1576
MENGOLAH POTENSI ALAM MEMANFAATAN AIR HUJAN UNTUK PENGHIDUPAN
PERAGAKAN ALAT PENDETEKSI KADAR KAPUR SALAH SATU CARA UNTUK MENBGETAHUAI AIR ITU BERSIH ATAU TIDAK

Media online pastvnews.com, berangkat dari  rasa keprihatinan, dan kepedulian, Yuningsih  tidak  segan-segan  untuk terjun langsung  berbaur dengan masyarakat, merasakan keluhan masyarakat yang jauh dari ketidakberdayaan  mendapatan air sebagai kehidupan dan penghidupan  keseharian.Meski,  ia  rela  untuk  mengorbankan sedikit  waktu untuk mencari solusi terbaik.

Sementara Yu Ning sendiri  harus memenuhi kebutuhan hdup  berjualan  gatot  tiwul, dari rumahnya di Sardonoharjo, Ngaglik Sleman menuju  Pasar  Godean  untuk berjualan makanan  tradisional, gatot  tiwul.

Meski  dengan keuntungan  pas-pas yang kadang harus  nombok untuk  menunjang kegiatan pemanfaatan  air hujan. Yu Ning tetap tegar dan  bangga  dengan  aktivitas sebagai bentuk kepedulian.

Karena  ketidak  berdayaan,   akibat  sumber air  bersih yang tersedia  untuk  memenuhi kebutuhan  masyarakat di desa, di samping karena lokasi yang jauh di atas pegunungan sementara  keterbatasan sarana dan prasarana, inilah yang mengetuk hati, perempuan usia  baya ini untuk menekuni profesi dan menggali potensi yang ada di masyarakat.

Dengan  bermodalkan peralatan sederhana,  di rumah ia  mencoba memanfaatkan air  hujan sebagai  sumber air yang tak kalah manfaatnya  dengan air sumur, ledeng dsb.Bahkan  air hujan dapat digunakan untuk memasak setelah terlebih dulu melalui proses penampungan,penyaringan  dan  diionisasi/elektrolisa.

Sebagaimana  pengakuan,  Yu Ning yang ketua  komunitas Tarub, ini menga ku, untuk mendapatkan  air  siap minum dari bahan baku air hujan.

 Air hujan pertama kita biarkan untuk  menghanyut kandungan  kotoran tikus,burung  dsb,  baru  hujan ke dua  airnya kita tampung,  disaring dan  diionisasi  siap  dikonsumsi. ” ungkapnya.

Wajar jika di rumahnya Sardonoharjo, banyak  ember plastik tempat penampung air hujan dan bebarapa peralatan sederhana. Peralatan sederhana, kemarin diperagakan dihadapan  peserta sarasehan  dan kampanye air di Desa Wisata Pucung rejo, Wukirsari, Imogiri,Bantul.

Meski pemaparan, ia  menjadi “gong” dalam Sarasehan dan Kampanye  Air  dengan tema : Air Sumber Penghidupan, Ayo Jaga Kelestariannya, namun  banyak  masyarakat yang berminat untuk mengikuti sampai tuntas, bahkan   beberapa  warga mengusulkan agar sarasehan dan  kampanye serupa juga diadakan di beberapa desa sekitarnya.

Beberapa nara sumber, al. Tito Asung Kumoro Wicaksono,ST M. (Kasie SDA DIY), Dr.Ing. Dr. Agus Maryono  UGM,Drs. Agus  Hartono  Praktisi lingkungan hidup,Ir.Tribudi utama, dan Yu Ning Praktisi Pengolahan  Air  Siap Minum,  Moderator  (Pembina  desa Wisata Pucungrejo).  Isan riyanto.




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi