Kembali Ke Index Video


GUBERNUR DIY RESMIKAN,PERPUSTAKAAN GRHATAMA PUSTAKA

Jumat, 1 Januari 2016 | 21:32 WIB
Dibaca: 2291
GUBERNUR DIY  RESMIKAN,PERPUSTAKAAN GRHATAMA  PUSTAKA
PERPUSTAKAAN

BANTUL – PASTVNEWS.COM – PERPUSTAKAAN  sebagai jendela  dunia, dengan menghadiri dan menfaatkan buku sebagai sarana ikut mencerdaskan  bangsa  memberi warna tersendiri bagi tumbuh kembangnya  masyarakat.

 Sejauh mana keterlibatan  dunia pustaka dalam ikut memajukan dan mencerdaskan lewat budaya baca.  Berikut,  MEDIA PASTVNEWS.COM. melaporkan.

BUDAYA minat baca  masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga lainnya.  Dari hasil penelitian Indonesia minat baca  hanya  51,7 persen. Angka tersebut  lebih rendah  di bandingkan dengan  Filipina  52, 6 persen  dan Thailan  65,1 persen, serta Hongkong  mencapai 75.5 prsen.

 Demikian diungkapkan  Gubernur DIY  Sultan Hamengku Buwonobon  X,  saat meresmikan  Gedung Perpustakaan  Daerah   DI Yogyakarta, Grahatama Pustaka,  Di Banguntapan,  Bantul. ( 21/12/15).

Dikatakan,  untuk memenuhi  hal tersebut  dibutuhkan kerja keras dari semua pihak,  secara bersama-sama  untuk meningkatkan  minat baca, menurutnya,  dengan menumbukan  minat baca di masyarakat akan memberi dampak merubah kultur  dan akan memberikan dampak   peningkatan pengetahuan  masyarakat.

Perpustakaan,  ungkap  Sultan,  merupakan bagian   penting dalam   dinamika  pemerintah  dan masyarakat. Untuk memajukan perpustakaan tidak bisa  hanya berfungsi sebagai penyimpanan  koleksi  buku tetapi sebagai  pusat pendidikan  masyarakat. dengan demikian,  perpustakaan  bisa menjadi  centre  learning society.

Keberadaan perpustakaan pun dapat  semakin  berkembang  dan bermanfaat  bagi bangsa. “Perpustakaan sebagai  tempat pembelajaran , perpustakaan  harus mampu  mengembangkan  dirinya, dalam  mengolah  berbagai informasi  dan pengetahuan. Oleh  karena  itu, pustakawan  harus  mampu  menyesuaikan   perubahan,” tegas  Sultan.

Menghadapi perkembangan   digitalisai, Sultan berharap  keberadaan perpustakaan  diharapkan berkunjung ke perpustakaan  menjadi kebutuhan.Perpustakaan juga harus  mampu menyediakan  berbagai informasi dalam bentuk digital.”ungkap  Sultan.  Menurutnya, pengunjung akan  mudah ntuk mengakses perkembangan  tehnologi informasi.

“ Sedangkan  untuk profesi, pustakawan   saya berharap  tidak merasa dianggap sebagai posisi  yang tidak penting, justru  kehadiran pustakawan  memiliki tanggung  jawab  besar  dalam mengubah pola pikir  masyarakat  dari pola pikir  tutur menjadi pola pikir membaca.

 Dengan banyak membaca  masyarakat memiliki pola pikir  yang luas dan  berdampak  kepada dinamika   social politik  dan ekonomi  masyarakat.  Masyarakat Indonesia,  masih berada  dalam konteks  budaya  tutur yang banyak  didasari  oleh fenomena atau  bahkan  pola pikir  mistis.

 Oleh karena itu, hadirnya  perpustakaan  serta meningkatkan minat baca  masyarakat akan   mampu  mengubah pola  pola pikir  tutur  mistis menjadi pola pikir  membaca positif. Hal inilah yang diharapkan   mampu meningkatkan  taraf hidup  masyakarat, sebagai contoh, minat  baca   masyarakat.

 Sementara itu,  Kepala Perpusda  DIY Budi  Wibowo,  mengungkapkan dibangunnya Grhatama  Pustaka seluas 2,4 ha  sebagai bentuk komitmen  Pemda DIY memajukan masyarakat melalui  budaya membaca.

Berbagai sarana dan prasarana pendukung  al, ruang seminar, audio visual,pemutaran film tempat duduk,  gazebo.Gedung perpustakaan yang dilengkapi fasilitas lengkap tersebut,  sebagaimana digambarkan Budi Wibowo Grhatama Pustaka  memiliki   sirip empat  yang menggambarkan  tentang dinamisasi  perpustakaan daerah.  

Empat sirip juga memiliki  makna,  Dimana empat sirip sama seperti  pilar kehidupan  manusia, yaitu  Prakoso, Agung, Wulung dan Wangi yang merupakana konsep  filosofi  spiritual  kesempurnaan pribadi masyarakat Jawa.

Manusia Indonesia memiliki kemampuan,  pengetahuan  tinggi,  dan di dukung  SDA  yang melimpah, bukan tidak mungkin  Indonesia  akan menjadi bangsa   yang maju dan sejahtera”,ungkap Budi.

Usai peresmian gedung berlantai   tiga, , Gubernur  DIY beserta rombongan melakukan peninjauan ruang koleksi pustaka. Berbagai kegiatan menyemarakkan  peresmian   Grhatama Pustaka,  di antara    pameran, lomba  poster,  menulis huruf  Jawa, berceritera  bahasa Jawa  dan lomba macapat.

  Pameran buku  juga digelar  dengan melibatkan 12 penerbit,  Karnaval perpustakaan yang diikuti  20 kelompok. Pentas Kyai  Kanjeng,  dan  diakhiri pentas wayang kulit, menghadirkan dalang  Ki Seno Nugroho  dengan  lakon  “Banyu  Suci  Perwito Sari”. (Isan R)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi