Kembali Ke Index Video


Paidi Bengkel Kereta Kraton

Jumat, 1 Januari 2016 | 20:59 WIB
Dibaca: 2233
Paidi Bengkel Kereta Kraton
KERETA KRATON

Media online PASTVNEWS.COM, Berbagai kesiapan  mempersiapkan diri,  juga  menggelar selatan agar diberi  kemudahan dalam memperbaiki  benda- benda bersejarah.

“ Saya selamatan  sekali saja, berupa nasi gurih,pisang raja,  dan jajanan pasar lainnya,  didoakan dan memohon  kepada  yang maha kuasa  agar  dapat kelancaran dalam mengerjakan “ ungkapnya.

Memperbaiki,  kereta milik bekas dinasti Mataram ini, sudah hampir  puluhan kali mendapat amanah. Ia  juga mengaku pernah memperbaiki kereta kencana  yang dibuat  pada   zaman Sultan  HB IV.

Rata-rata kereta yang ia perbaiki,   hanya digunakan sekal dalama  acara penobatan sebagaia raja.  Sesudah itu disimpan digarasi kereta Keraton.

Tentu saja kepercayaan yang  diberikan  Paidi merupakan pengalaman tersendiri. “ Ya kepercayaan  dari keraton tentu saja tidak   saya  sia-siakan,  karena  kepercayana itu harus dijaga,  ayah saya juga mendapat kepercayaan dari keraton jadi  ya harus  saya jaga betul. ungkapnya. Kepiawian membuat dan memperbaiki kereta didapat  secara turun temurun, karena kebiasaan  seringnya menyaksikan   orangtuanya bekerja merenovasi  kereta.

Saya hanya tinggal meneruskan warisan orangtua saya, tahun  70 an saya sudah belajar  ikut membantu memperbaiki  kereta.”katanya. Keahlian,  Paidi bersama saudara-saudara menekuni usaha  warisan  orangtuanya  sebagai  usaha perbengkelan kereta masih tetap ditekuni.

Karena usahanya milik  keluarga besar orangtuanya Harjo  Wiyono , usaha perbengkelan yang diberi nama Pendawa Lima,  ini  tetapi berjalan. Diberi nama  Pendawa Lima sebagaimana diungkapkan, Paidi,  karena   ia bersama lima bersaudara meneruskan usaha orangtuanya bengkel Pendawa Lima.

 

 Diambilnya nama  Pendawa Lima,   sebagai dituturkan, Paidi  karena usaha bengkel merupakan  warisan  orantuanya yang harus dilestarikan. “ Karena  bengkel  warisan  orangtuanya yang sudah sejak lama dirintis,  kami berlima  tinggal meneruskan amal usaha  keluarga, kelima  saudara saya Sugeng,  Sumardi,  Sugiman,  dan Jiyono dan saya sendiri,” sebut   Paidi. isan riyanto  

 

 

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi