Paidi Bengkel Kereta Kraton
Jumat, 1 Januari 2016 | 20:59 WIBMedia online PASTVNEWS.COM, Berbagai kesiapan mempersiapkan diri, juga menggelar selatan agar diberi kemudahan dalam memperbaiki benda- benda bersejarah.
“ Saya selamatan sekali saja, berupa nasi gurih,pisang raja, dan jajanan pasar lainnya, didoakan dan memohon kepada yang maha kuasa agar dapat kelancaran dalam mengerjakan “ ungkapnya.
Memperbaiki, kereta milik bekas dinasti Mataram ini, sudah hampir puluhan kali mendapat amanah. Ia juga mengaku pernah memperbaiki kereta kencana yang dibuat pada zaman Sultan HB IV.
Rata-rata kereta yang ia perbaiki, hanya digunakan sekal dalama acara penobatan sebagaia raja. Sesudah itu disimpan digarasi kereta Keraton.
Tentu saja kepercayaan yang diberikan Paidi merupakan pengalaman tersendiri. “ Ya kepercayaan dari keraton tentu saja tidak saya sia-siakan, karena kepercayana itu harus dijaga, ayah saya juga mendapat kepercayaan dari keraton jadi ya harus saya jaga betul. ungkapnya. Kepiawian membuat dan memperbaiki kereta didapat secara turun temurun, karena kebiasaan seringnya menyaksikan orangtuanya bekerja merenovasi kereta.
Saya hanya tinggal meneruskan warisan orangtua saya, tahun 70 an saya sudah belajar ikut membantu memperbaiki kereta.”katanya. Keahlian, Paidi bersama saudara-saudara menekuni usaha warisan orangtuanya sebagai usaha perbengkelan kereta masih tetap ditekuni.
Karena usahanya milik keluarga besar orangtuanya Harjo Wiyono , usaha perbengkelan yang diberi nama Pendawa Lima, ini tetapi berjalan. Diberi nama Pendawa Lima sebagaimana diungkapkan, Paidi, karena ia bersama lima bersaudara meneruskan usaha orangtuanya bengkel Pendawa Lima.
Diambilnya nama Pendawa Lima, sebagai dituturkan, Paidi karena usaha bengkel merupakan warisan orantuanya yang harus dilestarikan. “ Karena bengkel warisan orangtuanya yang sudah sejak lama dirintis, kami berlima tinggal meneruskan amal usaha keluarga, kelima saudara saya Sugeng, Sumardi, Sugiman, dan Jiyono dan saya sendiri,” sebut Paidi. isan riyanto





