Kembali Ke Index Video


Harga 1 Sak Semen di Papua Rp. 800.000 ?

Rabu, 20 November 2013 | 20:14 WIB
Dibaca: 2785
Harga  1 Sak Semen di Papua  Rp. 800.000 ?
ADOLF IRIWADAN SE KEPALA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA TOLIKARA PAPUA

Papua-Pastvnews.com, harga semen untuk  pembangunan di Provinsi Papua terbilang mahal, hal ini berbeda dengan harga sement yang ada di Indonesia Barat terutama di Pulau Jawa yang hanya sekitar Rp. 50.000 persak.

Satu  sak semen di Papua cukup mahal sebab harganya  1 sak Rp.800.000, jadi jangan heran bila di Papua jarang bangunan yang mengunakan semen dan yang ada adalah bangunan dari kayu.

Ungkapan harga semen mahal ini di sampaikan oleh Kepala dinas pariwisata Tolikara  13 November 2013 di Jogjakarta.

Harga mahal  tersebut di antaranya karena Papua merupakan daerah yang bermedan berat yakni pegunungan, sehingga ketika akan menggunakan dan mengakut semen jelas menggunakan  tranfortasi udara, seperti kapal terbang, dan helicopter.

Di Papua  semua harga serba mahal, jadi meski saya memiliki tunjangan sekitar 100 juta perbulan, tetapi saat uang di belikan barang seperti ikan hanya dapat 3 ekor, "papar Adolf  Iriwadan SE Kepala dinas Pariwisata Tolikara.

Jauh -jauh dari Papua, lantas panitia memberikan waktu, kemudian pesan dan kesan terhadap pelatihan  peningkatan SDM yang di selenggarakan oleh Kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY dan Jogja Tourism TrainIng Centre (JTTC)  UGM  di hotel Cakra kusuma DIY 11 s/d 13 November 2013, ini Dia mengaku senang dapat mengikuti diklat. saya akan praktekan pengetahuan ini sambut Adolf.

Selain mahalnya semen kami juga masih harus ekstra hati-hati sebab di papua masih ada gerombolan GPK yang sering mengacau, sehingga saat saya bertugas di lapangan bahkan di kantor sering mengantongi 1 senjata pistol.  

Adolf menambahkan,  untuk Tolikara pendapatan terbesar adalah wisata, dan pertanian, oleh sebab itu kami melakukan terobosan promosi ke luar negri agar dapat mendongkrak PAD lewat Kepariwisataan, terkait hal ini, kami membuat dan berencana pergi ke Jerman dalam rangka Promosi “kata Kepala dinas Tolikara Papua tersebut.

Di akhir sambutannya, Papua  terbilang keras, meski demikian, hatinya seperti salju pungkas “Adolf di sambut  tawa sekitar 30 peserta diklat “team red”




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi