Kembali Ke Index Video


Perempuan, Pancasila Era Disrupsi Banyak Tantangan

Selasa, 24 April 2018 | 12:05 WIB
Dibaca: 1812
Perempuan, Pancasila Era  Disrupsi Banyak Tantangan
DISKUSI PANJANG TENTANG PEREMPAUAN UNTUK NEGARA Media pastvnews.com, sosok perempuan mempuyai  peran penting tidak saja sosok yang melahirkan keturunan merawat dan membesarkan   generasi penerus. Pengelola  rumah tangga, sebagai  ibu, sosok yang pertama  menanamkan nilai- nilai agama, budaya ,moral, kemanusian, pengetahuan, keterampilan dan keluhuran budi pekerti.

Sebagai insan  bersemangat, aktif kreatif bermoral, bervisi kemanusiaan  dan penuh  inisiatif. Hal tersebut  diungkapkan, Rektor Universitas Pembangunan  Nasional “Veteran”, Yogyakarta Prof. Dr. Sari Bahagiarti Kusumayuda M.Sc dalam  Diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS), di  Hotel Sri Wedari, Yogyakarta,(23/4).

Menurutnya,peran perempuan diluar rumah tangga,wanita karier dibidang  pendidikan peneliti,budaya, social kemasyarakatan, politikus, bisnis dan rekayasadan  berbagai kehidupan.

Acapkali perempuan sebagai inspirator dan motivator  bagi pelaku pembangunan. Sumber daya  yang belum dimanfaatkan secara optimal. Secara langsung atau tidak langsung perempuan mempunyai  kontribusi  besar terhadap pembangunan bangsa.

Sambil mengutip, hadis nabi,  “Perempuan itu tiang  Negara apabila perempuan baik, maka baiklah, dan apabila  perempuan rusak  maka rusaklah  negara itu,”(Rasulullah). 

Emansipasi sudah ketinggalan, sudah  masa lalu, di Indonesia orang  tidak mempermasalahkan apakah laki laki atau perempuan sepanjang memiliki kapastitas maka  dia berhak atas posisi “ ungkapnya.Tampil sebagai nara sumber, Drs.Idham  Samawi, Ning  Rintiswati Santosa.

Disinggung peran perempuan dalam melestarikan  Pancasila, di era  disrupsi, Sari Bahagiarti menyatakan peran perempuan sebagai pelestari Pancasila di era disrupsi, menanamkan  nilai-nilai   agar Pancasila  mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

Menggiatkan gerakan cinta  tanah air, kebangsaan  untuk menangkal  masuknya informasi yang tidak sesuai dengan niai-nilai Pancasila. “Diera disrupsi Pancasila menghadapi  banyak tantangan, maka   harus   terjaga mengakar  kuat di hati masyarakat. Pancasila harus hadir,  di seluruh perikehidupan bangsa harus tercermin  dalama ketauladannya para pemimpinnya.”pungkasnya. isan r


Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi