Kembali Ke Index Video


Proyek Aspalisasi dan Jembatan Krosway Pindah Ke Desa Lain 'Warga Jelok Beji Bengok - Bengok'

Rabu, 27 Juni 2018 | 11:50 WIB
Dibaca: 2193
Proyek Aspalisasi dan Jembatan Krosway Pindah Ke Desa Lain 'Warga Jelok Beji  Bengok - Bengok'
dok foto pastvnews.com, Sukriyanto berblangkon meminta proyek harus sesuai DED

Gunungkidul media pastvnews.com proyek pembangunan di berbagai desa di Gunungkidul sedang banyak di galakkan agar wilayah yang ada bisa lebih baik sehingga hasilnya lebih bermanfaat bagi warga.

Namun dan terkadang proyek yang di jadwalkan justru berbelok atau alih lokasi atau pindah tempat atau proyek di pindah oleh para pelaku kepentingan sehingga bernasip lain atau bahkan jadi gunjingan warga sekitar karena di anggap mleset.

Jalan aspal dan krosway  yang akan di bangun di destinasi Jelok menjadi gejolak, pasalnya menurut informasi  selama ini belum pernah ada kabar akan mendapat  proyek.

Sukriyanto pengurus desa wisata Jelok merasa kaget karena beberapa personil dari kejaksaan Gunungkidul sidak dan menanyakan ke Dirinya, bagaimana kesiapan dan apa benar pengajuan untuk Padukuhan Jelok.

Saat itu saya tak tahu sehingga saya menjawab, kalau ada tentu kami bisa merinci ‘papar Sukriyanto 27 juni 2018 di sela - sela syawalan diPlayen Gunungkidul saat menjawab ragam pertanyaan dari awak media pastvnews.com.

Lebih lanjut di paparkan pula, saat itu rencana proyek di ketahui dari intel kejaksaan yang turun ke Jelok dan menjelaskan bahwa, Jelok akan dapat dana aspal dan krosway sebesar Rp. 1,4 milyar.

Saya bantah tidak tahu karena memang benar –benar tak tahu menahu rencana tersebut, kemudian agar kejaksaan dapat info yang sebenarnya, saya menjawab tim sidak  saat itu, maka saya lantas melempar ‘mungkin yang membuat  RAB Pemdes atau Kades Desa Beji coba tanya ke sana atau ke Kecamatan aja Pak !

Atas balik lempar saya tersebut ‘ lantas para pejuang keadilan itu tanya,  apa anda punya nomor HP pak Camat ? Di jawab ada Pak  ini nomor Hp Pak camat, ‘kata Sukri mengulang siarannya 27 juni 2018.

Nah hasil telepon antara Intel kejaksaan dan pak  Camat Patuk yang saya tahu saat itu pak Camat bilang kalau dana 1,4 itu ndak cukup untuk bangun Jelok, sehingga akan di alihkan ke desa Salam,

Sementara tim sidak mengatakan dana itu memang untuk Jelok sesuai data-data dan kelengkapan DEDnya 'lanjut  Sukri kembali menirukan Tim intel dari kejaksaan terkait info proyek yang akan di biaya pemerintah 'kata Sukri .

Sebenarnya kabar ini hanya siaran ulang sebab rencana tersebut sudah 3 tahun lalu, jauh sebelum ada bencana banjir bandang menerjang jembatan Jelok tahun 2017  yang  hingga kini takkan kembali.

Tentu kami kecewa karena jika benar akan dapat proyek untuk revitalisai kawasan destinasi kepentingan perekonomian rakyat yang sementara akan menelan 1,4 milyar  justru kandas, maka ini sebagai preseden buruk, dan jelas menjadi kabar menghebohkan di kalangan warga.

Apalagi kejaksaan sudah cek Desain Enginering Detail (DED) untuk Jelok tapi berpindah ke desa Salam, maka kami akan terus bersuara, masak wong atasan kok malah mempermainkan proyeknya wong cilik dengan demikian, tentu Dong  kami terang - terangan akan berupaya mengangkat ketidak benaran tersebut agar sesuai DED.

Sampai hari ini 27 Juni 2018  terkait  proyek 1,4 milyar masih belum ada kabar, apa jadi atau tidak tetapi kabar yang  saya dapat pasca lebaran kok sepertinya jadi ramai dipergunjingkan warga 'pungkas Sukri.

Kabar desa Beji Patuk akan dapat kucuran dana aspal dan krosway senilai 1,4 milyar menjadi perbincangan hangat ratusan warga, karena kabar awal sesuai DED di Jelok tapi malah akan membelok di desa lain .

Apa benar sebuah proyek  untuk kepentingan rakyat di suatu wilayah bisa di belokan oleh oknum oknum tertentu atau akankah bisa kembali akan di kerjakan bila proyek telah sesuai dengan DED ?

Tentu jika sebuah proyek sudah tercium dugaan akan dibelokkan, Pantas saja pihak kejaksaan Gunungkidul  turun kelapangan untuk menangani,  sedang jika benar sesuai DED maka warga akan beruntung punya pemimpin yang amanah .

Semoga kabar ini menjadi catatan penting bagi pemangku kepentingan untuk mengedepankan harapan warga  sehingga kedepan tidak akan menjadi masalah siapapun mereka ‘ed/ym/tim red’




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi