Pesantren Pasar Potensial Pengembangan Ekonomi Mikro 'Mereka Perlu Di Suport Modalnya
Sabtu, 17 November 2018 | 21:31 WIBBantul - Pastvnews.com Media online - Pondok Pesentren (PP) merupakan salah satu obyek sasaran perputaran ekonomi mikro yang potensial untuk dikembangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Maka perlu adanya pengembangan dan kerja sama secara sinergitas antara masyarakat pesantren dan para pelaku ekonomi mikro dengan OJK.
Berdasarkan sejarah bahwa PP secara tulus sudah berjuang untuk masyarakat. Di dalam PP banyak terdapat para pelaku ekonomi mikro yang sudah ada.
Keberadaan mereka memerlukan mitra untuk mengembangkan usahanya dengan sistem yang mudah dan sederhana "kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat peluncuran program Klaster Pembatik Bank Wakaf Mikro (PWM) Berkah Mandiri di PP Almunawwir Krapyak Yogyakarta, Sabtu (17/11).
Menurutnya, dengan diberikan bantuan pinjaman permodalan dengan bunga ringan kepada para pelaku usaha di PP maka tingkat perekonomin mereka akan semakin baik.
Meskipun jumlah nasabah di OJK sudah cukup banyak (ribuan) dan jumlah bank wakaf tidak kurang 35 ,namun tetap akan dilakukan penciptaan klaster yang baru sebagaimana yang ada di PP ini.
Mekipun para pelaku ekonomi di sini hanya diberikan pinjaman Rp 1 hingga Rp 1,5 juta per orang tetapi bunganya hanya 3 (tiga) persen per tahun.
Maka diharapkan akan meringankan beban usaha mereka bila perlu nantinya apabila usaha mereka semakin berkembang maka akan dilakukan penambahan satuan pinjaman kepada mereka.
Sementara itu, pada saat bèrlangsung dialog antara Wimboh Santoso dengan para pembatik dan pelaku ekonomi itu terungkap beberapa keinginan dari mereka.
Mereka menginginkan adanya fasilitasi pameran di tingkat nasional. Penambahan jumlah pinjaman permodalan.
Perlu adanya fasilitasi bila ada konsumen yang dalam pembayarannya tidak tepat waktu.
Pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi pelaku ekonomi mikro dan pendampingan marketing melalui Online serta pengepakan produk.
Pada esempatan sama Bupati Bantul Drs .H Suharsono nampak hadir dan memberikan sambutannya yang dibacakan oleh salah serang Kepala Dinas.
Dalam sambutannya dikatakan batik merupakan icon dan produk asli Bantul maka sangat potensial untuk dikembangkan usahanya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Bantul Hj Aristini Sriyatun di sela-sela acara ini mengatakan, pihaknya siap menindak lanjuti adanya peminjaman permodalan kepada para pelalu ekonomi mikro termasuk pembatik hingga Rp 5 juta per orang.’Supardi

Video Terkait
- Mungkinkah 2019 Bantul Bisa Bersih Sampah ?
- Paket Umroh 9-15 Hari Bisa Bayar Di Tanah Suci
- Inilah New Pendapa Bantul Senilai 4 Milyar "Siapa Penggunanya ?
- Bupati Bantul Berikan Pernyataan Yang Aneh
- Gemburkan tanah pakai traktor selesaikan dengan singkat
- Inilah Hasil TMMD Di Banding Pemborong Mampu Hemat Biaya 32 Juta Hasilnya Jos
- TANTANGAN KEBENCANAAN DI BANTUL 'BERAT' ?




