Perubahan Jalur Pembangunan JJLS DIY Masih Hambatan ?
Senin, 28 Maret 2016 | 07:00 WIB
MEDIA ONLINE PASTVNEWS.COM, PEMBANGUNAN jalan alternatif lintas selatan atau yang dikenal dengan jalan Daendels (Jalur Jalan Lintas Selatan), yang menghubungkan antar propinsi yang pembangunannnya sedang berjalan, namun untuk menghindari agar ke depan tidak mengalami tindih pengelolaan perlu adanya koordinasi antar propinsi.
Jalan lintas antar propinsi yang didanai dari anggaran APBN tersebut sebagaimana diungkapkan Kepala Seksi Perencana Jalan dan Jembatan Bina Marga Dinas PUP- ESDM, Bambang Sugaib, saat ditemui dikantornya,belum lama ini mengakui ada perubahan jalur, yakni perubahan dimaksudkan sebagai bahan masukan dari Pemkab Gunungkidul, atas permintaan Bupati,
perubahan tersebut salah satunya utuk menghindari kemacetan di kawasan obyek wisata pantai, Baron. ”Masukan dan saran dari Bupati merupakan masukan bagi kami, agar ke depannya tidak menjadi masalah. “ ungkapnya.
Dikatakan, perubahan melingkupi beberapa titik JJLS, di antaranya dekat Pantai Baron,jalan jalur cepat menuju Bandara di Kulonprogo, sehingga potensi kemacetan bisa dihindari. Beberapa titik lagi yang dialihkan dalam titik Planjan-Tepus, jalur itu dipotong untuk menghindari TPR. Kemudian jalur Tepus –Jepitu juga dilakukan perubahan untuk menghindari jalur padat penduduk.
Setelah itu jalur Jerukwudel - Duwet sebagai pintu masuk dari arah Pracimantoro, Wonogiri. JJLS total panjangnya 116,07 Km yang melewati kabupaten Kulonprogo (23,15 Km),Kab. Bantul (16,58 Km), dan Kabupaten Gunungkidul 76,34 Km.Hampir secara keseluruhan tidak mengalami hambatan. Hal ini terungkap, saat Kepala Seksi Perencana Jalan dan Jembatan Bina Marga Dinas PU –ESDM Bambang Sugaib, ditemui di kantornya belum lama ini.
Dikatakan Jalur Jalan Lintas Selatan yang dibiayai untuk pembebasan lahan yang terkena menggunakan dan APBD, sedangkan untuk pekerjaan infrastruktur dikerjakan dengan dana dari APBN atau satker PJN. Sementara untuk pembebasan tanah hampir tidak ada masalah termasuk pembebasan lahan tanah warga yang terkena proyek JJLS.
Lebih jauh pihaknya selalu mengadakan koordinasi dari ketiga kabupaten,masing-masing Kulonprogo,Bantul dan Gunungkidul. “Kami terus melakukan upaya pendekatan secara manusiawi, kami lakukan untuk menghindari persengketaan atau gugatan dari warga,” ungkapnya sembari mencontohkan kasus pembangunan Bandara di Kulonprogo
Pembangunan proyek berskala nasional dengan panjang jalan nasional 116,07 Km, dengan rincian Kulonprogo dengan panjang 23,15 Km (meliputi Congot-Ngremang- Srandakan. Kabupaten Bantul (16,28 Km) meliputi Srandakan 3-Parangtritis-Girijati), Kabupaten Gunungkidul dengan ruas jalan 76,34 Km meliputi Girijati-Tlogowarak-Klampok-Legundi-Planjan-Tepus-Jerukwudel-Baran- Duwet).
Sedangkan JJLS Kabupaten Kulonprogo-Bantul meliputi (Congot-Ngremang-Srandakan 3 (Pandansimo) dengan panjang ruas 23,15 Km sudah terbangun 19,35 Km lebar 7 M (4 lajur =2,00 Km,2 lajur=17,3 Km) s.d 2015.Pembangunan konstruksi 2,80 Km belum terbangun 1 Km.
Segmentasi jalur JJLS Kulon Progo-Bantul Srandakan 3 (Pandansimo)-Samas-Parangtritis-Girijati 16,28 Km (2 lajur) s.d tahun 2015.Sudah terbangun 5,60 Km (2 lajur) s.d tahun 2015.Pembangunan konstruksi 2,70 Km,belum terbangun 8,28 Km, untuk tanah belum bebas direncanakan akan diselesaikan tahun 2017.
Sedangkan segmentasi JJLS Kabupaten Gunungkidul ( Girijati-Togowarak-Klampok-Legundi-Planjan-Tepus –Jerukwudel-Baron-Duwet panjang ruas 76,34 Km, sudah terbangun sepanjang 29,64Km dengan lebar 7 M( 2 lajr s.d tahaun 2015.belum terbangun sepanjang 46,70 Km, sedangkan tanah yang belum bebas direncanakan selesai tahun 2017.sandy

Video Terkait
- DANDY SISWA SMU KORBAN PENGANIAYAAN DAN TABRAK LARI DI DEPAN CAFÉ ESPRESSO, SELOKAN MATARAM
- Gubernur Jambi Bersama Kajati Lakukan Penandatanganan TP45
- BPJS Cabang Jambi Siap Jalankan Perpres Terbaru Bagi Peserta JKN.




