Kembali Ke Index Video


DANDY SISWA SMU KORBAN PENGANIAYAAN DAN TABRAK LARI DI DEPAN CAFÉ ESPRESSO, SELOKAN MATARAM

Senin, 28 Maret 2016 | 06:34 WIB
Dibaca: 1964
DANDY SISWA SMU  KORBAN PENGANIAYAAN DAN TABRAK LARI DI  DEPAN CAFÉ  ESPRESSO,  SELOKAN MATARAM
korban tabrak lari di Rs

DANDY Kresna Bayu Bintoro(15) siswa klas I SMU Muhammadiyah 3 Yogyakarta, menjadi korban tabrak lari dan  penganiayaan di depan café Espresso, Selokan Mataram, Depok, Sleman.Sebagaiana diungkapkan,  ayah korban Akung Tri Pamungkas.

Saat ditemui di Polsek Bulaksumur anaknya yang tidak merasa  mempunyai musuh, sepulang mengikuti care lday di UGM bersama temannya dianiaya setelah terlebih dulu menjadi korban tabrak lari.

”Anak saya tidak punya musuh,kok ditabarak dan dianiaya ma saya lapor ke polisi,”ujarnya. Kini korban  yang mengalami luka parah  dibagian kepala lebam dan mengeluarkn darah ,kini korban di rawat di RS Panti Rapih.

Peristiwa,terjadi saat pulang seusai mengikuti Care Day di UGM. Ketika itu ia  bersama temannya  pulang dari acara care day Sunday Morning, di tengah jalan berpapasan dengan mobil yang melawan arus langsung menabrak hingga terpental, nasib sial bukan ditolong malah dianiaya oleh pengunjung café  secara beramai-ramai.

Bahkan  salah seorang pengunjung  café mengancam dengan nada kasar dan menghalang-halangi untuk membawa korban ke rumah sakit.

Saat kejadian  anak saya tidak ditolong malah  mendapat perlakuan tak manusiawi, dengan memukul dengan  balok, dan kursi bahkan saksi lainnya warga sekitar, M Rizal   yang hendak menolong,mendapat ancaman dengan kata-kata kasar “ Awas kalau ada yang membawa ke rumah sakit.” tutur ayah korban menirukan si penolong.

Masih menurut penuturan, ayah korban. “ Dandi dan  temannya sedang menunggu di depan  café Espresso untuk menyelesaikan perselisihan,” kata Akung. Saat  sedang menunggu, tiba-tiba dari arah  berlawanan arus, mobil berputar arah.

Diduga  pengemudi mabuk,karena  saat kejadian mobil malah tancap  gas dan meninggalkan korban  hingga terpental, dan meninggalkan korban tanpa merasa  berdosa,korban dibiarkan terkapar.

Atas musibah yang dialami keluarga Akung, dan merasa tak berdosa itu menjadi korban kebiadaban. Sudah melakukan upaya  untuk melapor ke polisi,namun belum ada  tindakan. Atas pelayanan ini, ia merasa kecewa.

Pihak petugas polsek setempat, saat dikonfirmasi, menyatakan kasusnya sudah ditangani petugas, bahkan mendapat jawaban bahkan sudah mengakui mengetahui indentitas pelaku.

“Kami tidak bisa memberi indentitasnya,karena takut kabur,” ungkap oknum petugas.Saat Pastv, mencoba membezuk korban tengah ditunggu  anggota keluarga termasuk orangtua korban dalam keadaan makin parah,bahkan berteriak-teriak,emosi tak terkontrol bahkan sering mengiggau.”

Yah, seperti ini mas  anak saya, tahu sendiri keadaan anak saya” ungkapnya bernada pasrah.Yang  saya sayangkan kok polisis lambat meanganainya,padahal  saya sudah lapor kasus ini,” ungkap Akung orangtua korban.  isdn




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi