PEMBANGUNAN TAMAN ABU BAKAR ALI MENGKHAWATIRKAN PENGUNJUNG WISATA, BANYAK BANGUNAN YANG RUSAK, MEREMBES SAAT HUJAN
Senin, 28 Maret 2016 | 06:50 WIBMEDIA ONLINE PASTVNEWS.COM, BANYAKNYA keluhan pedagang kaki lima (PKL) yng menempati di taman parkir Abubakar Ali (ABA) merasa kurang nyaman,terlebih saat musim penghujan. Banyak pengunjung yang mengeluhkan banyak pengunjung yang memadati tempat parkir yang disediakan pemkot.
Namun beberapa PKL merasa khawatir, banyak kendaraan bus-bus yang menempati taman parkir, membuat bagian rusak, bahkan ada bagian yang merembes sehingga airnya masuk kios PKL. Hal tersebut diungkapkan, Siti pemilik kios pakaian dan suvenir.
Kekhawatiran ini juga dialami pemilik kios di sebelahnya, yang merasa khawatir, jika bus-bus mulai masuk, “ Getarannya terasa kenceng, lebih-lebih kalau ada kereta lewat, getarannya terasa sekali, “ungkapnya.
Dari pantauan, di taman parkir ABA yang biaya dengan dana sebesar Rp. 21.992.338.000,00 tersebut ditemukan beberapa ketidak sempurnaan dalam pengerjaan bahkan terkesan tergesa-gesa.Seperti yang ditemui dilantai dua, beberapa bagian terutama pada talang air, yang tak mampu menampung air hujan, yang menyebabkan teradinya luapan air hujan.
Bahkan sering merembes ke bawah. Di lantai dua, ditemukan beberapa tempat genangan air hujan, diperkirakan bangunan konstruksi tersebut tidak terpikirkan jika sewktu-waktu turun hujan bebat menyebabkan luapan air hujan yang tak mampu dialirkan ke bawahnya.
Sedangkan, dilantai dasar dijumpai beberapa bagian konblok dalam memasang terkesan kurang sempurna. Sehingga menyebabkan amblesnya kon blok, karena bus –bus yang mangkal lama di tempat parkkir. Rata-rata setiap hari yang parkir, ditempat tersebut mencapai 20 bus keluar masuk dengan kapasitas penumpang rata 50 orang sampai 60 orang.
Dengan ditemukan beberapa ketidak sempurnaan di taman Parkir ABA, Mansyur,menyatakan mengucapkan terima kasih. “ Saya mengucapkan terima kasih atas masukannya, tanpa adanya masukan mana mungkin kami tahu, saran ataupun kritikan akan kami terima dengan senang hati” ungkapnya.
Maski masih tanggungjawab penyedia jasa. Hingga berita diturunkan, pihak penyediaan jasa sampai saat ini belum melakukan tindakan, bahkan terkesan membiarkan permasalahan makin parah.Isr/dn

Video Terkait
- DANDY SISWA SMU KORBAN PENGANIAYAAN DAN TABRAK LARI DI DEPAN CAFÉ ESPRESSO, SELOKAN MATARAM
- INDONESIA BUTUH TOKOH INSPIRATIF PAHLAWAN NASIONAL





