Kembali Ke Index Video


INDONESIA BUTUH TOKOH INSPIRATIF PAHLAWAN NASIONAL

Sabtu, 5 Maret 2016 | 15:04 WIB
Dibaca: 1992
INDONESIA  BUTUH  TOKOH INSPIRATIF PAHLAWAN NASIONAL
DALAM SEMINAR Media online pastvnews.com, KI  Soegondo  Djojopoespito mempunyai peran penting melahirkan  Kongres  Pemuda  II, yang berlangsung  di Batavia, (Jakarta), 28   Oktober 1928, meskipun   Ki Soegondo  Djojopoespito berperan sebagai ketua.namun kiprahnya   berhasil menyatukan berbagai organesasi kepemudaan saat itu,   dalam kongres tersebut   berhasil menggagas satu tanah air,  satu bangsa dan satu, Indonesia.

 

Demikian diungkapkan, mantan   Menpora Roy Suryo  dalam seminar  Kepahlawanan  Ki Soegondo Djojopoespito,melengkapi  usulan  gelar  Pahlawan Nasional,  yang berlangsung di Gedung Data  Majelis Luhur Perguruan  Taman Siswa (MLPTS), Yogyakarta.(22/2).

 

Tampil   sebagaiapembicara,   Drs.Rpy  Suryo (mantan Menpora), Prof. Dr. Sutaryo, Sp.AK,Ki  Drs.Sugeng  Subagyo, MM, dan Ir. Soenaryo  Djojopoespito.

 

Dikatakan,  sebagai  pahlawan nasional, Ki Soegondo  Djojopoespito menjadi penting dalam membangun karakter bangsa, karena sebagai anak bangsa Ki Soegondo Djojopoespito, sebagai tokoh inspiratif.

 

Untuk membangkitkan   semangat dan jiwa  nasionalis bagi generasi muda,   Indonesia masih banyak membutuhkan  pahlawan-pahlawan  nasionalis, “ tandas  Roy Suryo.  

 

Sebagaimana,  dicontohkan, Roy Suryo,  nama   Ki Soegondo Djojopoespito, merupakan  tokoh pemuda,  yang melahirkan  gerakan-gerakan  nasionalisme yakni, Sumpah Pemuda, untuk memberI  penghargaan atas jasa dan kiprahnya dalam kongres Sumpah Pemuda,   namanya diabadikan  di salah satu  nama gedung Pusat  Pelatihan Kepemudaan  di Cibubur.

 

 Sedangkan,  Priyo Dwiarso,  dalam pengantarnya, menyatakan kekecewaan   terhadap pemerintah, hampir   4 kali,  pengajuan   Ki Soegondo  Djojopoespito,  sebagai pahlawan nasional selalu ditolak dengan alasan yang tidak jelas.     “ Sudah sejak tahun 2009,hingga  kini  belum terealisir.” Ungkap  Priyo tanpa menyebut kekuranglengkapan berkas tersebut.

 

Namun, menurutnya, kekurangan tersebut, sebagaimana  disarankan dari  Pemerintah Pusat  lewat Kementerian  Sosial, pemerintah menilai masih belum cukup kuat  dukungan dari segi  sejarah   untuk menetapkan Ki Soegondo   Djojopoespito sebagai pahlawan nasional.

 

Di samping itu, , pemerintah masih memandang peran  Ki Soegondo  Djojopoespito sebagai ketua  kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda.” 

 

Jika hanya  dilihat dari kiprahnya Ki Soegondo hanya sebagai ketua panitia  belum  cukup kuat untuk mengajuan  Ki Sogondo Sebagaia pahlawan nasional.

 

Dengan adanya seminar yang  kali ini sebagai upaya untuk melengkapi dan mengumpulkan  dan mengekplor  berbagai peran  dan kiprahnya  Ki Spoegondo Djojopoespito,” ungkapnya. (san/joek)


Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi