Kembali Ke Index Video


Jadikan Para Pahlawan Sebagai Panutan Keteladan

Senin, 17 November 2014 | 19:52 WIB
Dibaca: 1658
Jadikan Para Pahlawan Sebagai  Panutan Keteladan
DIORAMA DALAM MOSIUM MONJALI JOGJAKARTA

Jogja-pastvnews.com, Kemerdekaan bangsa Indonesia diperoleh para pahlawan dengan perjuangan yang sangat berat.

Dan mereka berjuang tanpa ada tujuan-tujuan tertentu. Mereka berjuang demi bangsa tanpa pamrih sedikit pun.

Sehingga kita perlu menjadikan para pemimpin serta pendahulu dan guru bangsa sebagai panutan keteladan.

Hal tersebut disampaikan Pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) 45 D.I. Yogyakarta, Gunawan Kunto Wibisono dalam seminar yang mengambil tema Aktulisasi Nilai-nilai Perjuangan Pahlawan Nasional di Era Global dalam rangkaian Gebyar Museum di Museum Momumen Jogja Kembali.

Mengingat perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan yang berat, sambung Gunawan, sudah menjaadi kewajiban seluruh  generasi penerus bangsa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

Baik secara perseorangan maupun dengan cara berorganisasi sehingga tujuan dan cita-cita proklamasi dapat tercapai.  Diantaranya dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta hilangnya kebodohan dan kemiskinan.

“Kita juga harus berjanji untuk tetap meneruskan perjuangan mereka guna mewujudkan masyarakat yang adil dalam kemakmuran dan makmur yang berkeadilan” ajak Gunawan.

Gunawan juga, mengingatkan cita-cita di atas tidak akan tercapai bila generasi penerus tidak memanfaatkan kemerdekaan dengan baik. Apalagi pemimpin bangsa sekarang banyak yang menjadi pemimpi. Mereka sibuk berebut kekuasaan sehingga lupa amanah yang diberikan oleh rakyat atau pemilihnya saat pemilu.

Gatot Marsono mengatakan nilai kejuangan sekarang bukan perlawanan mendobrak penjajah Belanda dan Jepang akan tetapi diletakan pada upaya membebaskan diri dari kemiskinan dan kebodohan. Karena adanya kemiskinan serta kebodohan akan sulit membawa bangsa ini bersaing dengan negara lain yang lebih maju.

“ Dan dengan memajukan bangsa ini sehingga disegani bangsa-bangsa lain hal ini merupakan salah satu upaya generasi penerus melanjutkan perjuangan para pahlawan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan.

 Terpenting, jangan sekali-kali melupakan sejarah atau Jas Merah” kata Gatot Marsono yang juga biasa dipanggil Pak Bares ini.

Museum Monumen Jogja Kembali atau lebih di kenal Monjali sendiri merupakan salah satu museum perjuangan yang dibangun pada 29 Juni 1985, sebagai tetengger peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari Ibu Kota Yogyakarta, 29 Juni 10149.

Monumen berbentuk kerucut ini terdiri dari 3 lantai yang antara lain berisikan benda-benda koleksi, seperti tandu dan dokar yang pernah dipergunakan Panglima Besar Jendral Sudirman. Di museum ini juga dilengkapi diorama yang mengambarkan perjuangan para para pahlawan. anjar




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi