Kembali Ke Index Video


Heland Saa 'gelar pameran buka wawasan masyarakat Gunungkidul tentang seni

Minggu, 7 Agustus 2016 | 02:36 WIB
Dibaca: 1648
Heland Saa 'gelar pameran buka wawasan masyarakat Gunungkidul tentang seni
BERJABAT TANGAN MENYAMBUT KEDATANGAN

Wonosar-media Pastvnews.com - Pameran seni rupa yang berlangsung di Rumah Budaya nDalem Bagongan, Jln. Dewandaru 56-57, Madusari, Wonosari dibuka oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah Sos, Sabtu, 06/08/2016, malam.

Dalam acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul, DPRD Gunungkidul, Camat Wonosari, dan kalangan pencinta seni di Kabupaten Gunungkidul serta masyarakat umum.

Pameran yang akan berlangsung selama 6 hari mulai hari minggu,07/08/2016 dan berakhir Jum’at, 12/08/2016, ini diprakarsai oleh 2 orang pelukis asal Gunungkidul, Heland Say dan Sugeng Riyadi.

Kesakralan mulai terasa ketika lampu mulai dimatikan dan seseorang yang sudah tua berkerudung sarung mulai memekikan orasi untuk dimulainya dodog dodog lawang yang akan dilakukan oleh Bupati Gunungkidul.

Setelah sambutan Badingah langsung melakukan kulo nuwun (red-permisi) dengan melakukan dodog dodog lawang, dan disambut dan dipersilahkan masuk oleh nenek-nenek.

Orang tua itu membukakan pintu yang kemudian  menaburkan bunga dan menari untuk menyambut tamu, yang teryata tamu tersebut tamu agung yang disertai para pengikutnya. Bunga yang ditaburkan pertanda wujud supaya  menjadi harum atau apa yang mereka perbuat bisa mengharumkan  nama Gunungkidul.

Menari yang dilakukan oleh si nenek tadi merupakan rasa senang dan gembiranya kedatangan tamu agung, sehingga disambut dengan menari.

Setelah Badingah melakukan dodog dodog lawang dan dibuka oleh si nenek tadi, berarti pertanda pameran seni rupa dibuka.

Heland Say, ketika dikonfirmasi ditengah kesibukannya menuturkan, kalau pameran ini bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat Gunungkidul tentang seni, khususnya seni lukis.

Karena untuk Gunungkidul seni lukis masih sangat awam dan belum merakyat menurut dia. Dalam pameran tersebut hampir semua lukisan membawa aura  Gunungkidul, baik coraknya, subyeknya, nuansanya, tema, atau kedalaman karyanya, kata Heland Say.

“dodog dodog lawang ini pertanda kita akan mulai beraktifitas, dan harapan saya masyarakat bisa lebih paham dan tidak alergi,” tuturnya. W.Joko Narendro

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi