Kembali Ke Index Video


Pemuda Bejiharjo Gunungkidul memprotes pelantikan perangkat desa yang tidak transparan

Sabtu, 6 Agustus 2016 | 02:12 WIB
Dibaca: 1473
Pemuda Bejiharjo Gunungkidul memprotes pelantikan perangkat desa yang tidak transparan
puluhan pemuda bejiharjo Gunungkidul protes hasil pelantikan perangkat desa yang tak transparan

Bejiharjo-media pastvnews, lintas kasus Jumat 05/08/2016 Puluhan pemuda yang mengatas namakan karangtaruna beramai ramai melakukan protes ke balai Desa Bejiharjo, karangmojo Gunungkidul.

Kedatangan para pemuda tersebut merupakan buntut dari acara pelantikan perangkat desa Bejiharjo, 19 Juli 2016, yang lau, yang diduga diwarnai dengan pungutan liar kepada perangkat terlantik.

Surya Wijaya, salah satu peserta audensi dengan Kepala Desa Bejiharjo menuturkan bahwa kedatangan pemuda desa yang berjumlah kurang lebih 10 orang tersebut bertujuan  menanyakan rincian anggaran dana yang digunakan dalam pemilihan sampai  pelantikan  perangkat desa.

"Kita minta pembukuan dan laporan secara transparan juga menanyakan perdes yang ada terkait pungutan kepada para perangkat desa terlantik," ungkap Surya wijaya, ketika ditemui setelah melakukan audensi.

Menurut dia, gerakan pemuda ini merupakan bentuk kekecewaan warga masyarakat yang menilai Pemerintah Desa Bejiharjo selama ini tidak pernah transparan. Walaupun Surya sendiri tidak menuduh adanya penyelewengan terhadap pemerintah desa, namun demikian ada baiknya jika memang tak ada yang disembunyikan, tidak ada salahnya terbuka kepada masyarakat.

“Jawaban dari pihak desa akan memberikan laporan secara tertulis pada hari Senin, 09/08/2016, ya, nanti coba hari itu benar apa tidak,”imbuh dia.

Dukuh terlantik, Agung Subekti,23thn, ketika dikonfirmasi mengatakan tidak ada pungutan sama sekali dari pihak desa. Adapun dana iuran yang 7 juta untuk staf dan 8 juta untuk dukuh, itu berdasarkan kesepakatan ke 5 perangkat desa yang terlantik, bukan atas permintaan dari desa.

Karena  APBDes dananya hanya terbatas, maka dengan kesepakatan kita iuran tanpa paksaan, untuk menambah hiburan sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat, imbuhnya.

“saya tidak tahu, dan tidak ada komunikasi dengan perangkat terlantik kalau ada yang protes kesini, wong saya yang mengeluarkan uang saja tidak protes, kok!,” ujar Subekti.

Sementara itu Kepala Desa Bejiharjo, Yanto menanggapi dengan baik adanya kunjungan dari pemuda tersebut sebagai wujud untuk  memperbaiki kinerja. Namun pihaknya menyangkal kalau ada pungutan dana kepada pihak perangkat yang terlantik.

 Karena prosedur perekrutan sampai dengan pelantikan perangkat desa semuanya memakai dana APBDes. Tetapi untuk acara syukuran yang berbarengan dengan pelantikan memang menggunakan dana pribadi, tetapi dengan kesepatakan dari perangkat terlantik, tidak ada instruksi dari  desa untuk memungut.

“ Dana untuk syukuran itu sudah kesepakatan bersama dari 5 perangkat desa yang terpilih dengan rincian 8 juta untuk Kepala Dukuh, dan 7 juta untuk Staf, tetapi bukan instruksi dari kita,” tuturnya.

Yanto  berjanji akan memberikan semua rincian dana nanti Senin, 09/08/2016, sehingga tidak akan ada praduga buruk di kalangan masyarakat, termasuk perdes  akan diberikan oleh pihak desa kepada masyarakat sehingga semuanya lebih transparan.

“Sebenarnya pemuda ini hanya kurang komunikasi saja,nanti akan kita berikan rincianya pengunaan dana yang sudah digunakan, supaya semua bisa jelas,” tutup Yanto.




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi