Kembali Ke Index Video


Masjid Tertua Tempo Dulu di Pucung Wukirsari Imogiri Bantul.

Sabtu, 27 Juni 2015 | 20:12 WIB
Dibaca: 6123
MASJID ALHUDA PUCUNG TERTUA MANJUR UNTUK TAFAKUR MEMINTA BERKAH ALLOH

Ruangan dalam masjid dan imam, 

MASJID TAMPAK DARI LUAR

Wukirsari-PASTVNEWS.COM, portal berita visual digital eklusif ringan dan terpercaya. Masjid Alhuda Pucung Wukirsari Imogiri Bantul merupakan masjid bersejarah bagi warga setempat. Dua kubah bulat terlihat jelas mampau menghiasi pandangan mata jika menengok ke atas Masjid.

Halaman Masjid Alhuda juga cukup luas, sebelum tahun 1955 Masjid mengalami pengembangan dan perubahan hingga 3 kali sejak zaman penjajahan hingga kmerdekaan RI. 

Menurut ketua takmir masjid Alhuda Pucung, Syakir Nur Mufid Ridwan, tiga kali masa perubahan merupakan hal yang di alami Masjid Alhuda pucung. Lebih lanjut Ketua takmir berkumis tersebut menjelaskan.

Ukuran masjid pertama kali sebelum kemerdekaan lebih kecil dari masjid setelah kedua kemudian, di bongkar dan di ganti madjid baru yang lebih gede dengan ukuran 14 x 6 meter, Bangunan ini saat saya masih kecil di angkut sejauh 6 km dari kali opak di pleret hanya dengan jalan kaki dan belum ada pemakian kendaraan.

Tembok masjid cukup tebal karena masih memakai bata merah ukuran panjang 30 cm dan setelah menjadi tembok setebal 40 cm tanpa ada besi. tiang atau pilar ada 4 kayu .

Masjid menjadi pusat syiar islam di pucung hingga sekarang. Dalam perkembangan yang lain yakni tahun 2010 masjid baru kembali di dirikan dengan ukuran 15 x 15 plus serambi masjidnya yang mampu menampung jamaah sekitar 700 orang.

Meski ada bangunan  baru yang lebih megah masjid lama tidak di bongkar karena mengandung sejarah dan histori tinggi, selain hal ini di lestarikan sebagai cikal bakal dan bangunan penting bagi warga pucung.

Kalau nilai hirtorinya adalah pertama kali dan tertua, selain ajang untuk mengislamkan warga pucung sejak dari zaman penjajahan, yang dulu memang banyak warga yang menyembah batu dan kayu atau musrik, kata pak ketua tersbut ketika memberikan sejarah masjid tersebut.

Dulu dalam masjid bersejarah ini pernah ada anak tidur di masjid dan ketika bangun justru tidak berada di masjid akan tetapi di pinggir kali tempuran kali Celeng, sejauh 1 km dari lokasi masjid.

Keunikan yang lain saat gempa bumi 2006 masjid utuh meski tanpa otot besi atau tulang, papar pak takmir tersebut kepada wartawan pastvnews.com 27/6/2015

Selain itu masjid juga di anggap memiliki tuah karena jika sesorang atau orang sakit maka jika di doakan dengan khusuk dan sungguh sungguh pada tengah malam atau sekitar dinihari  orang tersebut niscaya atas Izinnya orang yang sakit akan sembuh dan mendapat rezki berlimpah nmauan tentunya harus lantaran kerja "pungkas Syakir. 

Mantan Lurah Wukirsari Bapak Sujiyono SE (69 tahun) 16/6/2015 menambahi masjid pertama di dirikan oleh sesepuh dan cikal bakal Penduduk setempat sehingga komplek masjid Alhuda Pucung juga merupakan pusat pemerintahan kepala Desa Pucung sebelum kemerdekaan RI.

Kemudian setelah ada aturan bergabung maka yang Pucung sebelumnya merupakan pusat pesekitar tahun 1950 an dan tidak berdiri sendiri

Sewaktu saya menjabat Lurah Warga Pucung pernah ada hembusan dari tokoh masyarakat akan kembali membuka Pemerintahan sendiri, tetapi saat itu saya tidak di ajak musyawarah sehingga saat saya di panggil DPRD dan Pemkab Bantul kemudian batal tidak jadi pemekaran wilayah.

Kini Pucung telah berkembang pesat dengan jumlah penduduk sekitar 9000 orang terdiri dari 1700 KK terbagi di padukuhan Dengkeng, karangtalun, karang asem, dan Nogosari II atau hampir 50 % dari jumlah total penduduk Desa Wukirsari yang jumlahnya sekitar 20.000 ", kalau di tambah Nogosari 1 maka jumlahnya akan lebih banyak "Pungkas mantan lurah tersebut. fid




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi