Kembali Ke Index Video


Kisah penggali kubur 'Usai mengubur ternyata melihat mayat itu bisa berdiri dan sholat

Sabtu, 30 Juli 2016 | 08:43 WIB
Dibaca: 2696
Kisah penggali kubur 'Usai mengubur ternyata melihat mayat itu bisa berdiri dan sholat
JAMAAH MENDENGARKAN KHOTBAH JUM'AT USAI RAMADAN 1437 H/2016.DI MASJID BAITURAHMAN KLIDON

Media pastvnews, bulan Ramadan 1437 H/2016 Masehi, baru saja berlalu bulan penuh ampunan dan bulan  kebebasan  dari api neraka dan setelah umat Islam berpisah  dengan bulan  taat maka tetaplah  kita dalam  ketatan.

Taubatan Nasuh adalah taubat   yang benar-benar  dilakukan  oleh  seseorang yang merasa  menyesal  atas dosa-dosanya dan tidak  akan  mengulang  kembali  dosa-dosanya itu.Taubatan semacam ini  yang  dikehendaki  dan disenangi  Allah SWT. Demikian isi  khotbah  Jumat (29/7)  yang disampaikan  Drs. H Jafari yang berlangsung di  Masjid  Baiturrahman ,Klidon, Sariharjo, Ngaglik Sleman.

Keteguhan seseorang  dalama keimanan an keyakinannya menyebabkan  ia  mendapatkan  anugerah Allah yang luar biasa.”tuturnya, sambil mencontohkan,  sepenggal kisah seorang penggali  kubur, disebutkan  dalam kisahnya,bahwa penggali kubur Tsabit  Al Bunani berkata: “Demi  Allah  Yang Tiada Tuhan selainNya,akulah  yang  memasukkan  mayit  Tsabit  Al Bunani di dalam kuburnya.

Ketika telah kami  kebumikan dan kuburnya terasa dengan  tanah,tiba-tiba  salah satu batu  terjatuh di dalam kuburnya, sehingga  aku turun  untuk  mengambilnya. Anehnya, aku lihat  ia sedang berdiri melakukan shalat di dalam kuburnya, sehingga   aku berkata  kepada  kawanku yang ikut  bersamaku,  Apakah  kamu melihat  kejadian ?  Ia  berkata : “ Jangan  engkau  beritahu bahwa ada   kejadian  seperti ini  kepada orang lain,”

Setelah  kemi menutup kembali kubur Tsabit Al Buanni,  maka kami  datang  ke rumah  putrinya  dan kami  bertanya, “ Apa yang selalu  dilakukan  Tsabit  Al Bunani ketika masih hidup ?  Tanya putrinya :  “Mengapa  engkau  bertanya demikian ?

Setelah kamu   memberitahukan  kejadian  tadi,  maka ia berkata :” Ayahku  Tsabit  Al Bunani mengerjakan shalat selama lima puluh tahun, dan jika waktu  sahur  telah tiba , maka  ia berdoa: “ Ya Allah  , jika  Engkau  memberi kesempatan  kepada seseorang melalukan shalat di dalam kuburnya, maka berilah  aku kesempatan  untuk melakukan  shalat di dalam kuburku.

Allah tidak menolak permohonan  untuk hamba-Nya  yang bersungguh-sungguh  dalam permintaannya.” Itulah  kisah  Tsabit  Al Bunani,  seorang  yang saleh yang telah melakukan shalat malam  selama lima puluh  tahun dan ia  selalu berdoa  agar ia diberi  kesempatan  menjalankan shalat  di dalam  kuburnya,  maka  Allah  menerima yang ikhlas.

Setelah  selesai  Ramadhan, banyak orang-orang yang enggan atau ogah-ogahan melakukan shalat  wajib, Shalat hanya dilakukan    di  bulan Ramadhan. Rasulullah  pada malam  Isra’ Mi’raj, diperlihatkan  sekelompok orang  yang membenturkan  kepalanya  ke batu  sampai pecah,  kemudian  setelah  itu kepalanya pulih kembali,  kemudian dibenturkan lagi kepalanya hingga hancur.

Ketika  Rasulullah SAW bertanya  kepada malaikat Jibril, “  Siapakah  mereka ?  Maka malaikat Jibril  berkata “ Mereka  adalah orang  yang  tidak melakukan  shalat  fardhu(wajib) .

Dalam  firmannya, Allah  disebutkan , bagi orang yang  meninggalkan  shalat  fardhunya(wajib) tempatnya  neraka Sakor,  bagi orang  lalai  tempatnya  neraka  Wail, dan bagi  yang senang mengulur-ulur  waktu shalatnya  tanpa alasan syar’I tempatnya  neraka  Ghowyn.

Hendaknya  setelah Ramadhan,  perbanyaklah  amal  kebajikan yang biasa kita lakukan pada bulan Ramadhan, lakukan shalat   berjamaah di mesjid,  mushola,surau, bertadabur Al-Qur’an, sodaqoh, menyanatuni anak yatim dan amal-amalan lainnya.

Di akhir kotbahnya yang di simak awak media pastvnews.com, Di serukan untuk menjahui segala larangan, tidak menganggu  ketenangan  dan ketentraman  hidup  bermasyarakat, rajin-rajinlah  menghadiri  majelis taklim,majelis  dzikir, majelis  dhuha.” tandasnya. Isan Riyanto.




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi