Kembali Ke Index Video


Umar Priyono ”Hmpunan Penghayat Kepercayaan Harus Jadi Subyek

Rabu, 6 Mei 2015 | 19:54 WIB
Dibaca: 2441
Umar Priyono ”Hmpunan Penghayat Kepercayaan Harus Jadi Subyek
ketua majelis luhur penganut kepercayaan

Media online PAS TV NEWS.COM, Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) harus mampu menjadi subyek, bukan lagi sebagai obyek, sehingga harus mampu meyebarluaskan budaya spiritual yang mengandung tata nilai budaya Yogyakarta, dengan kata lain HPK harus mampu membangun jati diri masyarakat Yogyakarta.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono dalam workshop pembinaan HPK dengan tema Eksistensi Budaya Spiritual Di Era Global, yang berlangsung selama tiga di Aula Dinas Kebudayaan DIY Jalan Cendana.

Lebih jauh Umar Priyono mengatakan Penghayat Kerpercayaan merupakan potensi budaya asli nusantara sebagai budaya spiritual yang, tumbuh dan berkembang di Yogyakarta yang mana aliran ini merupakan sumber nilai-nilai luhur yang membentuk jiwa kepribadiaan masyarakat.

Oleh karena itu nilai-nilai ini perlu digali, direvitalisasi, diaktualisasikan kembali sebagai salah satu sumber tata nilai budaya Yogyakarta.

Umar Priyono juga menuturkan kelompok Penghayat juga memiliki dunia batin yang mengemban cita-cita untuk membentuk sosok manusia yang selalu membangun kehidupan yang sempurna, berjiwa besar penuh pengorbanan serta senantiasa mengupayakan kebaikan sejati. Di mana hal ini menjadi modal terkait dengan pengabdian kepada Negara kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu ketua Presidum Majelis Lihur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, DIY,  Drs Bugiswanto didampingi Ketua Bidang Organisasi HPK DIY, Ardi mengatakan saat ini terdapat 37 paguyuban HPK yang msauk dalam keanggotaan Majelis Luhur.

Paguyuban tersebut antara lain Ngesti Kasampurnan, Sastro Jendro, Sumareh, Paguyuban Eklase Budi Murko, Sumareh Purbo, Mardi Santoso Budi, Persada serta Anggayuh Panglereming Napsu.

Ditambahkannya Penghayat ini merupakan murni dari nenek moyang sehingga hal menjadi kebudayaan bangsa Indonesia. Adapun kegiatan yang dilakukan masing-masing tidak selalu sama, ada melakukan kegiatan-kegiatan ritual spiritual batiniah dan ada juga yang dengan seni.

“Majelis Luhur ini mewadahi HPK serta BKOK ( Badan Koordinasi Organisasi Kepercayaan) yang telah diakui oleh pemerintah di bawah Direktorat Jendral Kebudayaan, Direktur Pembinaan Kepercayaan dan Tradisi sehinggakeberadaan Majelis Luhur ini memiliki pijakan paying hokum dari pusat hingga daerah” pungkas. anjar




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi