MENGENANG YOGYA SEBAGAI IBUKOTA REPUBLIK
Senin, 22 Agustus 2016 | 14:17 WIBMEDIA PASTVNEWS.COM WARTA DIGITAL BERBAGAI predikat Yogya tidak saja dikenal sebagai kota budaya, kota pendidikan atau wisata. Yogya sebagai kota perjuangan banyak memimpin sejarah panjang perjuangan bangsa. Banyak tokoh nasional berkarier di Yogya, untuk merekam jejak sejarah.
Yogyakarta banyak menyimpan pusaka Nusantara. Kota perjuangan belum lama ini direkam dalam bentuk visual foto dokumentasi yang dipublikasian lewat Pameran “Mengenang Djogjakarta Ibukota Negara Republik Indonesiaa, di Galery Bentara Budaya Yogyakarta.
Foto-foro yang dipamerkan tersebut, merupakan reproduksi dari buku kenangan “ Lukisan Perjuangan Rakyat Indonesia 1945-1950, diterbitkan oleh Kementerian Penerangan Jakarta tahun 1950.
Gambar terekam dalam jelas, seperti kisah ketika pada 4 Januari 1946,Presiden Soekarno dan Wakl Residen Mohammad Hatta pindah dari Jakarta menuju Yogyakarta karena adanya terror di Jakarta.Yogyakarta dijadikan ibukota Republik Indonesia selama 4 tahun, akhinya 28 Desember 1949 pukul 10 pagi, rombongan Presiden Soekarno kembali ke Jakarta menggunakan pesawat GIA yang berangkat dari lapangan Maguwo menuju Jakarta. Dalam kurun waktu 4 tahun, banyak terjadi peristiwa yang dikenal dengan Clash I dan II.
Banyak peristiwa terjadi di Yogya, politik, perang, gerilya, perundingan dsb. Hampir semua peristiwa di Yogya diabadikan oleh juru foto Kementerian Penerangan. Foto yang dipamerkan al, yang kini menjadi dokumentasi penting perjalanan sejarah bangsa Indonesia, terutama yang terjadi di Yogyakarta.
Seperti foto-foto al, pembentukan RIS (Republik Indonesia Serikat), ada juga foto keseharian para pemimpin Republik dan keluarganya lebih dari 100 foto yang dipamerkan yang mewakili peristiwa di Yogya, sebenarnya masih banyak lagi foto foto dokumentasi.al, sisa pesawat damai pembawa obat-obatan yang digempur oleh dua pesawat pemburu milik Belanda di atas kota Yogyakarta sebelum mendarat di Lapangan Maguwo.
Foto jenasah korban jatuhnya pesawat dibawa ke pemakaman Kintelan dengan upacara korban diantaranya 3 orang warga Negara Inggris dan India ikut tewas. Foto pelukan hangat Presiden Soekarno pada Jenderal Sudirman setelah kembali ke Yogyakarta dari bergerilya. Foto devile kesatuan TNI di Alun-lun Utara,Yogyakarta pada hari peringatan angkatan perang yang ke 4 diperingati di Yogya.
Nampak sedang melintas di depan Kantor Pos, Yogyakarta dan Bank Indonesia, Yogyakarta.Iring-iringan pemindahan jenazah para pahlawan yang gugur, ke Taman Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Foto sapaan hangat dar Pangsar Sudirman pada prajuritnya d Alun-alun Utara.
Presiden Soekarno duduk berdampingan dengn Sri Sultan HB IX, orang terkiat di Yogyakarta menuju Istana Presiden Gedung Agung, Yogyakarta. Foto penobatan Presiden pertama RIS Ir. Soekarno di Siti Hinggil, Kraton Yogyakarta. Dan masih banyak lagi foto-foto kisah perjuangan dan peran rakyat Yogyakarta saat itu. isan riyanto

Video Terkait
- Tidak Lulus SD menjadi Bapak Pangannya Negara Korea
- Upacara Bendera HUT RI KE 71 Banguntapan Tahun 2016 Benderanya Terbalik
- Jadwal Lomba Pengagungan Molor, Kepala Desa Pengkol Berang




