Kembali Ke Index Video


Tidak Lulus SD menjadi Bapak Pangannya Negara Korea

Sabtu, 20 Agustus 2016 | 09:40 WIB
Dibaca: 1814
Tidak Lulus SD menjadi Bapak Pangannya Negara Korea
BAPAK PANGAN MR HA SA YONG

Gunungkidul-pastvnews.coM, warta nasional ternyata untuk mengalahkan kemiskinan teryata tidak harus sekolah yang tinggi dan mempunyai title yang berjejer banyak. Ha Sa-Yong (87), yang belum baru-baru ini berkunjung ke Desa Kampung, Ngawen, Gunungkidul, teryata kelas 2 SD saja tidak lulus.

Hal ini diungkapkan Ha, Sa-Yong disela-sela memberikan pengarahan kepada Kepala Desa Kampung, Suparno, Kamis, 18/08/2016 siang, melalui juru bicaranya, Yetti Mesdiyana.

Melalui juru bicaranya tersebut, menceritakan bahwa awalnya di Negara Korea ia menjadi orang  yang sangat miskin tidak punya tanah dan sebagainya, tetapi walaupun tidak sekolah, dengan kecerdasanya, ia jualan permen berkeliling kampung dengan melihat dan memperhatikan apa yang dapat dikembangkan dan bisa sukses di Negara Korea.

Di saat keliling jualan permen ia perhatikan petani yang sudah sukses,  ia curi ilmunya untuk dikembangkan ditempatnya, tetapi karena tidak punya uang maka merantau dulu bekerja untuk bisa membeli tanah yang bisa digunakan untuk bertani.

Setelah membeli tanah sendiri Ha, Sa-Yong menerapkan apa yang sudah ia lihat dan melalui penelitiannya sendiri maka sampai bisa menjadi petani yang sangat sukses di Negara Korea, bahkan Presiden Korea, Pach Cong,  memanggil untuk menjadi pembicara di forum Negara Korea, supaya bisa mengembangkan hasil penelitiannya untuk diterapkan diseluruh Negara Korea.

Karena mendapatkan mandat dari Sang Presiden, maka dengan susah payah berjuang merintis dengan melakukan gerakan yang namanya Seamaul Undong, yaitu gerakan perubahan perbaikan kearah  pengentasan kemiskinan yang akhirnya dengan gerakan itu Korea menjadi Negara yang sukses dalam bidang pertanian.

Walaupun di Negara Korea ada 4 musim, yaitu musim gugur, semi, panas dan musim salju, tetapi dengan kecerdikan dan kecerdasan Ha, Sa-Yong setiap musim bisa panen terus, yang sebelumnya hanya setahun sekali panen.

Akhirnya ia dijuluki Bapak Pangannya Negara Korea, karena hasil perjuangannya dalam mengembangkan  pertanian di negaranya yang cukup sukses melalui gerakan Seamaul Udong tersebut.

Bahkan sampai sekarang yang dulu dijuluki Si Miskin, kini dibutuhkan dan dicari 59 Negara untuk mempelajari, menimba  ilmunya, kata Yetti menterjemahkan pembicaraannya Ha, Sa-Yong.

Dengan seusia yang sudah tidak muda lagi, 87 tahun, beliau masih kelihatan segar bugar dengan semboyan akan menghabiskan masa tuanya untuk memberikan ilmu yang selama ini ia dapatkan dan berbagi kebaikan kepada sesama. W. Joko Narendro.

 

 

 

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi