Sekolahan Berbasis Budaya Jawa 'Wisudapun Berpakaian Adat
Kamis, 12 Mei 2016 | 18:16 WIBGunungkidul-media pastvnews.com, setiap bulan mei juni setipa tahunnya banyak sekolahan mempersiapkan ragam kegiatan terutamA dalam ujian maun penerimaan calon siswa baru.
Untuk menyambut kelulusan dan sekaligus perpisahan, SMK N1 Nglipar misalnya semua murid kelas XII diwajibkan untuk menggunakan pakaian adat jawa.
Hal ini dilakukan selain untuk melestarikan adat, juga untu menghindari corat-coret murid-murid setelah dilakukan pengumuman kelulusan sekolah.
Untuk melampiaskan corat-corat meluapkan kegembiraannya , pihak sekolah sudah menyediakan dinding untuk melakukan coretan tanda tangan masing-masing siswa-siswi.
Wisuda kelulusan ini tampak dilakukan dengan meriah, dikemas sedemikian rupa sehingga membuat siswa dan orang tua wali yang hadir merasa terkesan dan semangat untuk mengikuti acara wisuda tersebut.
Acara wisuda ini dihadiri oleh muspika kecamatan Nglipar dan beberapa tamu undangan serta orang tua wali murid, yang dihibur dengan kesenian Tari, Karawitan, dan teater yang dilakukan oleh siswa-siswa SMK N1 Nglipar sendiri.
Untuk wisuda tahun 2016 ini tingkat kelulusanya 100%, banyak siswa-siswa yang berprestasi baik tingkat kabupaten ataupun ditingkat propinsi bahkan ada yang maju ke tingkat nasional.
Prestasi yang membagakan sekolah adalah lomba LKS tingkat propinsi dan akan maju ke tingkat nasional bidang akuntansi, kata kepala sekolah SMK N1 Nglipar, Sunarto.
“ya nanti akan maju ke tingkat nasional tanggal 23 sampai 28 di Malang Jawa Timur”, katanya.
Dalam acara wisuda kelulusan tersebut, selain memberikan penghargaan kepada siswa yang mendapatkan nilai terbaik dimasing-masing jurusan, juga memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi peringkat sekolah secara umum.
Penghargaan siswa yang berprestasi tersebut diberikan kepada 3 siswi yaitu Novantri Dayu Nurti, Ratna Fajarini, dan Diana Arnita.
Selain menciptakan siswa berprestasi, SMK N1 Nglipar di tahun 2016 ini juga ditetapkan sebagai sekolah yang berbasis budaya dibidang seni dari dinas pendidikan propinsi, masih kata sunarto.
Untuk Gunungkidul ada 3 sekolah yang lolos seleksi sebagai sekolah yang berbasis budaya, yaitu SMK 1, SMK 2 dan SMK 3, untuk bidang seni dipusatkan di SMK N1 Nglipar.
Materi yang diajarkan adalah seni karawaitan, seni tari dan seni teater tradisional seperti ketoprak dan semua biaya untuk pelatih, sekedar transport siswa dan lain-lain dari propinsi, imbuhnya.
Harapanya dikatakan Sunarto, kedepan sisw-siswa lulusan dari SMK N1 Nglipar bisa mampu bersaing di pasar bebas dalam menghadapi MEA, selain itu supaya menjadi siswa yang berkarakter dan pembentukan karakter ini sesuai dengan agama yang dianut, juga jangan sampai meninggalkan budaya – budaya lokal yang ada, pungkas Sunarto. WJN

Video Terkait
- PUSDIKLAT SATPAM PROFESIONAL SERTA HANDAL BANYAK DI BUTUHKAN
- Puluhan elemen menyatakan siap lawan komunis
- Tips merawat wajah agar tidak buram





