Kembali Ke Index Video


KONGRES BAHASA JAWA VI DI YOGYAKARTA,PERTAHANKAN BAHASA JAWA ADILUHUNG

Rabu, 9 November 2016 | 11:03 WIB
Dibaca: 2084
KONGRES BAHASA  JAWA VI DI YOGYAKARTA,PERTAHANKAN  BAHASA JAWA  ADILUHUNG
GUBERNUR DIY FOTO BERSAMA

MEDIA PASTVNEWS.COM, UNTUK melestarikan  budaya  aksara  dan bahasa Jawa  secara  optimal  diperlukan keseriusan  dalam pemikiran  serta perilaku  mulai dari  olah cipta,olah rasa dan karya.Pembelajaran  Bahasa dan Aksara  Jawa  dapat dikembangkan  dengan memanfaatkan  tehnologi informas dan  komunikasi mengikuti pekebangan  jaman.

 Demikian  sambutan Gubernur  DIY  Sultan  Hamengku Buwono X, saat  memberi sambutan saat pembukaan  Kongres Bahasaa jawa (KBJ)  VI yang belangsung di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta.

Menurutnya,  hanya dengan sarana  tehnologi  informasi  dan komunikasi itulah  pengajaran Bahasa ,Aksara  serta Budaya  Jawa dapat   bertahan  di tengah tantangan  zaman  baik yang bersifat lokal ,nasional  bahkan internasional serta mudah diterima  dikalangan generasi muda.

 

 

 “Saya berharap Kongres Bahasa Jawa VI ini menjadi sarana meneguhkan niat dan tekat melestarikan kebudayaan Jawa sebagai salah satu budaya nasional,”  kata  Hamengku Buwono X .Bahasa  dan sastra Jawa  banyak menyimpan  pengetahuan  yang adiluhung.Pengetahuan  itu dapat  diurai dan dijelaskan  dengan memasukkan  ke dalam  kurikulum  dasar pendidikan.

GUBERNUR DIY HAMENGKUBUWONO RESMIKAN KONGGRES BAHASA JAWA PUKUL GONG

Sementara itu,  dalam sambutan  Gubernur  Jawa Timur, Dr.H Soekarwo,M.Hum, memberikan perhatian dan dukungan dengan diselenggarakan Kongres  Bahasa Jawa VI, hal ini dibuktikan dengan memasukkan  muatan lokal bahasa Jawa ke dalam kurikulum  mulai SD higga  SMA.”Matan mampu  sebgaa oembentuk karaktr dan spirituall  siswa.”ujar Soekarwo di hadapan peserta  kongres.

 

Meski  dalam sambutan  Gubernur Jawa Timur  mengundang gelak tawa sehingga suasana menjadi segar dan cair.Sedangkan  Kepala Dinas   Kebudayaan  DIY Drs.Umar Priyono,M.Pd  dalam  laporan,  menyatakan kongres  Bahasa Jawa  yang diselenggarakan setiap lima tahun, dengan tema :

 

Bahasa Jawa  Triwikrama Pengoptimalkan  Peran Bahasa dan Sastra Jawa di Kabupaten Kota yang berkarakter  Budaya  Jawa untuk  Memperkuat  Kebudayaan  Nasional, diikuti sebanyak  500  peserta terdiri dari  praktisi budaya Jawa,birokrat,akademisi, masyarakat pecinta budaya  Jawa serta undangan khusus   baik  dalam maupun luar negeri.

 

Dikatakan, kongres pertama kali diadakan di Semarang tahan 1991.Untuk memeriahkan Kongres  yang belangsung di Yogyakarta ini, diadakan lomba  mewarnai, aksara Jawa, pameran bernuansa Jawa

 

stan pameran Balai Bahasa Yogyakarta, pagelaran wayang kulit dipusatkan di Monumen  1 Maret (depan Kantor Pos), ketoprak,teater,lomba pranata  adicara, dan berbagai tarian. Acara    tarian didahului dengan tampilan   tarian Manghayu-hayu ,Tari Panji,Tari Aksara Persembahan. san/njar


Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi