KONGRES BAHASA JAWA VI DI YOGYAKARTA,PERTAHANKAN BAHASA JAWA ADILUHUNG
Rabu, 9 November 2016 | 11:03 WIBMEDIA PASTVNEWS.COM, UNTUK melestarikan budaya aksara dan bahasa Jawa secara optimal diperlukan keseriusan dalam pemikiran serta perilaku mulai dari olah cipta,olah rasa dan karya.Pembelajaran Bahasa dan Aksara Jawa dapat dikembangkan dengan memanfaatkan tehnologi informas dan komunikasi mengikuti pekebangan jaman.
Demikian sambutan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, saat memberi sambutan saat pembukaan Kongres Bahasaa jawa (KBJ) VI yang belangsung di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta.
Menurutnya, hanya dengan sarana tehnologi informasi dan komunikasi itulah pengajaran Bahasa ,Aksara serta Budaya Jawa dapat bertahan di tengah tantangan zaman baik yang bersifat lokal ,nasional bahkan internasional serta mudah diterima dikalangan generasi muda.
“Saya berharap Kongres Bahasa Jawa VI ini menjadi sarana meneguhkan niat dan tekat melestarikan kebudayaan Jawa sebagai salah satu budaya nasional,” kata Hamengku Buwono X .Bahasa dan sastra Jawa banyak menyimpan pengetahuan yang adiluhung.Pengetahuan itu dapat diurai dan dijelaskan dengan memasukkan ke dalam kurikulum dasar pendidikan.

GUBERNUR DIY HAMENGKUBUWONO RESMIKAN KONGGRES BAHASA JAWA PUKUL GONG
Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Jawa Timur, Dr.H Soekarwo,M.Hum, memberikan perhatian dan dukungan dengan diselenggarakan Kongres Bahasa Jawa VI, hal ini dibuktikan dengan memasukkan muatan lokal bahasa Jawa ke dalam kurikulum mulai SD higga SMA.”Matan mampu sebgaa oembentuk karaktr dan spirituall siswa.”ujar Soekarwo di hadapan peserta kongres.Meski dalam sambutan Gubernur Jawa Timur mengundang gelak tawa sehingga suasana menjadi segar dan cair.Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan DIY Drs.Umar Priyono,M.Pd dalam laporan, menyatakan kongres Bahasa Jawa yang diselenggarakan setiap lima tahun, dengan tema :
Bahasa Jawa Triwikrama Pengoptimalkan Peran Bahasa dan Sastra Jawa di Kabupaten Kota yang berkarakter Budaya Jawa untuk Memperkuat Kebudayaan Nasional, diikuti sebanyak 500 peserta terdiri dari praktisi budaya Jawa,birokrat,akademisi, masyarakat pecinta budaya Jawa serta undangan khusus baik dalam maupun luar negeri.
Dikatakan, kongres pertama kali diadakan di Semarang tahan 1991.Untuk memeriahkan Kongres yang belangsung di Yogyakarta ini, diadakan lomba mewarnai, aksara Jawa, pameran bernuansa Jawa
stan pameran Balai Bahasa Yogyakarta, pagelaran wayang kulit dipusatkan di Monumen 1 Maret (depan Kantor Pos), ketoprak,teater,lomba pranata adicara, dan berbagai tarian. Acara tarian didahului dengan tampilan tarian Manghayu-hayu ,Tari Panji,Tari Aksara Persembahan. san/njar

Video Terkait
- 4 Orang TPK Pelaksana Proyek Dana Desa Dari APBN di Semoyo Tidak Blereng Uang '
- TPK Desa Semoyo Patuk Gunungkidul Berani Pasang Rincian RAB Patut Di Acungi Jempol
- Inilah 3 Unit Bus 6 Truk Pemadam Kebakaran Sitaan KPK Yang di Hibahkan Ke Pemkab Bantul
- Monjali 30 menit di guyur hujan deras 10 pocong muncul dari dalam makam




