Monjali 30 menit di guyur hujan deras 10 pocong muncul dari dalam makam
Sabtu, 5 November 2016 | 08:40 WIBSLEMAN MEDIA PASTVNEWS.COM AKIBAT guyuran hujan disertai angin cukup kencang sepanjang siang hari di wilayah utara Yogyakarta, di beberapa tempat Yogyakarta mengalami luapan air yang luar biasa dan mengakibatkan ruas jalan di sepanjang jalan Monjali, dan sekitarnya tergenang air hujan selama kurang lebih 30 menit.
Luapan air tersebut menerjang tempat pemakaman umum (TPU) yang berada di tengah perkampungan yang letaknya tidak jauh dari tepi jalan raya Monjali.
Gandrik akibat derasnya air hujan menyebabkan sebanyak 10 kijing berisi jasad dan mayat manusia yang baru dikuburkan ikut longsor menimpa permukiman penduduk.

Sedangkan dinding makam ambruk menimpa RT 8 Petinggen ikut longsor bersama dengan batu nisan yang berisi jasad manusia.Bahkan salah seorang ahli waris, Slamet penduduk Karangwaru lor yang baru kesripahan orangtuanya, bernama Soproddin, sebagaimana diungkapkan, Slamet saat mengurus jenasah orangtuanya yang makamnya ikut longsor,
Bapak saya dimakam disini, baru sekitar 100 hari meninggal tadi malam keluarga dan warga baru saja adakan tahlilan , kemudian siang hari saya nyekar di makam Bapak, “ ungkap Slamet. Jasad Saprodin dimakam kembali setelah didoakan oleh juru kunci makam setempat.
Beberapa makam yang lain dievakuasi dipindah di tempat area makam yang masih kosong. Hal ini dilakukan guna mencegah longsoran berikutnya. Sedangkan makam yang dipindahkan sekitar 4 jenasah, di komplek makam tersebut.
Mayat yang baru dikuburkan menimbulkan bau tak sedap, beberapa warga maupun orang melewati jalan Monjali membuat jalan macet, penonton yang kebetulan melewati jalan tersebut terpaksa menutup hidung.
Bahkan dengan sigap, petugas dan relawan membagikan masker, kepada petugas maupun penonton melewati jalan,akibat longsor tanah makam membuat jalan Monjali sempat macet. Dari sleman pastvnews, update ‘ san/juk





