Kembali Ke Index Video


Teroris Masih Menancam Keamanan Indonesia

Selasa, 10 Desember 2013 | 06:50 WIB
Dibaca: 2498
Teroris Masih Menancam Keamanan Indonesia
NARASUMBER DISKUSI

PASTVNEWS.COM,Teroris masih terus mengancam keamanan dan stabilitas politik di Indonesia. Oleh karenanya diperlukan adanya pencegahan agar penyebaran idelogi teroris tidak merusak anak bangsa, dan pencegahan serta penanganan masalah terorisme tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak, dalam hal ini Densus 88.

 Hal ini dikatakan ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY, Muhaimin di sela-sela sosialiasi hasil penelitian tentang terorisme di DIY.

Ditambahkan Muhaimin,persoalan terorisme bukan hanya pekerjaan Densus 88. Akan tetapi  hal ini menjadi pekerjaan semua anak bangsa. Dan Yogyakarta yang memiliki posisi yang strategis, saat ini disinyalir dijadikan tempat mengembangkan ideologi ini.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, terutama masyarakat awam agar lebih selektif dalam menerima ajaran agama yang tidak jelas sumber rujukannya” himbau Muhaimin yang juga ketua FKUB DIY ini.

Menurutnya tindakan terorisme dan radikalisme bukan hanya mengancam keselamatan warga. Terorisme yang berakar dari ideologi radikalisme bisa mengancam bangsa, sebab selain menebar teror mereka juga memiliki agenda politik untuk menganti dasar negara dan sistem pemerintah.

Sementara itu Arqom Kuswanjono mengatakan strategi yang dapat ditempuh dalam menanggulangi terorisme adalah meletakkan cara pandang yang benar dalam beragama. Yakni melalui pendidikan baik formal, in formal maupun non formal dengan melekatkan budaya santun, inklusif serta dialogis.

Arqom menambahkan jalur formal ini dapat dilakukan melalui pendidikan anti terorisme terutama kepada para guru dan dosen agama. Sehingga mereka dapat menularkan kepada anak didiknya. Sedangkan jalur informal melalui pendidikan keluarga untuk peduli kepada anak dan keluarganya.

“Dan jalurnon formal adalah mendidik masyarakat agar selalu waspada terhadap terorisme, di mana jalur ini dapat dilakukan melalui media massa atau forum-forum kemasyarakatan” pungkas dosen Filsafat UGM ini. anjar




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi