Peran Thionghoa Dalam Kemerdekaan RI
Jumat, 18 Agustus 2017 | 15:04 WIBMedia online pastvnews.com ketika memasuki Hari ulang tahun Republik Indonesia maka dalam mengenang para tokoh dan pahlawan patut kita ketahui. Dahulu semasa perjuangan yang di lakukan oleh para pahlawan terdiri dari berbagi etnis.
para pejuang di antaranya adalah Laksamana Muda Jhon Lie ( yang kala itu sebagai perwira tinggi AL, ada juga Soe Hok Gie (aktifis UI) dokter Oeng Boen (dokter terkenal yang sosiawan dari kota Solo, Oey Tjong Hauw (yang di angkat menjadi anggota BPUPKAI (badan penyelidik usaha persiapan kemerdekaan Republik indonesia.
Dengan mengetahui sejarah dan arti pentingnya para pejuang dari etnis Thionghoa maka di harapkan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat tidak terjadi kata-kata jika perang maka orang-orang Thionghoa mau kemana atau sembunyi kemana.
Sebab tak di pungkiri masih ada orang atau golongan tertentu yang mengkotak - kotakan sehingga menimbulkan perpecahan dan kesatuan
Bp. Herianto Kurniwan SH.Mba atau akrap di sapa Kohbing asal Jogjakarta ketika memberikan penjelasan terkait peran Thionghoa dalam kemerdekaan yang memang nyata adanya.
Kohbing menjelaskan, bukti adanya ikut perang adalah pada tahun 1740 terjadi geger pecinan dan saat itu menewaskan 10.000 orang. Kemerdekaan RI yang di raih oleh bangsa ini bukan merupakan hadiah atau pemberian, tetapi hasil dan karya perjuangan yang gigih dari berbagai anak bangsa, dan jelas tidak di lakukan oleh segelintir orang.
Sementara etnis atau agama termasuk di sini Etnis Thionghoa yang sering di sebut kaum pendatang. sejarah mencatat Saat Chengho datang ke Indonesia berimbas terjasi perpindahan penduduk besar-besaran di abat 14.
perlu di ingat nusantara sebelum menjadi negara RI merupakan jajahan belanda atau Hindia belanda yang memang saat menjadi penguasanya.
Kemudian nusantara juga di kuasai oleh raja-raja di berbagai wilayah, selanjutnya saat memasuki HUT RI 2017 melakukan dan mengenang kemerdekaan dengan simbol-simbol pameran dan karnaval yang di dalamnya terdapat 21 wakil dari kerajaan-kerajaan lengkap dengan pakaian adat yang di miliki, mereka tersebar dari nusantara bertemu Presiden RI
Di Kalimantan barat misalkan ada sebuah kerajaan Thionghoa yakni Republik Lanfang berdiri tahun 1777 M yang di pimpin oleh Thionghoa, raja ini dulunya berdagang yang akhirnya menetap di Indonesia dan mereka kemudian menggunakan pakaian adat dan bahasa yang di anutnya dari negara Thiongkok.
Dengan mengetahui sejarah seperti di atas maka di simpulkan orang Thionghoa mau bergabung dengan NKRI merupakan kemauan agar tidak terus menjadi jajahan Belanda. Sementara tahun 1928 ada sumpah pemuda yang mengakui satu nusa satu bangsa dan satu bahasa yakni bahasa Indonesia.
Demikian salah satu kupasan HUT RI ke 72 tahun 2017 dengan narasumber Kohbing. ‘id/pur/ym

Video Terkait
- Korps paduan suara siswi dalam HUT RI 2017 Jejeran
- Inilah Derap Dan Langkah Paskibraka Siswa - Siswi SLTA Pleret Dalam HUT RI ke 72
- Warga Rejodani Sleman Trakatan Dengan Pelaku Sejarah Perang Merebut Kemerdekaan RI
- Nich 6 Puasa Adat Orang Jawa Zaman Dahulu Hingga Bisa Sakti 'Apa Mantranya ?





