Malioboro Dulu -Malioboro Sekarang ‘PKL Tak Boleh Membuang Limbah Cucian Piring
Selasa, 14 Februari 2017 | 07:16 WIBMedia warta digital pastvnews.com lintas sosial pasca di revitalitas kawasan Malioboro kini hasilnya lampak lebih rapi dan tidak terlihat kumuh, Gubernur DIY Sultan HB X mengatakan revitalisasi masih berlangsung beberapa tahun kedepan, Meksi tahap I sudah selesai, tetapi itu bukan berarti final.
Apa yang sudah diresmikan,pihaknya masih terbuka untuk dikritisi demi kenyamanan dan keamanan kita bersama. Diakui, revitalisai Malioboro kedepan, pihaknya akan memprioritaskan penataan kawasan Malioboro sara bertahap sampaai tahun 2019, bahkan ia siap menerima masukan.
Kalau sudah luas seperti ini yang gak apa-pa. Jangan sampai mengkriti sise telah semuanya sudah jadi, itu yang repot. Dari awal kalau ada yang kurag,kritis ijuga dari awal,” pintanya. Menurut, Sultan revitalisasi bukan berak sudut untuk menggusur pedagang kaki lima dan juru parkir.
Banyak orang menginginkan, agar kawasan Malioboro bersih, nyaman dan tidak terkesan kumuh.“ Mari kita tata, kitajaga agar warga dapat menikmati Malioboro dengan nyaman dan aman,”ungkapnya.
Sultan menegaskan,penataan yang selama ini dilakukan bukan biarkan menggusur keberadaan PKL dan juru parkir. Menurutnya,dengan adanya revitalisasi tahap pertama, sebagaimana diungkapkan, Sultan berpesan agar tidak perlu merasa khawatir tentang keberadaan PKL akan tetap diperhatikan.
karena kekuatan perekonomian Malioboro ada pada PKL dan parkir. Menurut, Sultan kekuatan Malioboro beserta letak pada adanya transaksi ekonomi masyarakat menengah.
Namun demikian iajuga berharap agar PKL memperhatikan,kebersihan Maloboro tetap dijaga, masih banyaknya gerobak yang hanya di tutup tenda biru dan diletakkan di sepanjang Malioboro.
“ Saya berharap, kalau sudah tutup agar peti (gerobag-red.) PKL hanya ditutup tenda biru di sepanjang Malioboro.
Kalau peti masih ditutupi tenda biru dan ditaruh di situ ya percuma.” jelasnya. Penataan kedepan, Sultan juga berharap agar disediakan air bersih bagi PKL,kuliner.
Sultan juga meminta agar PKL tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah,limbah bau air bekas cucian di taman maupun pendestrian yang telah ditata.” Jangan ada satu ember untuk nyuci 20 mangkuk atau piring. Biar nggak “klenyit”.imbuhnya.
Sementara itu,Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM), DIY Ir. Rani Sjamsinarsi, mengatakan penataan Malioboro merupakan gabungan dari 5 desain hasil sayembara. Penataan tahap II di sisi timur Malioboro dari pasar Beringharjo keselatan sampa ititik nol Kilometer.
Di sisi barat, dimulai dari Ngejaman sampai titik nol.Tahun 2017 akandi bangun toilet under ground di depan Bank Indonesia (BI). Tahap III tahun 2018 di sisi barat Malioboro dari depan Hotel Inna Garuda sampai Ngejaman.
Sedangkan Ngejaman serta pembangunan under pass penyeberangan dari Taman Parkir Senopati ke Taman Pintar. Sedangkan tahap IV tahun 2019 penataan jalan Pangurakan, Margo utomo sisi barat. Tim red/san

Video Terkait
- Malioboro Yang Dulu -Malioboro Sekarang ‘Wajah Baru di Buru Orang
- KOLABORASI DIDI KEMPOT –KOH BING MEMERIAHKAN IMLEK 2568
- Goro-Goro Dalam Wayangan Petruk Bagong Semar Jadi Perhatian Penonton




