Kembali Ke Index Video


18 Kepala Desa Propinsi Jabar Berkunjung Ke Gunungkidul

Jumat, 18 November 2016 | 13:00 WIB
Dibaca: 1562
18 Kepala Desa  Propinsi Jabar Berkunjung Ke Gunungkidul
kunjungan bersama

Karangmojo, (Pastvnews.com) – Dalam rangka kegiatan Workshop produk kreatif desa budaya, Propinsi Jawa Barat mengirimkan 18 kepala desa untuk studi banding ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rombongan ini datang ke DIY sudah dari hari Senin, 14/11/2016, mengunjungi disetiap kabupaten dan kota di DIY. Hari ini Rabu, 16/11/2016, berkunjung dan audensi di Balai Desa Wiladek, Karangmojo.

Ida Mahmudah, ketua rombongan menjelaskan, kalau menurut data, di DIY ini kaya akan desa wisata dan budaya, walaupun di Jabar tidak kalah karena juga memiliki desa budaya dan wisata, namun untuk menambah wawasan bagi kepala desa yang dibawa ke DIY.

“Sebenarnya kegiatan ini untuk menambah wawasan para kepala desa yang kami bawa dari Propinsi Jawa Barat, mereka mewakili dari kabupaten/Kota masing-masing, karena disini memiliki beraneka ragam seni dan budaya serta memiliki toleransi yang tinggi,” tutur Ida Mahmudah.

Lebih lanjut Ia mengatakan, kalau di Jogja dengan Jawa Barat memang budayanya beda, adat istiadatnya juga beda, tetapi diantara yang berbeda tadi ada kesamaannya. Ia berharap setelah mengetahui tentang wisata dan budaya yang berada disini, para kepala desa yang dibawanya bisa mempunyai pemikiran baru untuk bisa mengembangkan desa wisata dan desa budaya.

“Harapan saya setelah pulang dari sini para kepala desa yang saya bawa ini nanti bisa mempunyai pemikiran yang baru untuk bisa mengembangkan desa wisata dan desa budaya,”pungkasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, CB Supriyanto, ketika ikut mendampingi dalam audensi workshop produk kreatif desa budaya, mengatakan dipilihnya Desa Wiladek ini karena toleransinya disini cukup tinggi.

“Ya mereka memilih disini karena disini relative aman, dan toleransinya tinggi, coba lihat di dekat balai desa ini ada gereja, disana ada Masjid, tetapi tidak pernah ada gejolak,”papar CB Supriyanto.

Ia juga menjelaskan dalam audensi tadi, ketika ditanya masalah membakar kemenyan, CB Supriyanto, menjawab sudah biasa dan tidak ada yang melarang.

“Tadi juga ada yang menanyakan kalau membakar kemenyan itu gimana, ya saya jawab disini sudah biasa, dan tidak ada yang melarang, karena itu termasuk budaya warisan para leluhur,”pungkasnya. W.Joko Narendro




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi