Kembali Ke Index Video


SELOKAN MATARAM TEMPAT PEMBUANG LIMBAH KONDOM ?

Kamis, 11 Februari 2016 | 08:46 WIB
Dibaca: 1482
 SELOKAN MATARAM TEMPAT PEMBUANG  LIMBAH KONDOM	?
SLEMAN - MEDIA ONLINE PASTVNEWS.COM, SELOKAN MATARAM yang  sepanjang tahun tidak pernah kering, untuk pengairan lahan pertanian  di wilayah  Kabupaten Sleman maupun Kulonprogo. Namun apa yang terjadi di awal tahun 2016 ? ternyata selokan inidi bebrapa titik  juga banyak limbah plastik bahkan alat kontrasepsi.

Selokan Mataram   dibangun pada masa penjajahan Jepang tahun 1944 itu, dengan panjang lebih dari 31, 2 km  dan mampumengairi  persawahan seluas 15.754 ha  yang berada di  kedua wilayahmasing-masing Kabupaten Sleman dan Kulonprogo. Dibangunnya  Selokan Mataam sebagai sarana pembangunan irigasi, maupun pengairan di sepanjang  selokan.

Namun sejak   tidak mengalirnya   air selokan   akhir-akhir ini, membuat resah warga  sekitar bantaran  selokan.  Hampir sudah dapat dipastikan,  banyak limbah baik  sampah rumah tangga, plastic-plastik yang   dibuang  sehingga membuat makin menumpuknya kotoran di  penggal-penggal  selokan Mataram.

 Hal ini   membuat pemandangan tak sedap. Bahkan  belum lama ini ditemukan  limbah  kondom,  banyak dibuang di  selokan Mataram.  Ratijo, Santos, yang sehari hari   dikenal sebagai penduduk Wedomartani,   tat kala  mengembala itik,  menemukan   limbah kondom yang berceceran di selokan Mataram. 

Bahkan, Ratijo pernah memergoki seseorang pengedara motor melempar    bungkusan plastic  warna hitam.  Ratijo dan beberapa temannya,  sering menemukan  kejadian tersebut.

Saat  saya sedang angon  bebek,  tiba-tiba dari arah  barat  pengendara motor melempar bungkusan dan dibuang ke selokan,” ujarnya.  “ sangat  disayangkan Selokan Mataram  yang  diangun dan mampu mengairi ribuan hektar  lahan pertanian yang sampai saat ini masih  menghijau  pada saat musim kemarau,  dirusak oleh adanya pemandangan  dengan  membuang limbah seenaknya.

Konon pembangunan   bendungan  diawali  pada masa pemerintahan  Sri Sutan HB IX, pada awal abad  20  atau  tahun 1909.   Sebagaimana diungkapkan,    Suyanto, pada saat   di Yogyakarta akan dibangunnya  pabrik gula,  tercatat lebih dari  17  pabrik gula yang akan dibangun di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Untuk menopang industry  pabrik gula dibangunlah  sarana pendukung, di antaranya  bandungan Karangtalun yang dilengkapi  empat  pintu air “ gejlik”yang berfungsi untuk memecah arus  dari Sungai Progo. Setiap pintu air  memiliki  bantaran  yang memanjang  kurang lebih 10 meter dengan menyesuikan  hulu kanal  Mataram yang membelok. Bendungan Karangtalun ini mampu mengairi  lahan persawahan sekitar 30.000 ha  meliputi  Kabupaten  Sleman, Magelang. Bendungan  bersejarah  seharusnya  dijaga.   sant


Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi