Korban Bencana Gunung Jugrug Ngawen Gunungkidul Di Evakuasi
Sabtu, 4 Maret 2017 | 22:11 WIBNgawen, (Pastvnews.com) - Bencana Gunung Jugrug (longsor) yang terjadi tadi malam sekitar pukul 18.30, SABTU 4 MARET 2017 baru mulai dievakuasi oleh team gabungan dari BPBD Propinsi dan Kabupaten Gunungkidul serta oleh team Tagana.
Pertambangan batu diwilayah rawan bencana di Dusun Jentir, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen,
mengakibatkan Gunung yang ditambang longsor sepanjang 75 meter dan memakan korban yang tidak ternilai harganya.
2 lansia dan harta bendanya ikut terkubut batu yang sangat besar, sehingga team mengalami kesulitan untuk mengevakuasi jenazah korban bencana itu. Dimungkinkan akan dikerahkan 2 alat berat dan beberapa alat kelengkapan untuk mempercepat jalanya evakuasi.
Ngawen, AKP. Agus Sunarno mengatakan dilokasi kejadian, kalau evakuasi tidak bisa dilakukan secepatnya karena mengingat batu-batu yang longsor sangat besar.
Tetapi akan diterjunkan minimal 2 alat berat supaya jenazah segera ditemukan.
“Karena batu-batunya yang sangat besar, estimasi evakuasi bisa memakan waktu selama 3 hari bahkan bisa lebih,” kata Agus.
Menurutnya, mereka akan konsentrasi yang lebih mudah dulu seperti memecahkan batu-batu dan mengevakuasi mobil truck yang mana truk yang ikut terkubur ada 3 dan posisi korban berada di dalam persisnya dibawah bongkahan batu yang paling besar.
Sementara itu ditempat yang sama Kepala BPBD Kabupaten Gunungkidul, menuturkan hal yang sama, evakuasi tidak bisa secepatnya selesai, karena sulitnya memecahkan batu yang menimpa korban dan rumahnya.
“Ya kalau ini tidak bisa dilakukan secepatnya, karena harus memecahkan batu-batu yang besar, bisa minimal 3 hari bahkan bisa lebih, belum untuk membuang batunya,”ucapnya singkat.
Diperkirakan ribuan rit batu yang akan dihasilkan dari longsoran batu, kesulitan akan diperkirakan untuk membuang pecahan-pecahan batu tersebut.
Terkait perijinan penambang menurut informasi memang sudah ada, namun demikian sudah seharusnya pemerintah harus selektif dalam memberikan perijinan pertambangan di daerah yang rawan bencana.
“ini untuk pembelajaran, kalau ini memang sudah berijin, pemerintah harus selektif dalam memberikan perijinan pertambangan dizona yang rawan bencana apalagi zona merah,”ucap Slamet SPd. MM ketika berada di lokasi bencana.
Seperti kita ketahui, bencana gunung longsor ini selain memakan 2 korban yang sampai saat ini belum bisa dievakuasi, yang ikut terkubur ada 2 rumah, 1 kandang ternak, 3 mobil truck dan beberapa harta benda lainya. W. Joko N.

Video Terkait
- Mulai Tahun 2017 Jalan Provnsi DIY Sepanjang 765,45 Km Akan Di Sertifikasi
- Diskusi Peringatan Serangan Oemom 1 Maret 2017' Yang Kaya Makin Kaya Yang Miskin Terus
- Waoo di kawasaan malioboro akses internet gratis dan terpasang wifi
- Rakorda-Bkkbn DIY Harapan-Hidup-Manusia-Boming Lansia
- Pameran dan Musyawarah Agung Perkerisan Berakhir Ini Pengurusnya Hingga Tahun 2021




