Kembali Ke Index Video


Konsultan Proyek Bansos SD Berulah Kirim Kirim SMS

Sabtu, 22 Agustus 2015 | 08:18 WIB
Dibaca: 1092
Konsultan Proyek Bansos SD Berulah Kirim Kirim SMS
SALAH SATU SD DARI 14 YANG DI REHAP DI GUNUNGKIDUL 2014-2015

Gunungkidul-PASTVNEWS.COM, Proyek Bansos SD di 14 Sekolahan yang sedang berjalan mendapat sorotan tajam karena indikasinya ada penyimpangan.

Yang patut di cermati, terkait pemberitaan yang di unggah pada hari Jum’at tanggal  21, Agustus 2015, yang menyoroti mengenai “Konsultan Bansos sekolah dasar di Gunungkidul Kebinggungan sehingga si konsultan banyak kirim sms.

Seperti halnya pada kamis 20/08/15 Yulianto sering mengirimkan pesan singkatnya yang isinya kenapa setelah saya ketemu klarifikasi beritanya masih muncul terus dan semakin tajam “Ujarnya.

Perlu menjadi bahan renungan media pastvnews.com, yang mengupdate pemberitaan dugaan penyimpangan BANSOS terus bergulir serta muncul adalah hasil investigasi di lapangan.

Dan bukan hanya sekedar cari sensasi, tetapi merupakan kritik membangun agar pemangku kepentingan lembaga pendidikan dan pengadaaan barang serta jasa lebih baik, sehingga tidak memunculkan kerawanan atau kong kalikong yang berakibat bobrok berkelanjutan, tapi bertujuan lebih menghasilkan kinerja berkualitas.

konsultan Yulianto

Ketika media mengunggah dengan topic yang dalam kenyataannya Konsultan Yulianta mengakui konsultan perencana bansos tidaklah dikerjakan sendiri, namun Yuli juga tetap mengakui jika Dia juga sebagai koordinatornya, bahkan Yuli jugalah yang bertanggungjawab atas seluruh pekerjaan “nah tersebut adalah lontarannya yang patut di cermati.

Kamis 20/08/15 siang konsultan ini kembali mengirimkan pesan singkatnya, “nyuwun sewu pak setelah buka, mengapa masih dimuat seperti itu? maksudnya gemana? terus saya bagaimana pak ? matur nuwun….”Nah begitu cara SMS yang di terima awak media.

Kemudian dihari jum’at tanggal 21 agustus 2015 jam 8.39.00 wib Yuli kembali memberi info dugaan bermaksud menggertak tim awak media pas tv news.com, yang jelas  Yuli kembali mengirim pesan singkatnya yang isinya menanyakan kepada wartawan apakah anda kenal dengan seorang wartawan dari salah satu media tv swasta yang bertugas di Gunungkidul atau tidak ?  Tanya dia.

Ketika di cermati seolah Konsultan proyek SD ini tidak tahu peran dan kerja media, padahal media adalah pilar demokrasi ke empat untuk menuju Indonesia lebih cerdas, jujur, adil dan manusiawi.

Menyinggung gertak tersebut, tentu jika di hubungkan dengan awak media yang di maksud Si konsultan Yunianto ini seperti dalam berita pastvnews.com tidak ada hubungannya dengan permasalahan konsultan tersebut. Justru melihat hal yang semacam ini sebenarnya malah di juga ikut menyoroti.

Semua media berhak mengkritisi agar kinerja semua aspek seperti proyek SD ini lebih baik, selain setiap insan media juga menjalankan tugas-tugas agar tetap menjadi pilar demokrasi yang mumpuni.

Bahkan kerja wartawan juga dilindungi Undang-Undang Pers, sehingga tidak dibenarkan siapapun melakukan intervensi hasil olah investiasi di lapangan apalagi berusaha menghalang-halangi pers yang berakibat menghambat tugas-tugas wartawan akan berakibat  kebobrokan tidak tersembuhkan.

Pers memiliki peran dan control setrategis sehingga Setiap orang yang secara sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi di Denda Rp 500 juta atau hukumnya dua tahun termuat di dalam (UU Pers No. 40 Th. 1999 Pasal 18 ayat I)”.

Awak media pastvnews.com hari jum’at 21-Agustus-2015 kembali meminta tanggapan kepada konsultan tersebut tetapi, Yulianta kembali menyampaikan bahwa konsultan perencananya ada tiga.

Tetapi diakhir pesan singkatnya justru malah menanyakan terhadap awak media hingga terlontar “bapak intinya mau mencari berita atau yang lain…? terima kasih”

Begitulah kebingungannya terhadap insan pers yang seolah dirinya minta di hentikan beritanya. Penting untuk di mengerti bahwa kinerja pers sangat jelas untuk bangsa dan negara agar lebih baik, sehingga perannya boleh mengkritik untuk umum demi menuju kebaikan.

Dengan demikian tidak etis jika seseorang hanya memandang sebelah mata tugas journalis, > TETAP BERSAMBUNG ) “Tim red”




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi