Kahmi Kasus Klithih Resahkan Masyarakat Pelakunya Wajib Di Tindak Tegas
Senin, 13 Maret 2017 | 19:51 WIB
Keprihatinan tersebut mengundang Pengurus Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) untuk menggelar Jumpa Pers, dihadapan sejumlah awak media, menyatakan kejadian ini tidak unsur berlatar belakang agama.
Sekitar tahun 70 – 80 terkesan seolah-olah ada konflik “ideology “cuma ketika muncul 2015, ideologi hanya untuk menutup-nutupi, sebenarnya bukan itu persoalan,kalau berlindung seperti itu seolah-berlindung jadi persoalan ideologi, sebenarnya hanya kerawanan biasa anak-anak muda. Sejauh mana KAHMI memutus mata rantai,agar kasus tak terulang .
Untuk mensikapi kasus tersebut, Majelis Wilayah KAHMI DIY menyatakan sikap, kasus klithih sampai saat ini sudah meresahkan masyarakat.Yang pengananannya secara komprehensif dengan pendekatan yang bijaksana dan tanpa kekerasan. Penanganan yang komprehensif dibutuhkan kesempatan para pakar dari berbagai disiplin ilmu , untuk melakukan kajian yang komprehensif namun cepat. Hasil penelitian, riset dan pemikiran akan dijadikan masukan,pemetaan.
Agar kejadian tidak terulang, KAHMI DIY menyampaikan usulan, agar Pemerinah dan aparat keamanan untuk menindak secara tegas. Mengajukan masukan ke Dewan agar lebih komprehensif dan lintas fraksi, dana yang cukup untuk mengatasi permasalahan. Mengajukan usulan ke masyarakat, khususnya ormas dan lembaga –lembaga pendidikan agar menciptakan sinerginitas dalam mencegah dan fenomena kekerasan anak-anak muda secara tepat.
Karena masalah tersebut, sudah kronis, perlu penanganan secara menyeluruh dan bekelanjutan, yang melibatkan berbagia komponen , pemangku kepentingan, tanpa memandang agama, etnis dan budaya.
”Dalam waktu dekat kami ingin mendapat masukan-masukan dari rekan media dan aparat kepolisian, kemudian kami adakan diskusi bersama guna menyelesaikan kasus klithih,” ungkap Dr. Khamim Zarkasih Putra,M.Si (Koordinator Presedium), dan Suhartono, SE.Si (Sekretaris Umum), dan pengurus KAHMI lainnya.
Hadir dalam acara jumpa pers, (Senin, 13/3) yang berlangsung di Soto Kudus, Jl. Monjali Kanit Bimas IPDA Oktavia Ratna P, SH,Bripka H Djuweni, Brigadir Wulanjari dan jajaran Polsek setempat. isan riyanto

Video Terkait
- Taksi online Jogja menggurus taksi tradiisional ? Apa Solusinya ?
- Menristekdikti Resmikan Universitas Nahdlatul Ulama Unu Yogya
- Inaker Berdiri Perjuangkan Indonesia Adil dan Makmur' Maka Ini Pengurusnya
- Rumah mantan sekda Diy resmi dijadikan sharing antar lintas generasi oleh




