Kiat Sukses Ala Warga Tionghoa Dalam Berbisnis
Sabtu, 12 Juli 2014 | 09:15 WIBMedia online, PAS TV NEWS. COM, Setiap pengusaha pasti memiliki kiat sukses dalam membesarkan usahanya sehingga akan hasilnya akan membawa dampak yang lebih berarti bagi pengusaha tersebut.
Berikut ini hasil bincang - bincang dengan tokoh dan pengusaha Bapak Kohbing pengusaha emas batangan yang juga pemilik dari Toko emas Kranggan Jogjakarta beralmat di jalan. Adisucipto 47 Jogjakarta
Apa kiat sukses dalam meniti karir bagi warga Thionghoa ?, yuk kita simak seperti dalam tulisannya.
Orang Tionghoa mulai berbisnis sejak VOC datang di Indonesia, hal ini di awali dengan membanjirnya imigran dari daratan China yang berlayar ke seluruh penjuru dunia, dan salah satu tujuannya ke Indonesia, meski waktu itu Indonesia masih dalam bentuk kerajaan kerajaan.
Para Imigran China waktu itu kemudian menyebar di seluruh penjuru nusantara. Menurut Kohbing warga Thionghoa yang berhasil dapat kita ketahui setidaknya adab 7 cara :
Pertama, etos kerja kebanyakan tinggi serta mau kerja keras bahkan lembur tanpa di suruh asalkan mendapat upah yang sepadan.
Kedua, Mereka harus mengusai atau mewarisi ilmu bisnis dari orang tuanya sejak dini atau masih kecil, sebangai contoh misalnya, bagi orang tuanya yang menjadi pengusaha dan membuat roti, restoran atau kontraktor, maka anak harus mengusai mulai dari tingkatan rendah hingga ke jenjang yang propesional, seiring dengan perekembangannya.
Contoh yang paling kecil adalah anak tukang maka harus juga harus menjadi tukang, sedang bagi orang tuanya yang memiliki restoran anaknya juga bisa memasak .
Ketiga, Hemat tidak boros dimana hasil yang di pakai serendah mungkin atau di bawah 50% dari penghasilan yang di dapat. Sedang kelebihannya di simpan, hal ini untuk di jadikan ekspansi di kemudian hari terkait perusahaannya.
Ke lima, warga Thionghoa memiliki falsafah di mana asal usulnya hidup dari pertanian, sehingga susah adalah hal yang tidak mengagetkan serta biasa, dengan demikian ketika di perantuan dalam menghadapi kehidupan keras sudah terbiasa.
Di Negara China dulunya hidup dengan penjajah jepang, sedang di Indonesaia hidup berhadapan dengan penjajah Belanda dengan demikian kerja keras jadi modal utama bila mau berhasil.
Menurut pemilik dari nama yang lain Herianto Kurniawan MBA ini, juga menyampaikan sebagian warga Thionghoa masih merasakan diskriminasi dan ketakutan selain masih terjadi bahkan ada yang anti China di berbagi sendi kehidupan meski dalam kepres RI Nomor 12 Tahun 2014 sudah di samakan haknya dengan penduduk pribumi, termasuk hak atas tanah.
Tips dan kiat warga Thionghoa yang ke enam,
adalah mau melakukan survey dan tidak malu bertanya kepada yang ahlinya hal ini untuk mendapatkan pengetahuan, dengan cara mencari dengan sungguh sungguh, sehingga tatkala telah memiliki teori maka agar usaha cepat maju mau bahkan juga tidak segan segan menyekolahkan anaknya ke jenjang yang tertinggi hingga ke luar negri,.
Ke Tujuh, Pengusaha Thionghoa menjunjung tinggi pelayanan, sampelnya aalah bagi yang memiliki usaha Toko maka harus murah senyum, dan apa bila tidak suka senyum jangan membuat toko.
Selanjutnya Warga Thionghoa mengedepankan hubungan yang baik terutama terkait produk purna jual, maka warga Thionghoa membuka pelayanan purna jual yang baik pula, bila sudah demikian, maka akan tercipta pelanggan akan lebih fanatic terhadap toko dan merk tertentu.
Hal ini seperti pepatah Orang JAWA, Witing Tresno Mergo Kulino (cinta karena terbiasa), demikian pemaparan Kohbing yang di akhir dengan “kata sukses selalu buat rakyat Indonesia "Semoga bermanfaat “ HAIYAA. “@ fd

Video Terkait
- Bos Mnc TV Mendapat Surat Terbuka Terkait Pilpres”Dan di Kritik Pedas
- Perolehan Suara Pilpres Menurut Quick Count 2014
- Deklarasi insan pers ajak ke kitoh "sebagai pers yang mendidik
- Warga Thionghoa dalam pemilu
- Sunat sudah penting bagi warga Tionghoa"meski ada yang tidak supit
- Masyarakat Tionghoa Awalnya Masih Bersifat Matrilineal.
- Loeke Larasati Jabat Kejati DIY " di desak tuntaskan Kasus dana hibah Persiba
- Tahun Shio Kuda Kasus Century dan Korupsi Akan Banyak Terbongkar ?




