Kembali Ke Index Video


Sunat sudah penting bagi warga Tionghoa"meski ada yang tidak supit

Sabtu, 21 Juni 2014 | 10:33 WIB
Dibaca: 3858
Sunat sudah penting bagi warga Tionghoa"meski ada yang tidak supit
DOK FOTO WORDPRESS "SUNATAN MASSAL

 

Media digital pastvnews.com, Pernahkan anda mendengar orang China/Thionghoa alat kelamin pria di sunat atau di supit ? tentu judul di atas, kalau berbicara sunat terutama bagi warga Thionghoa, maka salah satu sumber yakni Herianto Kurniawan, yang di kenal Kohbing pengusaha Salon kecantikan dan emas batangan, memaparkan.

Dalam sejarah orang Tiongkok mengenal “KASIM, Dia merupakan pembantu /office boy (OB) di kerajaan yang (maaf yaa) alat kelaminnya di potong atau ( di kebiri ) dia agar tidak menyeleweng terhadap selir Raja.

Adanya info tersebut maka ada anggapan setiap orang dewasa sunat berarti alat kelaminnya pria di potong, jelas menjadi hal yang menakutkan.

Namun seiring perkembangan yang telah berubah, tetapi masih minimnya informasi dan pengertian yang salah, maka mereka orang Tinghoa tidak mau alat kelamin pria di sunat karena akan berakibat sakit, di sisi lain alasannya mereka juga merasa tidak perjaka lagi.

 Sunat dalam kemajuan zaman justru menjadi kebutuhan atau malah menjadi perintah Agama terutama agama Islam,  demi kesehatan bagi si anak yang menjelang dewasa atau akil baliq.

Sekarang di Negara Tiongkok banyak orang Tionghoa non Islam yang melakukan sunat, mereka justru telah menyadari Arti sunat yang sebenarnya.

Pemahaman sunat ini dilakukan dengan berbagai cara, sehinga memotong dan membuang lapisan kulit luar pembungkus ujung penis ( kulup ) dan pengertian ini telah di fahami sebab tujuannya untuk menjaga kebersihan organ penis.

Pengertian yang lain dengan sunat yang ternyata dibalik kulup itulah ada ruang tempat persembunyian kotoran, yakni ada virus dan bakteri yang terbawa oleh urin, dengan argumentasi seperti ini, di tinjau dari sisi kesehatan telah mengena.

Apabila tidak dibersihkan maka kotoran yang menempel celah kulit penis jelas bisa menyebabkan kanker atau infeksi  sehingga menimbulkan penyakit pada kelamin pria, maka dari sinilah, sunat sudah tidak menjadi hal yang menakutkan bagi warga Tionghoa terutama yang telah beragam Muslim,

Bahkan di Indonesia warga muslim keturunan Tionghoa yang tergabung dalam PITI ( Persatuan Islam Tionghoa Indonesia ) telah melakukan sunat sesuai ajaran Islam. Sedang orang asing dari Eropa juga melakukan sunat. Menurut Koh Bing, keinginan sunat atau tidak tergantung kepribadian masing – masing.

Ketua bidang kesenian Perwacy DIY, itu lantas mengkutib dari tokoh, yang mengatakan, Pengaruh terhadap tindakan sunat saat hubungan seksual pada dasarnya sunat itu tidak akan mempengaruhi fungsi seksual seorang pria.

Hal ini tidak ada hal ilmiah yang menunjukkan bahwa sunat atau tidak sunat berpengaruh terhadap fungsi seksual se orang pria, “ Ungkap Wimpie, Prof. Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd FAACS seorang Guru Besar dan Kepala bagian Andrologi dan Seksologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.“Kata Kohbing kepada pastvnews. “Tim red”




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi