SASTRA JAWA TERPINGGIRKAN, MAKA LAYAK ADANYA DIGITALISI
Jumat, 4 Desember 2015 | 07:50 WIBMEDIA –PASTVNEWS.COM, PERKEMBANGAN sastra dan budaya Jawa tidak dapat dilepaskan dari perkembangan media. Peran media dibutuhkan ketika karya sastra budaya Jawa hendak disosialisasikan ke masyarakat.
Akan tetapi akhir-akhir ini kondisi media massa dan penerbitan mengalami kelesuaan, perubahan radikal yang pengaruhnya sangat signifikan. Perubahan ini terutama terkait dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
Situasi demikian tidak menguntungkan bagi sastrawan dan budayawan. Minat masyarakat untuk menikmati karya sastra jauh lebih rendah dibandingkan minat nonton sinetron.
Hal tersebut dikemukakan, Isnawan Gunawan dalam Pra Temu Sastra Jawa, yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, di Hotel Pangeran Emas, Ahad (29/11/2015 lalu).
Masuknya era digital memberi kemudahan bagi generasi muda untuk mengakses, dalam pencarian data hanya membutuhkan waktu sekian detik, terima kasih mbah Google,” ungkap Isnawan. Diakuinya, masuknya era digital yang serba instan dan cepat,masyarakat dipaksa untuk berlari setiap hari setiap detik.
Banyak diantara kita yang tidak lagi memiliki ruang kosong untuk sekedar berkontemplasi mengenai siapa diri kita,apa yang sedang kita lakukan, dan kita sedang menuju kemana. Disinilah peluang bagi sastra dan budaya Jawa untuk mengisi ruang-ruang hampa berkelana di dunia maya,” ungkapnya.
Budaya dan sastra Jawa, sebagaimana dipaparkan dalam Pra Temu Karya Satra, tersebut, Isnawan mengakui jika budaya dan sastra Jawa cukup kaya, baik karya sastra klasik maupun kontemporer. Sayangnya, banyak peminat yang kesulitan mengakses, sementara buku-buku bahasa dan sastra Jawa sulit dijumpai di took-toko buku.
Perlu untuk melakukan digitalisai budaya dan sastra Jawa secara komprehensif, dengan cara ini kekayaan khasanah sasraa dan Jawa dapat diakses oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Selain untuk mengakomodasi para ”pandemen” budaya dan sastra Jawa.
Digitiaisi dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya dan sasra Jawa tidak ditingkat nasional namun sampai tingkat internasional. Di samping itu terus berupaya membangun komunitas di berbagai tempat.
Bagi sastrawan dan budayawan penting secara terus menerus untuk rajin mengunggah hasil karya mereka ke internet, peluang untuk merangkul anak-anak muda justru lebih besar di era digital, alangah indahnya kalau semua bisa saling berkomuniaksi, berbagai ide, membuat acara bersama .” ungkapnya.
Suwardi Endraswara tampil diakhir acara yang bertajuk Pra Temu Sastra Jawa yang berlangsung 4 hingga 6 Desember 2015 dengan tema Sastra Jawa Madhangi Jagad. san/juk

Video Terkait
- Jelang kampanye Terbuka Benyamin-Sudarmadi Cabup Independen Gunungkidul ‘Menyampaikan 'Saya pemimpin lahir dari rakyat Untuk Rakyat
- Campursari menghibur peserta dalam sarasehan pendidikan di wonosari
- Kromo Taruna bertahan dari gusuran Belanda “Sedumuk Batuk Bathuk Senyari Bumi.
- Budayakan Hidup Bersih Dengan Cuci Tangan





