Ratu Hemas, Pembangunan Hotel Harus Berdasarkan Perda
Selasa, 14 Juli 2015 | 16:39 WIBJogjakarta-PASTVNEWS.COM, Maraknya pertumbuhan hotel di Yogyakarta menjadi salah satu sorotan anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPD) DIY, GKR Hemas. Karena efek dari pembangunan hotel telah berdampak semakin berkurang air tanah di wilayah Yogyakarta.
“Dampak pembangunan hotel memang telah dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar hotel. Mereka mengeluhkan air sumurnya banyak mengalami penusutan bahkan sampai ada yang kering.
Oleh karena itu peraturan pembangunan hotel perlu ditinjau kembali” ungkap Ratu Hemas seusai Rakor di DPD DIY di komplek Kepatihan.
Istri Sri Sultan HB X ini menambahkan ijin pembangunan hotel ini sebenarnya ada di tingkat kabupaten/kota. Sehingga kebijakan tersebut tergantung masing-masing pemerintah kabupaten/kota.
Dan untuk membangun sebuah hotel diperlukan adanya peraturan daerah atau Perda, oleh sebab itu pemerintah kabupaten/kota tidak bisa begitu saja memberikan ijin pembangunan hotel.
Lebih jauh Ratu Hemas menjelaskan setiap pemerintah kabupaten/kota perlu adanya Perda, terutama terkait dengan tata ruang tata wilayah (RTRW).
Kalau pembangunan hotel dirasa sudah cukup maka pemerintah kabupaten/kota sudah seharusnya menghentikan perijinan pembangunan hotel.
Dan saat sudah ada beberapa kabupaten/kota menghentikan atau tidak memberikan ijin pembangunan hotel. Menjawab pertanyaan awak media terkait adanya hotel yang menempati cagar budaya, Ratu Hemas menyatakan belum mengetahui hal itu.
Akan tetapi yang membangun hotel di lokasi cagar budaya apalagi sampai merusaknya nanti akan terkena sanksi. Karena cagar budaya dilindungi oleh undang-undang, maka nantinya akan ada hukumannya.
Sementara terkait dengan rapat koordinasi yang digelar DPD DIY, Ratu Hemas menerangkan kegiatan ini rangkaian kerja DPD yang msaih dalam tahap uji coba di empat propinsi, di antaranya Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan dan Yogyakarta.
Di mana rakor ini menjadi media komunikasi yang eefektif dan inten dengan pemerintah daerah serta masyarakat. anjar

Video Terkait
- MANTAN NARAPIDANA DALAM PILKADES DI GUNUNGKIDUL 2015 GIMANA YA ??
- DETIK DETIK AKHIR SEBAGAI BUPATI GUNUNGKIDUL "BADINGAH RESMIKAN PADEPOKAN ” WATU GILANG
- DUTA PAJAK SUDAH DITERAPKAN DI GUNUNGKIDUL
- Ustad Slamet Tangan Kanan dan Kiri Saling Kerjasama
- Benyamin - Mustangid Cabup cawabup independen Menyapa Warga Desa Wisata Jelok Beji




