Hut 70- tahun pemdes condongcatur pertahankan nilai budaya lokal
Sabtu, 31 Desember 2016 | 11:06 WIBSLEMAN - MEDIA WARTA DIGITAL PASTVNEWS.COM, BERBAGAI kegiatan memeriahkan HUT 70 tahun Desa Condongcatur,selain kirab budaya,parade hadrah, jatilan,lomba burung,dan berbagai kesenian, keroncong, kethoprak, festival dolanan,donor darah, mancing,masak tempe,yang menarik perhatian public.
Kehadiran Cak Nun dengan Kyai Kanjeng dan pengajian menarik masyarakat untuk menyaksikan, banyak masyarakat yang dating dari luar DIY. Penampilan Cak Nun kali ini, sebagaimana diungkapkan, Kades Condongcatur, untuk menghadirkan pengajiaan yang bertajuk Sinau Bareng bersama Cak Nun dengan Kyai Kanjengnya harus mengantri, setelah sekian tahu baru kali ini bias terlaksana.
Keinginan untuk menghadirkan Cak Nun sudah lama cukup lama , alkhamdulilah bias terlaksana” ungkapnya. Cak Nun yangtampil, pertengahan Desember.
Lantunan syair Islami yang dibalut nuansa Jawa nampak terasa memukau masyarakat yang tidak saja dari warga Condongcatur, banyak masyarakat dari luar Yogyakata mengikuti hingga usai acara di akhiri dengan jabat tangan sebagaimana layaknya seorang sahabat yang sudah cukup lama tidak bertemu dalam suasana pencerahan iman islami.
Dalam acara tersebut, Cak Nun mengpresasi Pemdes Condong catur, yang tetap mempertahankan nilai nilai budaya kearifan local. Hal tersebut dapat disimak, antara lain disebutkan yang harus dijunjung tinggioleh manusia dalam hidup adalah martabat.
Yang akan dibawake akherat kelak hanya martabat yang dimiliki setiap orang. Apa yang dimiliki selama di duniatidakmungkin di bawa kealama akherat, rumah harta dan mobil mewah dan berbagai perhiasan selama diduni atak bisa menyertai sampai keliang kubur. Di bagian lain, dikatakan, orang takut dengan materi – uang. “ Coba bayangkan kalau kita tidak pakai baju.
Marta batitu sampai akhirat, bukan ilmu apalagi kekayaan dunia yang selama ini bangga-banggakan. “ tegasnya. Peringatan yang digela Pemdes Condongcatur, sebagaimana diungkapkan, Reno Candra sangaji,SIP kades Condongcatur.
Persiapan menyambut HUT, diakui persiapannya cukup matang bahkan, hampir lebih dari 3 kali rapat persiapan termasuk menentukan conten materi.” Kami melibatkan seluruh komponen masyarakat Condongcatur,
untuk berpartisipasi dalam memupuk rasa nasionalis medan nilai kebangsaan, kami menghimbau kepada warga Condongcatur untuk mengibarkan bendera Merah Putih, dengan peringatan di usia yang ke 70 bagi kami merupakan hal istimewa.
karena usia sudah lebih dari setengah abad perludi syukuri dan kami ingin menanamkan rasa handarbeni ”ungkapnya. Dalam pengajian, Cak Nun menilai desa Condongcatur, dibandingkan puluhan tahun lalu, lebih maju, baik dari perkembangan keagamaan, masyarakat dan wilayahnya. “ Condongcatur kini berada di antara kota dan desa, atau desa kota.
Kedepan desa Condongcatur bisa menjadi uswatun hasanah bagi desa-desa lain dalam menghadapi era globalisasi.” Ujarnya.
Sementara itu, Reno CandraSangaji, SIP dalam kesempatan menyatakan, ia yang baru menjabat sebagai kepala desa, mengaku banyak belajar dari para pendahulunya. “ Mari berjuang untuk mempertahankan desa,dengan sungguh-sungguh meski di sekeliling kita banyak tumbuh hotel hotel,namun nilai-nilai budaya harus terus diberdayakan. Investor boleh masuk tapi tidak boleh merusak nilai nilai budaya yang ada di desa kami. ” imbuhnya. @isan

Video Terkait
- Pesta kembang api ribuan penon ton sambut tahun baru 2017
- Malam pergantian tahun baru alun alun utara jogja warga saksikan pesta kembang api
- Bupati Bantul Lantik 730 Pejabat 'integritas moralitas dan jujur jadi gemblengan pelantikan
- Kasus cah klithih kado akhir tahun 2016 polda diy
- Senam Sport For all lansia senam menyehatkan
- Joki Pindul Meresahkan, Pemkab Gunungkidul Belum Mampu Menertibkan ?




