Kasus cah klithih kado akhir tahun 2016 polda diy
Sabtu, 31 Desember 2016 | 10:22 WIBMEDIA PASTVNEWS.COM, KENAKALAN remaja yang dilakukan oleh remaja hingga menewaskan seorang siswa SMA Muhammadiyah, Yogyakarta menjadi perhatian Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri, dan rupa-rupanyamenjadikadoakhirtahun 2016.
Memang sangat memprihatinkan, kasus “ klithih”, sebagai kota pelajar Yogyakarta merasa tercoreng, sebagaikota budaya Yogya tercemar, masyarakat Yogya yang dikenal santun, sopan dan berbudaya ini harus dicemarkan oleh sekelompok oknum pelajar yang nota bene sesama pelajar.
sungguh amat di sayangkan kejadian ini merupakan catatan diakhir tahun, dan menjadi prioritas bagi jajaran kepolisian untuk menuntaskan.
Ini kebetulan terjadinya menjelang akhirtahun, jadi yang menjadi perhatian adalah tawuran antara pelajar (klithih).” Demikian dingkapkan Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri seusai menyampaikan laporan akhr tahun yang berlangung di Gedung Sebag Una, Mapolda DIY.
Dikatakan bagaimanapun juga sangat mencoreng nama kota Yogyakarta sebagai kota pelajar, yang dapat berpengaruh terhadap citra Yogya sebagai wisata.
Diakui, kaksus yang menewaskan pelajar SMA Muhammadiyah menjadi perhatian. Dari catatan sepanjang tahun 2016 tercatata 43 kasus klithih, 20 kasus yang dilaporkan dan adalah kasus tewasnya siswa SMA Muhammadiyah I (Muhi) Yogyakarta Adnan Wirawan Ardianto (15).”
Karena pelakunya adalah anak-anak, penyelesainnya menggunakan poladiversi, diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak, yang telahberumur 12 tahu tetapi belum berusia 18 tahun,dari proses peradilan pidana.
Dari catatan Polda DIY, kenakalan remaja dan tawuran dilaporkan, tahun 2016 sebanyak 20 kasus atau naik 11 kasus dari tahun 2015 yang hanya Sembilan kasus.
Sementara dari catatan akhir tahun 2016 Polda DIY. Kasus penipuan masih dominasi catatan akhir tahun,pada peringkat 10 besar.
Tercatat ada 1.224 kasus, atau menurun dibanding tahun 2015 (1.548 kasus).Angka pencurian diwilayah hukum Polda DIY tercatat sebanyak 721 kasus, naik 11 kasus dibanding tahun 2015.
Catatan kasus kriminalitas tahun 2016 terdiri Curanmor 526, aniaya ringan 369, narkoba 457,pencurian dengan kekerasan 168, pengeroyokan 154, perjudian 175,KDRT 166.
Kasus ungkap narkoba tahun 2016 sebanyak 457, sedangkan tahun 2015 tercatat 403 ada kenaikan. Klasifikas tersangka pengedar sebanyak 398 orang (2015), 300 orang (2016), pemakai 105 orang (2015),229 orang (2016).
Yang paling dominasi jenis pekerjaan kalangan tahun 2015 : swasta 204 orang, wiraswasta 119 orang,mahasiswa 78 orang, buruh 39 orang, pengangguran 16 orang.
Pekerjaantahun 2016 : swasta 206 orang,wiaswasta 123 orang,mahasiswa 72 orang, buruh 49 orang,pengangguran 25 orang. Meski kasus penyalah gunaan dan peredaran narobamengalamikenaikan. Namun darisisi prevalensi penyalahgunaan terus menurun.
Hal ini di dasarkan pada data BNN, Penyalah gunaan narkoba di DIY tahun 2009 tercatat menduduki peringkat kedua, Tahun 2004 turun menduduki peringkat ke lima, tahun 2016 turun dan menduduki peringkat delapan besar.
Sedangkan kejadian lakal antas tahun 2015 sejumlah 3922 dibandingkan tahun 2016 sejumlah 3.235, sehinggan mengalami penurunan sebesar 687 kejadian (17,51%).Korbanmeninggalduniatahun 2015 tercatat 252 orang dibandingkantahun 2016 sebanyak 392 orang sehingga mengalami kenaikan sebanak 40 orang (11,36%).
Sedangkan pelanggaran berdasarkan kepangkatan tahun 2015 sejumlah 165 personil dibandingkan 2016 sejumlah 130 personil mengalami penurunan 35 personil (21,2 %)
Jumlah pengaduan masyarakat secara tertulis tahun 2015 sebanyak 81 , dibandingkan tahun 2016 sebanyak 68 sehingga mengalami penurunan 13 (16,04%), Jumlah pengaduan secara lisan tahun 2015 sebanyak 127 dibandingkan tahun 2016 sebanyak 111 sehingga mengalami penurunan sebanyak 16 (12,59%). sant





