Kembali Ke Index Video


Apa Makna Kupat di Hari Raya Idul Fitri ? "Ya Lebar, Lebur, Labur, Luber !

Rabu, 15 Juli 2015 | 09:21 WIB
Dibaca: 1619
Apa Makna Kupat di Hari Raya Idul Fitri ?  "Ya Lebar, Lebur, Labur, Luber !
KUPAT SIMBUL NGAKU LEPAT ATAU SALAH

Media Warta digital PASTVNEWS.COM, Hari Raya Iedul Fitri atau juga di sebut lebaran, sangat di tunggu-tunggu oleh umat Islam dan ini merupakan moment penting untuk saling bertemu sanak saudara dan keluarga, untuk saling memaafkan.

Moment tahunan  ini  juga sangat berguna untuk menjalin tali silaturohim agar semakin memperkuat persaudaraan, apalagi bagi yang selama ini kurang dekat dengan keluarga sangat mujarap sebagai penghubung sosial yang efektif merekatkan kembali dalam sebuah persahabtan serta keluarga.

Bulan Syawal adalah hari yang di manfaatkan untuk saling meminta maaf dan juga memaafkan. Berkaitan dengan hari raya tersebu tentang Hikmah dan filsafat Kupat dapat di simak di bawah ini.

Bertajuk : LEBAR, LEBUR, LABUR, dan LUBER, Kupat bagi sebagian umat Islam/terutama orang Jawa telah di pakai sebagai perlambang kemenangan sejak zaman dahulu, Kupat yang terbuat dari Pelepah daun kelapa muda atau JANUR Kuning merupakan barang yang di anggap memiliki filosofy karena dapat sebagai perlambang kebaikan serta kemenangan dalam perjuangan.

Pertanyaaanya, apakah di hari raya Idzul Fitri ini kupat hanya sekedar tradisi serta simbul saja ? ataukah mempunyai makna lebih dari hal tersebut  ?

Untuk itu pemirsa pemirsa mari kita simak atikel ini semoga bermanfaat.

Tradisi lebaran yang membuat Kupat  yang di anyam dari daun kelapa muda atau Janur, di isi beras kemudian di masak hingga nasinya kenyal dan enak di makan.

Simbul dari hal itu adalah kupat dalam keadaan kosong di isi warna putih, bertujuan kembali kepada kebaikan, sedang nasi yang telah matang tentu saja siap untuk di santap. Dulu saat Tentara Republik Indonesia terutama saat melawan agresi militer  kepada Belanda di Jogjakarta tahun 1949 yang juga manfaatkan  janur, walhasil,  Tentara RI  mampu merangsek hingga TNI menang, dengan kode di kepala memakai tanda Janur kuning yang di ikatkan di kepalanya.

Tradisi yang lai ttentang perlambang memakai Janur, bnayak di temui termasuk para mempelai/sepasang pengantin ketika akan melangsungkan pernikahannya atau hajatan ada tradisi yang demikian.

Nach pemirsa, pembahasan JANUR ‘dari kata - kata orang Jawa yang mengartikan : JAN yang artinya Jelas, ( Jan, artinya  tidak samar samar “sejati”) sedang NUR /bahasa arab adalah: Cahaya. Sehingga dapat di artikan secara lengkap JANUR di maknai dengan kata sejati atau petunjuk/pituduh dari Yang Maha Kuasa.makna secara umum dan mendalam adalah petunjuk atau arah yang jelas dari yang maha kuasa.

Kemudian kata Kupat di artikan dalam bahasa Jawa “LAKU PAPAT/Jalan Empat ini bila di hubungkan dengan hari raya lebaran, ya tentu saja juga dimaknai Kupat adalah NGAKU LEPAT/ menggakui kesalahan.

Pemirsa yang terhormat, Kembali kepada hari raya lebaran Media majalahburung Pas.com mengulas lebaran dengan arti yang pertama,

LEBAR adalah ; Rampung/Ba’da. maka untuk hari pungkasan puasa di namai hari lebaran (dina bada) orang jawa mengartikan Bodo dari kata Ba’da yang artinya rampung/selesai yang jatuh di hari raya Idzul Fitri satu Syawal.

Dengan selesainya puasa, umat islam terus lebaran, karena umat Islam di bulan romadlon telah menjalankan syariat dan kewajibannya menjalankan ibadah puasa, sesuai tuntunan AlQur’an yaitu surat Albaqoroh ayat 183. yang artinya diwajibkan atas kamu sekalian orang yang beriman untuk berpuasa….. dan seterusnya.

Meskipun Puasa sudah selesai, tentunya sebagai umat muslim jangan lantas lebar semuanya, akan tetapi sehabis bulan puasa harus dapat meningkatkan kebaikan di segala bidang serta ketakwaannya kepada Alloh SWT.

Jadi lebaran itu bukan milik orang yang mempunyai barang serba baru, rumah,mobil, dan barang-barang mewah lainnya, atau juga memiliki makanan yang banyak dan enak enak, tetapi makna lebaran dapat di artikan serta akan berakibat lebih baik  bagi umat muslim, selain bermanfaat bagi  sesama orang dan kepada siapa saja, yang intinya pasca ibadah puasa dapat meningkatkan bertaqwa terhadap Alloh SWT.

Yang kedua LEBUR artinya musnah/habis/menyatu, maka dalam makna lebur ini ketika umat Islam di bulan Romadlon, dimana Alloh akan mengampuni segala dosa sega dosa, oleh karena itu hal ini cocok serta sesuai Sabda Nabi Muhammad SAW. Manshoma Romadhona imanan wahtishaban ghufirollahuma taghodama mindzambih yang kurang lebih terjemahnya, Barang siapa yang berpuasa dengan mengharap Ridho Alloh akan di ampuni dosa yang telah lalu.

Para pemirsa, dengan berpuasa di bulan suci tersebut tentu bagi orang yang beriman harus lebih kuat imannya, sehingga berkaitan dengan lebaran yang berhubungan dengan manusia maka di dapat kearifan yang saling kasih mengasihi, sehingga saling bermaafkan, diharapkan bisa LEBUR segala kesalahan, dengan demikian kita juga terbebas dari Api neraka setelah saling menyadari kesalahan dan kekurangan (saling maaf memaafkan agar habis dosanya) .

HALAL BILHALAL

Di Indonesia dewasa ini telah berkembang Halal, bilhalal menjadi tradisi untuk saling bertemu antar anggota keluarga, yang bertujuan menjalin silaturohmi/merekatkan dalam paseduluran/kekeluargaan, dan dalam bertemanan, sehingga pada intinya akan tradisi ini untuk tujuan NGLEBUR DOSA/menghilangkan dosa, di hari raya Fitri ini sepatutnya kita saling memaafkan. Meskipun seseorang apabila ada kesalahan tidak harus meminta maaf di bulan syawal.

Para pembaca yang budiman, jika kita ada kesalahan, sebaiknya cepat cepat dan harus paksakan untuk meminta maaf, namun kenyataannya mungkin juga banyak di ketahui memberi maaf kadang susah/berat, meski demikian bila ini di lakukan dengan niat yang tulus akan di dapat hasil yang bermanfaat tehadap orang  lain karena yang pemaaf itu justru lebih utama dari pada yang meminta maaf.

Di hari yang Fitri ini, apabila kita legowo/iklas memberikan maaf maka, ya itulah yang di sebut sudah terkena daya rekat hari raya lebaran, karena memang bulan sebelumnya telah menjalani gemblengan/di godok, berlatih bersabar,serta pemaaf, selain juga pemurah dan sebagainya,

Dapat kita simpulkan ketika sebulan penuh dalam pelatihan, selanjutnya dengan memahami  ragam kebaikan dapat di sebut sudah Lebur/hilang  dan arti lainnya sudah kosong.

Sedang ke tiga kata LABUR jika kita memaknai disuatu pekerjaan yang menggunakan cat/Labur yang berwarna Putih, yang kita umpamakan melabur  bangunan tembok maka yang di LABUR dengan warna PUTIH itu, tentu akan menjadi putih bersih cemerlang, sehingga seseorang yang bersih tersebut kemudian kembali ke kesucian atau menang dari segala perang hawa nafsu/ (JIHADUL NAFS/ TZKIYAH ANNFAS)

Dalam ilmu Fisikologi, teori tabularas, menggambarkan kertas putih dan bersih. Hal ini juga sesuai dengan sabda Nabu SAW. Yang artinya kurang lebih, “barang siapa yang berpuasa karena Alloh dan bersungguh sungguh akan di ampuni segala dosanya seperti bayi yang telah lahir. (bersih dari dosa/putih)

KATA LUBER

Kata Luber adalah meluap/tumpah/bludak, oleh karenanya memaknai Luber tersebut kita umpamakan, Sedang mengisi gelas atau ember dengan air bersih, tentu isian tersebut bila sudah penuh akan meluber, ini artinya, jika seseorang di bulan syawal ini yang sebelumnya pelit atau telah bekerja dan mendapatkan berbagai hasil baik dalam lapang maupun sempit  maka, orang tersebut bisa meluberi ke kanan dan kekiri.

Arti jelasnya tidak pelit, tidak sombong dan mau mengeluarkan sebagian rezekinya untuk berzakat, sodakoh, infak dll, nah terkait rezeki maka pelaku puasa Ramadan bisa meluberi kemana mana, kemudian yang di luberi juga menjadi dingin/anyep bahkan menjadi subur, dan yang meluberi juga semakin baik pula.

Berkaitan dengan ini “MIMMA ROYAKNAKUM YUNGFIKUUN yang artinya suka memberi kepada sesama, oleh karenanya, umat muslim yang telah dan mau berzakat tentu juga dapat untuk membersihkan diri.

“Hadits yang lain, perlu kita simak, yang artinya : Pahala seseorang masih tertahan di awang/awang/langit, sampai orang tersebut mau bayar zakat. Kemudian setelah seseorang mau berzakat baru di teruskan (LAUHIL MAHFUD) yang artinya, sebagian rezeki/uang/harta kita juga milik orang lain si miskin dan juga milik anak yatim.

Nah pemirsa, redaksi juga mengartikan LUBER ini bukan sebatas luber harta/uang akan tetapi juga bila seseorang mau memberikan dengan suka rela, menularkan ilmu yang bermanfaat perlu juga di sebarluaskan kepada sesama, terlebih ilmu tersebut sangat berguna bagi ke hidupan manusia, disamping pada akhirnya yang menularkan tadi juga sebagai amal jariahnya, yang pahalanya akan tetap mengalir terus.

Kesimpulan : Lebar/Lebaran adalah bukan sebatas milik orang yang mempunyai barang serba baru dan mewah, tetapi lebaran hendaknya orang Islam dapat bertambah Iman dan bertaqwa terhadap Alloh SWT.

Ke dua LEBUR (saling maaf memaafkan dan agar habis dosanya) .

Ke tiga, LABUR : Sehabis Romadhon yang telah melawan hawa nafsu lebaran yang sudah bersih ini hendaknya di isi dengan yang baik/putih.

Ke empat : Sehabis Bulan Romadhon hendaknya juga lebih pemurah, menyadari mau memberikan sebagian rezekinya kepada orang lain untuk si miskin dan anak yatim.

Mau berzakat secara sadar. Juga mau memberikan ilmu yang bukan sebatas harta/uang, akan lebih bermanfaat. Tim redaaksi pas tv news.com,




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi