Melepas Lelah di Bukit Bego
Senin, 6 Juli 2015 | 12:40 WIB
Media warta digital PAS TV NEWS.COM, Goresan garis-garis akibat alat berat membekas di antara batu-batu kapur. Sementara sisa bukit yang terpangkas karena pengerukan tampak gersang, tak satu pun pohon tumbuh. Namun di balik semua itu tersimpan keindahan alam yang mungkin terlupa.
Awalnya tidak yang menyangka kalau segundukan bukit yang gersang menjadi menarik manakala di kanan kirinya dipoles sedemikian rupa. Dua buah gazebo yang didirikan pemuda Kedung Buweng menjadi daya tarik setiap insan manusia yang melintas jalan Mangunan.
Di gazebo yang didirikan di atas batu kapur tersebut menjadi tempat bukan hanya untuk rehat sejenak. Namun, di sini dapat menikmati pesona alam dari ketinggian bukit Kedung Buweng.
Bukit Kedung Buweng atau lebih di kenal Bukit Bego pasca pengerukan ditinggalkan begitu saja oleh salah satu kontraktor yang menangani pengambilan tanah urug untuk perlebaran lahan parkir bandara.
Sehingga bukit Kedung Buweng yang dulunya hijau kini tampak gersang. Apalagi di musim kemarau, pepohonan di sekitar perbukitan yang mulai mengering menambah kesan tandus bukit Kedung Buweng.
Melihat kondisi yang demikian dan melihat banyak orang-orang yang melintas di jalur Mangunan-Dlingo, terutama waktu senja, seringkali dimanfaatkan untuk melepas lelah sekaligus melihat panorama alam, pemuda Kedung Buweng tergugah untuk menawarkan potensi alamnya.
Mereka mencoba menawarkan keindahan bukit Bego saat matahari terbenam dari atas bukit Kedung Buweng. Di atas ketinggian pegunungan seribu pengunjung juga dapat melepas jauh pandangan ke pantai.
Menurut warga Kedung Buweng, Janu didampingi Parmo Diharjo, hampir setiap menjelang matahari terbenam sekompok pemuda menghabiskan waktu dengan bersantai di Bukit Bego.
Dan mereka kebetulan melintas jalur ini, baik dari maupun menuju Dlingo, banyak yang menyempatkan beristirahat di Bukit Bego. Mereka dapat melepas lelah sekaligus berwisata gratis.
Di hamparan bukit seluas hampir 1,2 hektar, dari rencana yang mau diambil tanahnya untuk urug seluas 2 hektar, dapat dijadikan alternatif wisata, terutama yang menginginkan ketenangan.
Meski dekat jalur utama menuju Dlingo tetapi jalannya tidak terlalu ramai dapat membuang kepenatan selepas aktivitas sehari. Bukit Bego juga dapat dijadikan alternatif paket wisata setelah kebun buah Mangunan maupun hutan Pinus. Begitu pula seusai wisata religi di makam raja-raja.TIM RED





