Kembali Ke Index Video


Pasca ilegal fishing di berhangus Pemerintah RI Targetkan 300 Trilyun Ke kas Negara “Sebelumnya Subsidi Ke Nelayan 11 Trilyun Hasil hanya Rp.300 milyar/tahun.

Senin, 14 Desember 2015 | 22:10 WIB
Dibaca: 2037
 Pasca ilegal fishing di berhangus Pemerintah RI Targetkan 300 Trilyun Ke kas Negara “Sebelumnya Subsidi Ke Nelayan 11 Trilyun Hasil hanya Rp.300 milyar/tahun.
dok foto. rmol/net "PRESIDEN RI LINCAH TEGAS DAN MERAKYAT JOKO WIDODO

Jakarta-berita nasional updatenya pastvnews.com, pasca penenggelaman kapal asing ilegal fishing dari vietnam pemerintah RI  mendapat kritik ada yang bagus ada pula yang memberi koment  itu mencari simpati atau gagah gagahan.

Opini tersebut di tepis langsung oleh Presiden RI, Ir, Joko Widodo, dalam akun facebooknya, Presiden ke tujuh solo solo jawa tengah ini, menjelaskan, “Penenggelaman kapal ikan asing yang mencuri ikan di wilayah RI bukan soal gagah-gagahan atau semacam display politik, tapi ini sudah masuk soal prinsip dalam wilayah kedaulatan Republik.

Kita akan ukur secara objektif apakah setelah penenggelaman kapal asing ini hasil tangkapan nelayan kita meningkat? ekspor kita meningkat? kesejahteraan nelayan meningkat?

Setelah langkah penenggelaman ini akan diadakan patroli Angkatan Laut secara intensif untuk menjamin wilayah laut Indonesia bersih dari illegal fishing, dan nelayan-nelayan dari bangsa sendiri bisa berdikari secara ekonomi.

Ikan-ikan kita masuk ke dalam pasaran internasional dimana yang menjual dengan harga pasaran internasional adalah nelayan Indonesia.

Kita harus targetkan sesuai dengan data BPK yaitu hasil tangkapan ikan harus Rp. 300 trilyun/tahun, jangan seperti kemarin dengan subsidi ke nelayan Rp.11 trilyun tapi hasilnya hanya Rp.300 milyar/tahun.

Bila dana Rp. 300 trilyun/tahun masuk ke kas negara, banyak dana yang bisa dibangun untuk agenda perbaikan kampung-kampung nelayan, membangun infrastruktur seperti galangan kapal, pasar ikan khusus, dan mengembangkan jaringan pemasaran dunia untuk ikan-ikan hasil tangkapan nelayan kita.

Kita harus berpikir jauh ke depan, berpikir untuk memperbaiki kehidupan bangsa, jangan hanya terjebak zona nyaman lalu kita takut memperbaiki keadaan.

Demikian di paparkan presiden menanggapi koment yang di anggap cuma gagahan,  point yang di tekankan adalah juga adanya kemandirian berdikari secara ekonomi demi kedaulatan RI “ red”




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi